Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT ini, Planet Mars berada dalam jarak terdekatnya dengan Bumi dan akan tampak saling berdekatan (konjungsi) dengan bulan pada tengah malam hari nanti.
Keduanya akan muncul di ufuk timur, kemudian bergerak ke barat saat malam hari hingga mencapai titik tertingginya di langit selatan.
Menurut situs EarthSky, yang dilandir Dailymail.co.uk, mereka yang tinggal di wilayah dunia bagian selatan, khususnya di kawasan Amerika Latin akan dapat menyaksikan 'Okultisme Bulan', yaitu fenomena ketika Bulan menutupi Planet Mars selama beberapa saat, pada Sabtu malam nanti,
Mars dan Bumi saling berdekatan setiap dua tahun, sebab Mars mengorbit matahari setiap 26 bulan. Hal ini yang menyebabkan Mars selalu mendekat ke Bumi selama dua tahun sekali.
Selama Oktorober pengamat angkasa akan disuguhi berbagai macam fenomena antariksa. Selain Okltisme Bulan yang akan terjadi nanti malam, pada bulan ini juga akan ada hujan meteor Orionid dengan puncaknya yang diperkirakan terjadi pada 21 Oktober.
NASA menyatakan hujan meteor Orionid tahun ini akan menjadi salah satu hujan meteor terindah sepanjang masa yang dapat terlihat di belahan bumi Utara dan Selatan pada tengah malam.
Fenomena Blue Moon juga akan kembali menampakan dirinya di semua zona waktu pada 31 Oktober mendatang. (M-4)
Elon Musk mengumumkan SpaceX beralih fokus ke Bulan sebelum Mars. Targetkan kota mandiri dalam 10 tahun demi selamatkan peradaban manusia.
Penelitian terbaru mengungkap meteorit Mars Black Beauty menyimpan air purba jauh lebih banyak, memperkuat bukti Mars pernah basah dan layak huni.
Mars berada pada jarak rata-rata sekitar 140 juta mil atau 225 juta kilometer dari Bumi. Jarak tersebut menyebabkan keterlambatan komunikasi, sehingga pengendalian rover secara langsung
NASA sukses menguji coba navigasi AI pada Rover Perseverance di Mars. Tanpa campur tangan manusia, AI kini mampu memetakan rute aman di medan ekstrem Planet Merah.
Menurut laporan ilmiah dan data dari pengamatan satelit, permukaan Mars terdiri dari campuran berbagai material mineral yang memantulkan cahaya dengan spektrum warna berbeda.
Dari analisis terbaru, para peneliti melaporkan penemuan sebuah kandidat planet berbatu yang ukurannya sedikit lebih besar dari Bumi dan mengorbit sebuah bintang mirip Matahari.
Analisis terbaru data Voyager 2 mengungkap mengapa sabuk radiasi Uranus sangat kuat. Ternyata, ada peristiwa cuaca antariksa langka saat misi berlangsung.
Astronom menggunakan teleskop James Webb untuk mengungkap misteri pembentukan planet raksasa di sistem HR 8799. Temuan ini mengubah cara ilmuwan membedakan planet dan bintang gagal.
Bulan perlahan menjauh dari Bumi sekitar 3,8 cm per tahun. Fenomena ini membuat rotasi Bumi melambat dan panjang satu hari bertambah, meski perubahan terjadi sangat lambat.
Sabuk Orion terdiri dari tiga bintang superraksasa biru yang sangat terang. Alnitak, Alnilam, dan Mintaka bersinar hingga 200.000 kali Matahari.
Gerhana matahari cincin akan terjadi pada 17 Februari 2026. Simak fase, waktu puncak, lokasi pengamatan, dan alasan Indonesia tidak bisa menyaksikannya.
SEBUAH kerja sama ilmiah antara Korea Selatan dan Amerika Serikat berhasil mencatat terobosan penting di bidang astronomi melalui teleskop luar angkasa SPHEREx.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved