Selasa 01 Juni 2021, 00:34 WIB

Ilmuwan Terawang Masa Lalu Bumi dengan Lumpur

Bagus Pradana | Weekend
Ilmuwan Terawang Masa Lalu Bumi dengan Lumpur

123RF/Anna Yakimova
Rumput kering yang terbakar.

 

Para ilmuwan dari Universitas Bergen, Norwegia, berhasil melihat ke masa lalu dan memahami dampak yang ditimbulkan aktivitas manusia terhadap alam, dengan mengamati struktur sedimen lumpur dari dasar sungai dan danau. 

"Sungguh menakjubkan - salah satu hal yang paling menarik. Mereka adalah jendela kita ke masa lalu," papar Dr. Ondrejj Mottl, seorang ahli ekologi dari Bergen, Norwegia, seperti dilansir bbc.com, Jumat (28/5).

Dr. Mottl dan tim mengekstraksi inti lumpur dari kedalaman danau dan lahan basah menggunakan silinder tanah yang panjang dan padat. Mereka mengambil sampel dari 1.000 lokasi di berbagai tempat di dunia, nyaris dari semua benua - kecuali Antartika. 

Inti lumpur berisi catatan sejarah tentang apa yang tumbuh di suatu wilayah, sejak ribuan tahun yang lalu.Menganalisis inti lumpur dan serbuk sari yang mengendap di setiap lapisannya dapat membawa pemahaman baru tentang kapan aktivitas manusia mulai mengubah struktur vegetasi di bumi.

Catatan serbuk sari dapat melacak dampak pertama kegiatan spesies kita (manusia) di alam sekitar 4.000 tahun yang lalu.

Dengan mengekstraksi inti lumpur, para peneliti dapat menghitung tanggal karbon setiap lapisan lumpur untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi dan kapan.

"10.000 tahun terakhir, iklim Bumi relatif stabil, jadi [sejak saat itulah] kami dapat menghitung pengaruh dari manusia," terang Suzette Flantua, ahli ekologi global University of Bergen.

"Pengaruh itu dimulai segera setelah kita - manusia - mulai membersihkan tumbuhan liar untuk memberi ruang bagi tanaman kita dan ternak kita," imbuhnya.

Aktivitas pembukaan lahan tersebut mulai masif terjadi di Asia dan Amerika Selatan terlebih dahulu, kemudian meluas ke Eropa sekitar 2.000 tahun lalu. Itu mematahkan anggapan bahwa aktivitas manusia baru berdampak ke Bumi sejak beberapa abad lalu, ketika Revolusi Industri dimulai. 

Menurut banyak ahli biologi dan ilmuwan iklim, manusia sekarang berada dalam periode sejarah Bumi yang dapat disebut Antroposen - sebuah zaman kejayaan manusia di planet Bumi. Lebih dari tiga perempat permukaan tanah bumi telah diubah oleh aktivitas manusia.

Temuan inti lumpur ini diyakini para periset juga akan memberikan wawasan berharga tentang lingkungan alam di Bumi. Termasuk tentang bagaimana manusia dapat mengintervensi alam untuk membuatnya dapat bertahan di era pemanasan global dewasa ini. 

"Ada beberapa perubahan iklim yang sudah terjadi, " jelas Dr Overpeck. "Sebagian besar pohon tua di hutan kita adalah bibit saat cuaca lebih dingin. Jadi, kita perlu menanam bibit yang akan tumbuh subur saat cuaca lebih hangat."

Untuk melindungi hutan dari kebakaran hutan, yang juga menjadi lebih sering dan lebih ganas di iklim yang lebih hangat dan kering ini, menurutnya butuh pengelolaan hutan yang jauh lebih intensif juga - termasuk dengan mengurangi pohon-pohon kecil yang menyediakan "bahan bakar yang baik" untuk kebakaran hutan.

Dr Overpeck menyarankan bahwa, jika 'pengaturan' hutan dilakukan dengan benar, kita dapat "menanam hutan untuk menangkal emisi karbon" dan pada saat sama menciptakan lapangan kerja. (BBC/M-2) 

 

 

Baca Juga

Dok Adidas

Kanye West dan Adidas Luncurkan YEEZY 500 Ash Grey Mulai 4 Desember

👤Siswantini Suryandari 🕔Jumat 03 Desember 2021, 11:41 WIB
Penghujung 2021, YEEZY meluncurkan YEEZY 500  ash grey. Koleksi ini akan tersedia secara global mulai 4 Desember 2021, dengan harga...
Unsplash.com/Berkay Gumustekin

Belajar Bahagia dari Seekor Anjing

👤Nike Amelia ari 🕔Jumat 03 Desember 2021, 06:49 WIB
Berikut beberapa hal yang dapat dipelajari manusia tentang kebahagiaan dari seekor anjing yang ditulis oleh Caroline...
MI/Galih Agus Saputra

Sejumlah Perupa di Jabodetabek Gelar Pameran Tunggal Serentak

👤Galih Agus Saputra 🕔Jumat 03 Desember 2021, 06:36 WIB
Pameran ini sengaja dirancang untuk menampilkan kepada publik mengenai ketangguhan para seniman di masa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya