Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN penerbangan dan antariksa Amerika Serikat, NASA mengumumkan kebijakan baru terkait misi luar angkasa. Kebijakan tersebut memiliki dua fokus utama yakni 'mencegah penyebaran kuman yang dibawa manusia ke luar angkasa', maupun sebaliknya 'menghentikan penyebaran mikroba yang dibawa astronot dalam perjalanan pulangnya'.
Kebijakan itu dirilis NASA sebelum meluncurkan misi ke bulan yang dijadwalkan pada 2024 mendatang. Perjalanan satu ini cukup menarik karena akan membawa perempuan pertama yang mendarat di bulan. Selain itu, kebijakan juga disusun untuk menyambut perjalanan NASA ke Mars pada 2035 mendatang.
Administrator NASA, Jim Bridenstine, sebagaimana dilansir Dailymail mengatakan, kebijakan yang mengatur perjalanan ke bulan terdiri dari dua ketegori. Kategori pertama dibuat mengingat adanya 'risiko langka' yang mengakibatkan polusi di bulan oleh pesawat luar angkasa dan dapat membahayakan misi lain di masa depan.
Sementara untuk Kategori kedua, lanjutnya, mengatur segala unsur biologis yang dibawa astronot dalam perjalanannya ke bulan. Bagian ini juga mencermati keadaan geografis bulan termasuk berbagai situs di dalamnya.
"Kami perlu memastikan bahwa ketika kami pergi ke bulan, kami harus melindungi situs-situs ilmiah yang sangat penting, dimana ada risiko pencemaran dari sudut pandang biologis," katanya.
Menyoal urusan Mars, Jim menjelaskan, NASA tidak hanya peduli dengan permukaannya, tetapi juga potensi apa saja yang bakal muncul dari robot atau astronot yang mendarat di sana. Ketika mereka kembali ke bumi, harus dipastikan tidak ada mikroba yang menempel pada suku cadang atau baju mereka.
Menurut Jim, kebijakan itu akan menciptakan peluang baru untuk sains yang inspiratif dan kegiatan komersil inovatif terkait perjalanan luar angkasa. "Saya percaya sains dan eksplorasi manusia adalah upaya yang saling melengkapi dan saya senang melihat reformasi kebijakan ini, karena telah membuka era baru sebuah penemuan," pungkasnya. (M-4)
Fenomena astronomi langka akan kembali terjadi: Gerhana Matahari Total diprediksi melintasi sejumlah wilayah Eropa hingga kawasan Arktik pada 12 Agustus 2026.
NASA berupaya menghubungi kembali pengorbit Mars MAVEN yang mendadak diam sejak Desember lalu. Peluang pemulihan menipis setelah kegagalan deteksi terbaru.
BADAN Antariksa Amerika Serikat, NASA, memasuki tahap akhir persiapan misi Artemis II, yang menandai dimulainya kembalinya manusia ke sekitar Bulan setelah lebih dari setengah abad
NASA menyebut durasi totalitas gerhana matahari pada 2 Agustus 2027 diperkirakan mencapai sekitar 6 menit 23 detik.
Proyek ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi sains nasional di Amerika Serikat untuk memahami apakah kita sendirian di alam semesta.
Seiring mendekati jadwal peluncuran, NASA bersiap memindahkan roket Space Launch System (SLS) dan wahana Orion ke landasan peluncuran Launch Pad 39B di Kennedy Space Center
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved