Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Lima Masalah Anak yang Perlu Dicermati Saat Pandemi

Putri Rosmalia
31/1/2021 15:15
Lima Masalah Anak yang Perlu Dicermati Saat Pandemi
Anak dapat terkena dampak tidak langsung dari pandemi covid-19.(Sam Wordley/123RF)

Anak-anak dikategorikan sebagai yang paling kuat menghadapi pandemi covid-19. Hampir di seluruh negara yang terserang pandemi, anak-anak di bawah 18 tahun menjadi kelompok yang paling minim terinfeksi.

Namun, di balik fakta menguntungkan tersebut, terdapat daftar panjang masalah pada kehidupan seorang anak karena pandemi. Dilansir dari bbc.com, Sabtu, (30/1), berikut beberapa masalah yang muncul pada anak-anak akibat pandemi covid-19.

1. Kehidupan Sosial Terganggu
Prof Russell Viner, Presiden Royal College of Paediatrics and Child Health, mengatakan bahwa kehidupan sosial anak secara otomatis terganggu akibat pandemi. Khususnya setelah sekolah-sekolah ditutup. Padahal, sosialisasi merupakan salah satu unsur pembentuk kepribadian dan kemampuan beradaptasi yang sangat penting pada anak.

2. Gangguan emosional
Survei dari The Mental Health of Children and Young People, di Inggris, menyatakan bahwa pada 2020 terdapat peningkatan signifikan jumlah anak berusia 5--16 tahun yang mengalami masalah mental. Mulai dari yang ringan hingga berat. Pandemi diduga menjadi pencetus utama peningkatan tersebut.

3. Keterlambatan perkembangan bayi
Alison Morton, Kepala Institute of Health Visiting, Inggris, mengatakan dua hingga tiga tahun pertama kehidupan manusia dinilai sebagai momen krusial. Harus selalu dilakukan pemantauan pada kondisi bayi agar dapat berkembang secara optimal.

Namun, pandemi membuat akses seorang bayi pada layanan kesehatan menjadi lebih sulit dan terbatas. Kekhawatiran juga membuat orang tua menunda mengecek kondisi bayi ketika merasa ada masalah. Akibatnya dikhawatirkan pada periode pandemi ini akan ada banyak bayi yang mengalami keterlambatan perkembangan dan masalah kesehatan tanpa tertangani dengan baik.

4. Anak disabilitas terabaikan
Dame Christine Lenehan, Direktur the Council for Disabled Children, Inggris, mengatakan bahwa pandemi membuat banyak anak berkebutuhan khusus terabaikan. Mereka terpaksa menunda melakukan terapi karena layanan yang dibatasi atau bahkan tutup. Mereka juga menjadi lebih sulit mendapat pendampingan dari tenaga kesehatan karena hampir semua tenaga kesehatan dan pusat kesehatan fokus pada penanganan pandemi.

5. Kekerasan tak terpantau
Anne Longfield, anggota Komisi Perlindungan Anak Inggris mengatakan isolasi dan karantina di rumah meningkatkan potensi kekerasan pada rumah tangga, termasuk pada anak. Aktivitas yang terbatas membuat banyak kasus kekerasan pada anak tidak terpantau dengan baik. (BBC/M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irana Shalindra
Berita Lainnya