Senin 02 November 2020, 23:40 WIB

Europe on Screen 2020 Hadirkan 41 Film Eropa

Fathurrozak | Weekend
Europe on Screen 2020 Hadirkan 41 Film Eropa

Swoon / Aril Wretblat- Atmo
Adegan dalam Swoon (2019), film pembuka festival EoS 2020.

Setelah sempat tertunda dari April, festival film tahunan Europe on Screen (EoS) akan dilangsungkan secara virtual mulai 16 November

Dari 41 film yang bakal tayang, 30 merupakan film fiksi dan 10 merupakan film dokumenter. Festival film Eropa di Indonesia, Europe on Screen (EoS) yang tahun ini memasuki tahun ke-20, dilangsungkan sepenuhnya secara daring. Festival akan berlangsung 15 hari hingga 30 November.

"Ada sekitar 40-an film dari 25 negara Eropa. Dari film fiksi, dokumenter, film dari sineas baru, baik dari master sineas Eropa yang sudah established," kata Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket dalam konferensi pers virtual Europe on Screen 2020, Senin, (2/11).

Tahun lalu, EoS berhasil mendatangkan sekitar 32 ribu penonton dari seluruh tempat pemutaran. Tahun ini, mereka berharap bisa menjangkau penonton yang sebelumnya tidak memiliki kesempatan datang ke pemutaran, bisa mengakses lewat pemutaran film secara daring.

EoS akan dibuka dengan film musikal asal Swedia, Swoon (2019) yang diangkat dari kisah nyata tentang taman hiburan di Stockholm. Sementara, festival akan ditutup dengan film terlaris Jerman tahun 2018, How About Adolf. Semua film nantinya bisa disaksikan secara gratis melalui situs festivalscope.com.

Selain film Eropa produksi 2018 dan 2019, beberapa film yang turut serta dalam beberapa festival internasional tahun ini juga masuk dalam daftar putar EoS.

Beberapa di antaranya, My Donkey, My Lover, & I (2020) film asal Prancis yang masuk seleksi resmi Festival Film Cannes 2020, dan Acasa-My Home (2020) film Rumania yang menang special jury award untuk sinematografi di Sundance Film Festival 2020.

Beberapa film yang sempat masuk nominasi Oscar tahun ini, juga hadir di EoS. Seperti For Sama (2019) film produksi Inggris yang masuk nominasi dokumenter Oscar, dan Corpus Christi (2019) film Polandia yang masuk nominasi Best International Film Oscar.

"Kami berusaha pertahankan line-up yag sudah kami siapkan untuk edisi EoS pada April. Namun, karena berubah format dari offline ke online, kami meminta izin lagi apakah film tersebut bisa diputar dan tersedia untuk online. Karena tidak semua film bisa online. Jadi ada beberapa film pengganti. Ada film baru yang kami pilih ulang," jelas ko-direktur Festival EoS Nauval Yazid. (M-2) 

Baca Juga

123RF/Katarzyna BiaƂasiewicz

Ini yang Dapat Dilakukan untuk Melalui Masa Duka

👤Irana 🕔Rabu 14 April 2021, 23:11 WIB
Duka adalah proses yang cukup sepi tanpa kita perlu mengisolasi...
Ist

Mengenal Keunggulan Daging Sapi Khas Jepang

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 14 April 2021, 22:45 WIB
Daging sapi wagyu fullblood merupakan daging yang berasal 100% dari genetika sapi Jepang dan dibesarkan dengan menggunakan teknik...
Rehman Asad / AFP

AS Utus John Kerry ke Tiongkok Bahas Perubahan Iklim

👤Adiyanto 🕔Rabu 14 April 2021, 12:05 WIB
Misi Kerry dilakukan sebagai persiapan untuk KTT iklim virtual yang digagas Presiden Joe Biden yang bakal dihelat pekan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tajamnya Lancang Kuning di Lapangan

 Polda Riau meluncurkan aplikasi Lancang Kuning untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Berhasil di lapangan, dipuji banyak kalangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya