Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Rutinitas olahraga dapat membakar lemak yang ada di dalam tubuh. Sebuah penelitian di Spanyol menemukan bahwa meminum kopi sebelum berolahrga dapat memaksimalkan pembakaran lemak. Para peneliti menemukan 3 miligram kafein per kilogram berat badan atau sekitar setengah dosis kafein tunggal. Dari hasil pengukuran yang dikumpulkan dari 15 relawan pria, biasanya sekitar 6 mg/kg dapat meningkatkan laju pembakaran lemak selama latihan aerobik,
Dari penelitian itu juga terungkap, dosis kopi terbukti meningkatkan laju oksidasi lemak masimal (MFO) yaitu ukuran seberapa efisien tubuh untuk membakar lemak dalam rata-rata 10,7% di pagi hari dan 29% di sore hari untuk laju oksidasi lemak.
"Rekomendasi untuk berolahraga saat perut kosong di pagi hari untuk meningkatkan oksidasi lemak adalah hal yang biasa," kata ahli fisiologi Francisco José Amaro-Gahete dari Universitas Granada di Spanyol, seperti dilansir dari sciencealert.com, Selasa (6/4).
Namun, ia mengungkapkan bahwa rekomendasi ini kurang memiliki dasar illmiah, tidak diketahui apakah peningkatan tersebut disebabakan olahraga di siang hari atau tidakan makan untuk jangka waktu yang lebih lama.
Lebih lanjut, para peneliti tertarik untuk melihat lebih detil hubungan antara kafein dan olahraga. Stimulan sering dikaitkan dengan peningkatan kinerja atletik, meskipun penelitian di balik ini masih belum lengkap.
Studi dilakukan selama empat minggu dengan 15 orang sukarelawan yang menjalani tes secara acak. Pada tes tersebut, diberikan placebo pada pukul 8 pagi, mengonsumsi placebo pada pukul 5 sore, mengonsumsi suplemen kafein pada pukul 8 pagi, dan mengonsumsi suplemen kafein pada pukul 5 sore.Namun, pada tes ini peserta tidak diberikan minum kopi sebelum berolahraga.
Pada tes bersepeda berikutnya, setelah stimulan dan placebo diberikan, kemampuan tubuh dalam membakar lemak diukur yang menunjukkan pengaruh kafein terhadap MFO. Pengambilan oksigen maksimum (VO2max) juga ditingkatkan, seperti intensitas latihan yang menimbulkan MFO.
"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa konsumsi kafein akut 30 menit sebelum melakukan tes latihan aerobik meningkatkan oksidasi lemak maksimum selama latihan terlepas dari waktu," kata Amaro-Gahete.
Akan tetapi, studi ini hanya mengambil sampel peserta yang sedikit sehingga tidak dapat diambil kesimpulan secara luas.Namun, hasil temuan ini masih menunjukkan hasil cukup jelas ada hubungan antara kafein dan laju pembakaran lemak saat berolahraga.
Temuan ini dapat menambah dimensi lain tentang manfaat kafein, misalnya hubungannya yang dapat mempengaruhi otak dan tubuh. Pengaruh lainnya juga masih banyak dipelari seperti pengaruhnya terhadap tidur hingga usus.
Para peneliti menyimpulkan bahwa hasil ini menunjukkan kombinasi asupan kafein akut dan olahraga pada intensitas sedang di sore hari dan akan memberikan hasil terbaik bagi orang yang ingin meningkatkan oksidasi lemak seluruh tubuh selama latihan aerobic.
Penelitian tersebut telah dipublikasikan di Journal of International Society of Sports Nutrition.(AFP/M-4)
Aktivitas fisik yang rutin terbukti dapat menjaga kebugaran, membantu mengontrol kadar gula darah, serta meningkatkan metabolisme.
Karbohidrat tetap menjadi elemen krusial bagi tubuh sebagai sumber energi utama, terutama saat berolahraga di tengah kondisi berpuasa.
Penambahan fitur di Strava ini merupakan bentuk respons langsung terhadap tingginya minat serta permintaan dari komunitas pengguna terhadap kelima aktivitas fisik tersebut.
Minat masyarakat Bandung terhadap olahraga raket terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Kelompok yang perlu waspada saat berolahraga saat puasa ramadan mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta penderita penyakit penyerta atau komorbid.
Olahraga bisa dilakukan untuk berbagai tujuan, seperti menjaga stamina, membentuk otot, menurunkan berat badan, atau sekadar menjaga kesehatan jantung.
Ruang lingkup kerja sama antara lain mencakup pelaksanaan penelitian bersama dalam bidang lingkungan hidup dan transisi energi serta program pemagangan bagi mahasiswa Teknik Lingkungan ITY.
Reaksi emosional selama ini kerap dianggap persoalan selera pribadi, dipengaruhi oleh DNA masing-masing individu merespons karya seni.
Para ilmuwan dari Johns Hopkins University, Amerika Serikat, berhasil mendemonstrasikan bahwa kera besar memiliki kapasitas kognitif untuk "bermain pura-pura" (play pretend).
STUDI dari Spanyol melakukan sebuah penelitian untuk mencoba membantu diagnosis penyakit Alzheimer pada usia 50 tahun. Percobaan itu dilakukan dengan melakukan tes darah.
AHLI biologi dari Hebei University, Tiongkok, Ming Li bersama rekan-rekannya melakukan penelitian dan menemukan bahwa rambut bisa mendeteksi Parkinson
Stimulasi 40Hz setiap hari mampu menjaga fungsi kognitif pasien, bahkan menurunkan biomarker utama penyakit Alzheimer.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved