Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Pupil mata berada pada bagian di tengah mata yang berbentuk bulat dan berwarna hitam yang berfungsi sebagai pengatur cahaya. Betul faktor cahaya memengaruhi besar dan kecilnya pupil mata. Ketika ruangan gelap, pupil akan membesar, begitupun sebaliknya.
Selain faktor cahaya, seseorang yang secara alamiah memiliki pupil lebih besar, dianggap lebih cerdas daripada orang lainnya dengan pupil lebih kecil, menurut studi baru.
Dilansir dari dailymail.co.uk, Jumat (4/6), tim dari Institut Teknologi Georgia meneliti relawan yang mengikuti tes penalaran, perhatian, dan memori sehingga dapat diselidiki hubungan antara ukuran pupil dan kecerdasan.
Tim menemukan bahwa selain dikaitkan dengan gairah dan kelelahan, pelebaran pupil dapat digunakan untuk memahami perbedaan individu dalam kecerdasan. Mereka menemukan bahwa semakin besar pupil, semakin tinggi kecerdasannya.
Perbedaan ukuran pupil dapat dilihat secara langsung dengan mata tanpa membutuhkan alat. Tim mengatakan ini bisa jadi karena orang dengan pupil yang lebih besar memiliki hasil yang lebih baik dalam pengaturan aktivitas otak di bagian yang terkait dengan kecerdasan dan memori.
Temuan yang telah dipublikasikan di jurnal Cognition ini melibatkan sebanyak 500 orang yang berusia 18 hingga 35 tahun dari Atlanta untuk melakukan serangkaian tes sembari memantau ukuran pupil mereka dengan alat pelacak mata.
Alat ini menangkap pantulan cahaya dari pupil dan kornea melalui kamera bertenaga tinggi. Mereka diukur saat istirahat sembari relawan menatap layar kosong selama empat menit untuk membuat garis dasar.
Ini memungkinkan tim untuk membuat ukuran pupil rata-rata untuk masing-masing sukarelawan yang akan digunakan untuk melacak perubahan melalui berbagai jenis tes dan aktivitas.
Pupil manusia rata-rata dapat berkisar dari 0,2 hingga 0,8 sentimeter dan dikelilingi oleh iris yang mengontrol ukuran pupil. Begitu tim membuat garis dasar untuk setiap sukarelawan, tim meminta mereka menyelesaikan serangkaian tes yang mengukur berbagai bidang kecerdasan.
Termasuk kemampuan untuk bernalar melalui masalah, kemampuan untuk mengingat informasi dari waktu ke waktu dan kemampuan untuk tetap fokus bahkan ketika terganggu.
Tim menemukan bahwa mereka yang memiliki ukuran pupil yang lebih besar memiliki kinerja yang lebih baik dalam tes perhatian, memori, dan penalaran. Ini menunjukkan hubungan yang kuat antara otak dan mata yang diharapkan para peneliti untuk dipelajari lebih detail di masa depan.
Ukuran pupil berhubungan negatif dengan usia, menemukan bahwa relawan yang lebih tua cenderung memiliki pupil yang lebih kecil dan lebih menyempit.
Tim menemukan ukuran pupil terkait dengan bagian yang dikenal sebagai lokus coeruleus di batang otak bagian atas yang membentang ke seluruh otak melalui koneksi saraf. Ini melepaskan bahan kimia yang berfungsi sebagai hormon di otak, tubuh, dan neurotransmitter untuk proses reguler seperti persepsi, perhatian, dan memori.
Bagian ini juga berperan lebih luas dalam membantu bagian otak yang jauh guna bekerja sama untuk menyelesaikan tugas-tugas rumit.
Hasil utama yang ditemukan bahwa orang dengan pupil yang lebih besar pengaturan yang lebih baik dari bagian otak ini sehingga menguntungkan kinerja kognitif dan kemampuan otak untuk berfungsi. (M-2)
LIMA mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) berhasil meraih prestasi gemilang di panggung dunia.
Penelitian ini menawarkan rekomendasi yang dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan keamanan regional.
Para ilmuan menemukan bahwa bagian otak yang awalnya dianggap hanya memproses penglihatan ternyata dapat memicu gema sensasi sentuhan.
Resiliensi petani merupakan syarat penting jika pengelolaan usaha kelapa di provinsi tersebut ingin berkelanjutan.
Hasil penelitian menemukan persoalan kental manis bukan hanya perihal ekonomi, tetapi juga regulasi yang terlalu longgar.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menilai Kitab Fikih Zakat karya Dr. Nawawi Yahya Abdul Razak Majene sangat relevan bagi pengelolaan zakat di era modern.
Penelitian terbaru mengungkap ekspresi wajah primata dan manusia adalah tindakan terencana, bukan sekadar respons emosional otomatis.
Sebuah penelitian terbaru yang dimuat dalam jurnal ilmiah dan dilansir oleh laman PsyPost mengungkap bahwa misi luar angkasa tidak hanya berdampak pada otot dan tulang manusia
Kolin merupakan nutrisi esensial yang berperan langsung dalam pengaturan suasana hati, daya pikir, dan emosi.
Pernahkah kamu melihat wajah pada rumput, batu, bangunan, atau mungkin benda-benda terdekat di sekitar?
Peneliti berhasil mengembangkan protein sensor untuk melacak sinyal glutamat di otak secara real-time. Penemuan ini membuka tabir cara otak belajar dan memproses memori.
peneliti di Swedia dan Republik Ceko pada 2023 menemukan faktor pemicu risiko demensia bahkan sebelum lahir
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved