Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
TIDAK hanya wilayah di Bumi, Rusia pun kini mengklaim bahwa Venus adalah milik mereka. Demikian kelakar Dmitry Rogozin, kepala perusahaan antariksa Rusia Roscosmos, saat dimintai keterangan tentang rencana misi eksplorasi Planet Venus, dalam acara pameran HeliRussia 2020, pameran internasional industri helikopter di Moskow, Selasa (15/9) lalu.
"Melanjutkan misi eksplorasi Venus telah ada dalam agenda kami. Kami pikir Venus adalah planet Rusia, jadi kami tidak boleh ketinggalan," ungkap Dmitry saat diwawancarai oleh Kantor Berita Negara Rusia, TASS, selasa kemarin.
"Proyek misi eksplorasi Venus telah termasuk dalam program gabungan eksplorasi luar angkasa yang diusung Rusia untuk tahun 2021-2030," tandasnya seperti dilansir dari cnn.com, Jumat (18/9).
Pernyataan bos Roscosmos itu muncul sehari setelah para ilmuwan mengungkapkan bahwa telah berhasil mendeteksi senyawa yang disinyalir merupakan penanda kehidupan yaitu 'fosfin' di atmosfer Venus.
Venus merupakan planet yang ukurannya serupa dengan Bumi, dan merupakan planet tetangga terdekat dari Bumi, Selain itu planet ini juga memiliki keunikan lain, yaitu pola rotasinya yang berbeda dengan planet lainnya.
Penemuan 'fosfin' di Venus menurut sebagian ilmuwan telah membuat planet ini (yang semula kurang mendapat perhatian dalam berbagai kajian antariksa) menjadi menarik untuk dieksplorasi, bersama dengan jMars dan beberapa planet lain yang disinyalir "dihuni" seperti Enceladus dan Europa.
Selain berdasarkan sedikit bocoran yang diungkapkan oleh bos Roscosmos. Rencana Rusia untuk mengeksplorasi Venus juga telah dikonfirmasi oleh Badan Antariksa Eropa (European Space Agency/ESA) dalam sebuah keterangan di situs website resminya yang menyatakan bahwa Rusia memang memiliki pengalaman yang cukup signifikan dalam kajian Venus jika dibanding negera-negera lain.
"Antara 1967-1984, Pemerintah Rusia telah menjadi pionir dari ragam riset-riset akademik turunan mengenai planet Venus," tulis ESA dalam sebuah postingan di websitenya. (M-4)
Jakpro mengimbau masyarakat mengacu informasi resmi pengelola Planetarium Jakarta melalui kanal Taman Ismail Marzuki (TIM) mengingat tingginya antusiasme terhadap Teater Bintang
Sejumlah warga bahkan sudah mengantre tiket planetarium sejak pukul 07.00 WIB, beberapa bahkan ada yang jauh-jauh datang dari luar kota.
Sistem pembelian tiket Teater Bintang Planetarium Jakarta telah dirancang secara terintegrasi, transparan, dan berbasis kuota.
Dalam satu hari, Teater Bintang di Planetarium menggelar empat sesi, dengan setiap sesinya dapat menampung sebanyak 200 pengunjung.
Tiket OTS Planetarium Jakarta disediakan untuk mengisi sisa kursi yang tersedia atau kuota khusus harian guna mengakomodasi pengunjung yang datang langsung.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan tidak akan mentolerir praktik percaloan dalam penjualan tiket Planetarium Jakarta.
Lubang hitam supermasif di galaksi J1007+3540 kembali aktif dengan ledakan plasma sejauh 1 juta tahun cahaya.
Fenomena astronomi langka akan kembali menghiasi langit dunia. Gerhana Matahari Total terlama pada abad ke-21 dipastikan terjadi pada 2 Agustus 2027.
Pernahkah Anda bertanya mengapa orbit planet berbentuk datar seperti piringan? Simak penjelasan ilmiahnya.
Penemuan langka sistem bintang V1298 Tau mengungkap fenomena unik di mana planet-planet muda memiliki kepadatan sangat rendah dan menyusut seiring waktu.
Simulasi terbaru mengungkap gravitasi Mars berperan vital dalam menstabilkan kemiringan sumbu Bumi dan mengatur siklus iklim jangka panjang (Milankovitch).
Peneliti temukan fenomena 'faint-end suppression' di mana jumlah galaksi kecil menyusut drastis. Simak bagaimana radiasi bintang purba menghambat pertumbuhan mereka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved