Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
Saat ini, musik lebih mudah diakses daripada periode sebelum-sebelumnya lantaran semakin banyak diproduksi dan didistribusikan. Namun, menurut MIDiA Research, pada saat sama, ledakan konsumen industri musik dengan cepat menyebabkan kehancuran bagi si pembuat musiknya.
Dalam laporan baru firma konsultasi MIDiA Research bertajuk Musik dan Gim: Cara baru untuk bermain, seperti dilansir Forbes, disebutkan platform gim bisa menjadi salah satu peluang terbaik untuk musisi dalam memonetisasi basis fan/penggemar mereka.
Laporan yang juga menjadi bagian kemitraan dengan platform gim Twitch itu mengungkapkan, saat perusahaan dan pembuat musik mencari cara baru untuk mendistribusikan musik dan terhubung dengan audiens, terutama melalui live streaming, mereka juga harus memikirkan kembali untuk membangun dan cara dalam memonetisasi fan.
Musisi yang berpikiran maju, menemukan peluang yang semakin besar untuk memanfaatkan ceruk ekonomi dari penggemar gim dan lebih terhubung dengan audiens, memonetisasi pekerjaan, dan mengembangkan karier mereka.
Managing Director MIDiA Research, Mark Mulligan, penulis laporan tersebut mengatakan, para kreator dapat mencapai hal tersebut dengan memperluas dan menata ulang cara yang mereka pakai saat ini dengan berpartisipasi dalam gim, yang sebagian besar berfokus pada pemasaran dan promosi untuk mendorong streaming pada layanan musik digital dan penjualan tiket.
“Bagi banyak orang, live streaming dimulai sebagai solusi untuk menciptakan pengalaman langsung antara musisi dan penggemar di tengah pandemi. Namun, popularitas yang meningkat serta peluang yang semakin besar menuntut industri musik mengambil ruang dari industri gim, dan perlu memahami keintiman digital adalah kunci untuk membuka kotak dalam upaya memonetisasi fandom,” kata Mulligan, dikutip dari Forbes, Senin, (19/4).
Ia menambahkan, manfaatnya bisa berlipat ganda ketika si musisi melibatkan penggemar musik yang juga gamer.
Pertunjukan live streaming saat ini dimonetisasi melalui penjualan tiket, kontribusi penggemar dan barang dagangan virtual dan nyata serta pendapatan sponsor dan iklan, mengurangi ketergantungan pemasukan secara tradisional pada tur, agen, dan kesepakatan rekaman yang mencakup penyerahan hak atas lagu.
Dalam laporannya Mulligan menemukan pada tahun 2020 pengeluaran di industri gim bernilai US$97 miliar (Rp1,4 triliun lebih) dan pendapatan gim hampir empat kali lipat dari ukuran total industri musik global. Tren ini diperkirakan meningkat dengan peluang monetisasi dalam gim yang besar.
Sementra itu analis senior dan manajer Produk MIDiA Research Karol Severin yang juga ikut menulis dalam laporan mengatakan penggemar gim dan gamer adalah kelompok partisipasinya tinggi dan rela menghabiskan lebih banyak waktu dan uang bila dibandingkan dengan rata-rata konsumen di semua format hiburan.
Mereka sebenarnya menghabiskan lebih banyak waktu untuk mendengarkan musik daripada segmen pelanggan musik itu sendiri, tambahnya, yang menggambarkan sifat cross-entertainment yang kuat dari para gamer dan konsumen.
“Musisi dan perusahaan musik seharusnya tidak lagi menganggap gamer sebagai ceruk atau hanya segmen yang terkait secara tangensial. Gim sekarang menjadi fenomena budaya arus utama dan secara harfiah setiap genre musik dapat menemukan tempat yang tepat dalam lingkungan yang berpusat pada gim, yang tidak selalu harus berupa permainan, jika mereka mengidentifikasi mitra yang tepat dan cara untuk mengeksekusinya.”
Meskipun musisi dan penggemar kini juga sudah terhubung dengan berbagai cara, Severin menunjukkan dinamika sering kali terjadi sepihak, hanya dari musisi ke penggemar terkait produk jadi. Seiring tren konsumen tumbuh ke arah ekspresi, kreasi bersama, dan partisipasi, platform yang berpusat pada gamer memungkinkan musisi untuk terlibat dengan cara yang lebih autentik dan kolaboratif, sehingga memicu fandom dan sentimen positif yang bertahan lama. (M-4)
Direktur Utama Indodana Finance Mira Wibowo meraih penghargaan Indonesia Best CEO 2025 dalam ajang Indonesia Business Leadership Forum.
Ebbot menghadirkan teknologi AI andal, sedangkan Veda Praxis menyediakan fondasi tata kelola yang kuat dan juga tim implementer dengan kapabilitas lokal.
Model kerja fleksibel berbasis platform digital dinilai menjadi bantalan sosial modern.
Pengemudi ojol dan NGO Deconstitute menggugat skema kuota internet hangus ke Mahkamah Konstitusi dengan menguji UU Telekomunikasi.
Bank Indonesia meluncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) untuk memperkuat literasi, keamanan, dan inklusi ekonomi digital, didukung pertumbuhan QRIS dan BI-FAST yang kian pesat.
INDUSTRI kripto di Indonesia terus menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif.
SEBANYAK tujuh kementerian menandatangani dan menetapkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pedoman Pemanfaatan dan Pembelajaran Teknologi Digital serta Kecerdasan Artifisial (AI).
Transformasi itu bahkan mendorong efisiensi tinggi, mengubah budaya kerja, dan meningkatkan nilai bagi pelanggan.
Tech Data, anak perusahaan TD SYNNEX, resmi menjalin kerja sama strategis dengan Sangfor Technologies untuk menghadirkan solusi infrastruktur teknologi informasi (TI) terintegrasi.
Klinik gigi Smileworks di Kelapa Gading mengutamakan pemeriksaan komprehensif, edukasi pasien, dan teknologi kedokteran gigi berstandar internasional.
Masa depan akademik mahasiswa bergantung pada sejauh mana mereka mampu beradaptasi dengan teknologi tanpa kehilangan jati diri sebagai pembelajar yang kritis dan fokus.
Teknologi digital kian memainkan peran strategis dalam memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ritel mikro di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved