Selasa 13 Juli 2021, 10:19 WIB

Hati-hati, Keseringan Gunakan Ponsel Berisiko Memicu Tumor

Nike Amelia Sari | Weekend
Hati-hati, Keseringan Gunakan Ponsel Berisiko Memicu Tumor

unsplash.com/engin akyurt
ilustrasi: seorang perempuan menggunakan ponsel

 

Rutinitas banyak orang memang tak terlepas dari smartphone. Bahkan, saat bangun tidur, hal yang pertama kali dicari orang adalah ponsel. Smartphone selain sangat berguna untuk komunikasi, juga dapat memberikan informasi dengan cepat dan mudah.  Dengan semakin banyaknya kemudahan yang ditawarkan, Smartphone kini jadi kebutuhan banyak orang.

Namun, menurut  penelitian yang telah diterbikan di International Journal of Environmental Research and Public Health, menggunakan ponsel selama 1000 jam atau 17 menit per hari selama 10 tahun dapat menyebabkan peningkatan risiko 60% terkena tumor/kanker. Itu juga mengakibatkan dua kali risiko mengembangkan tumor otak selama satu dekade.

Dilansir dari dailymail.co.uk, Kamis (8/7),berdasarkan temuan ini, penulis studi menyarankan orang harus menggunakan telepon rumah sedapat mungkin untuk berkomunikasi dibandingkan dengan menggunakan ponsel.

Penelitian ini melibatkan analisis statistik dari 46 studi berbeda tentang penggunaan ponsel dan kesehatan di seluruh dunia para ahli dari UC Berkeley.

Para peneliti mengatakan radiasi dari sinyal seluler mengganggu mekanisme seluler dan dapat mengakibatkan terciptanya protein stres yang menyebabkan kerusakan DNA, tumor, dan bahkan kematian sel dalam kasus-kasus ekstrem.

Pakar dari Universitas Berkeley memeriksa studi sebelumnya yang dilakukan di AS, Swedia, Inggris, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru untuk mendapatkan gambaran luas tentang penggunaan ponsel dan kesehatan.

Penulis studi Joel Moskowitz mengatakan orang harus meminimalkan waktu dalam menggunakan ponsel, menjauhkan benda itu dari tubuh dan menggunakan telepon rumah untuk panggilan jika memungkinkan.

“Studi yang meneliti hubungan antara penggunaan ponsel dan kanker memang masih kontroversial, kata Moskowitz. “itu adalah topik politik yang sangat sensitif.”

Dia mengatakan ada konsekuensi ekonomi yang signifikan untuk industri telepon seluler.

Tim Berkeley melakukan penelitian dengan Pusat Kanker Nasional Korea Selatan dan Universitas Nasional Seoul.

"Penggunaan ponsel menyoroti sejumlah masalah kesehatan masyarakat dan sayangnya hanya mendapat sedikit perhatian di komunitas ilmiah," kata Moskowitz.

Michelle Mitchell, kepala eksekutif Cancer Research UK mengatakan  tinjauan tersebut melihat temuan penelitian sebelumnya tentang dampak penggunaan ponsel pada kesehatan.

Dia mengatakan hasilnya beragam dan adanya beberapa keterbatasan penting dengan beberapa penelitian yang digunakan.

Moskowitz mengatakan banyak ahli yang mendukung bahwa modulasi perangkat nirkabel membuat energi radiasi lebih aktif secara biologis.

Lebih dari 250 ilmuwan yang telah meneliti efek kesehatan dari medan elektromagnetik non-pengion dari perangkat seluler, telah menandatangani International EMF Scientist Appeal, yang menyerukan peringatan kesehatan dan batas paparan yang lebih kuat.

"Jadi, ada banyak ilmuwan yang setuju bahwa radiasi ini berbahaya bagi kesehatan kita," jelas Moskowitz. (M-4)

Baca Juga

ANTARA/Charles & Keith Indonesi

Rayakan Ulang Tahun Ke-25, Charles & Keith Rilis Koleksi Terbatas

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 13:00 WIB
Jenama itu menghadirkan koleksi tas, sandal dan sepatu yang menampilkan ciri khas Charles & Keith dengan menggunakan bahan daur ulang...
MI/ KLHK

Siti Nurbaya Hingga Nadiem Berpuisi Merayakan Sumpah Pemuda

👤Bintang Krisanti 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 09:15 WIB
Acara Indonesia Berpuisi yang digelar Media Indonesia diikuti belasan pejabat...
Dok. Blibli

Ajak Perempuan untuk Ekspresikan Cantiknya, Blibli Gelar Festival Belanja Cantik 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 21:40 WIB
Makna cantik lebih dari apa yang terlihat di permukaan. Cantik adalah bagaimana setiap perempuan memiliki pandangan positif dan keinginan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Rakyat Kalimantan Selatan Menggugat Gubernur

Sebanyak 53 warga terdampak bencana banjir dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan menggugat Gubernur Sahbirin Noor.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya