Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Peneliti dari Fakultas Teknik Biomedis, McMaster University, Kanada baru-baru ini dikabarkan telah berhasil menemukan cara untuk menciptakan daging di laboratorium. Teknik yang mereka gunakan diadaptasi dari metode transplantasi daging manusia.
Daging buatan itu berbentuk tipis seperti kertas. Proses pembuatan diawali dengan penanaman sel dalam sebuah kultur, yang kemudian dilekatkan pada sebuah pelat. Setelah dirasa cukup berkembang, daging kemudian dikupas dan ditumpuk atau dilipat satu sama lain.
Sang Peneliti, Ravi Selvaganapathy mengatakan potongan daging tersebut dapat disusun sesuai kepadatan dan ketebalan yang diinginkan. Ia bahkan dapat diatur untuk meniru kandungan lemak daging apapun sehingga dapat menjadi bahan konsumsi alternatif.
"Konsumen dapat membeli daging dengan persentase lemak berapa pun yang mereka suka, seperti yang mereka lakukan saat membeli susu," katanya, seperti dilansir Sciencedaily, Rabu, (20/1).
Selvaganapathy mengembagkan penelitian tersebut bersama rekannya, Alireza Shahin-Shamsabadi. Mereka memublikasikan temuannya pertama kali di jurnal Cells Tissues Organs. Penelitian tersebut dilakukan karena melihat tingginya permintaan daging di pasaran, sementara proses produksi daging di peternakan dirasa turut memicu peningkatan gas rumah kaca.
"Rasanya seperti daging. Tidak ada alasan untuk berpikir bahwa teknologi yang sama tidak akan berhasil untuk membudidayakan daging sapi, babi atau ayam, dan model tersebut akan cocok untuk produksi skala besar. Produksi daging saat ini tidak berkelanjutan. Harus ada cara alternatif untuk membuat daging," imbuh Selvaganapathy.(M-4)
Sejarah manusia dipenuhi penemuan penting seperti listrik, internet, dan vaksin yang mengubah peradaban. Inovasi ini menjadi fondasi kemajuan teknologi, komunikasi, dan kesehatan global.
Istilah super flu saat ini sedang ramai diperbincangkan seiring meningkatnya kasus influenza.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
MEDIAINDONESIA.COM, 8 Februari 2026, menurunkan berita berjudul ‘Lebih Awal, Arab Saudi Mulai Terbitkan Visa Haji 2026 Hari Ini’.
PENINGKATAN keamanan pangan membutuhkan kebijakan yang tepat demi mewujudkan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang lebih baik di masa depan.
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
LIMA mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) berhasil meraih prestasi gemilang di panggung dunia.
Penelitian ini menawarkan rekomendasi yang dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan keamanan regional.
Para ilmuan menemukan bahwa bagian otak yang awalnya dianggap hanya memproses penglihatan ternyata dapat memicu gema sensasi sentuhan.
Resiliensi petani merupakan syarat penting jika pengelolaan usaha kelapa di provinsi tersebut ingin berkelanjutan.
Hasil penelitian menemukan persoalan kental manis bukan hanya perihal ekonomi, tetapi juga regulasi yang terlalu longgar.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menilai Kitab Fikih Zakat karya Dr. Nawawi Yahya Abdul Razak Majene sangat relevan bagi pengelolaan zakat di era modern.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved