Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
NASIHAT dan ajaran agama untuk tidak berpikir buruk tentang orang atau berbagai hal ternyata memang dibuktikan kebenarannya secara ilmiah. Sebuah penelitian psikologi yang dilakukan oleh ilmuwan dari University College London, Inggris menunjukkan jika pikiran negatif dapat menyebabkan penurunan fungsi otak dan berisiko terkena penyakit Alzheimer, salah satu penyakit yang menyebabkan kemunduran daya ingat.
Penelitian itu menggambarkan potensi risiko jika seseorang berpikiran negatif terus-menerus atau disebut repetitive negative thoughts (RNT). Temuan ini juga diterbitkan dalam jurnal Alzheimer & Dementia edisi awal Juni.
Penanggung jawab utama penelitian ini Dr Natalie Marchant, menegaskan jika penelitian timnya dilakukan spesifik pada RNT. Hal ini sebagai respon karena banyak pihak yang lantas menggunakan penelitian ini sebagai sanggahan dari faktor depresi yang umumnya dianggap sebagai penyebab Alzheimer. "Kami tidak sedang membuktikan potensi dari episode depresi yang dimiliki seseorang akan meningkatkan potensi kemunduran ingatan jangka pendek," jelas Marchant sebagaimana dikutip Daily Mail, Senin (8/6).
Pada studi tersebut, peneliti mengamati 292 orang berusia 55 tahun atau lebih. Para peserta diminta mengisi kuesioner mengenai cara mereka merespon pengalaman negatif.
Tanda-tanda depresi dan gejala kecemasan juga diperhitungkan dalam penelitian ini.
Sesekali penggunaan pemindai otak juga digunakan untuk mengukur endapan dua jenis protein di dalam otak - tau dan amiloid - yang terkait dengan penyakit Alzheimer.
Orang yang menunjukkan kecenderungan RNT akan mengalami penurunan kognisi lebih cepat dalam jangka waktu empat tahun dan akan terbentuk gumpalan protein berbahaya di otak mereka. Menurut para peneliti, temuan ini dapat menggambarkan dengan tepat mengenai kontribusi faktor depresi dan kecemasan terhadap risiko penyakit Alzheimer, dengan indikator stres seperti tekanan darah tinggi yang juga turut berperan.
"Di sini, kami menemukan bahwa pola berpikir tertentu (dalam hal ini RNT) ternyata dapat menyebabkan depresi dan kecemasan, inilah yang kemudian menjadi dasar mengapa orang dengan gangguan tersebut lebih berpotensi terkena demensia," ungkap Marchant.
Namun hasil penelitian ini juga sempat dipertanyakan oleh Fiona Carragher, dari Alzheimer's Society. Ia mengatakan bahwa hubungan antara RNT dan penurunan kognitisi serta fungsi otak perlu penyelidikan lebih lanjut.
"Sebagian besar orang dalam penelitian ini sudah diidentifikasi memiliki risiko terhadap penyakit Alzheimer, jadi kita perlu melihat apakah hasil ini penelitian ini juga terbukti dalam populasi umum," tukasnya. (M-1)
Mengapa emosi bisa berujung kekerasan? Psikolog UGM & UI jelaskan peran Amigdala vs Prefrontal Cortex serta cara mencegah perilaku impulsif.
Jangan keliru! Pahami perbedaan antara emophilia (mudah jatuh cinta) dan love bombing (taktik manipulasi) agar terhindar dari hubungan toksik.
Posisi di tengah membuat seorang anak merasa perlu melakukan upaya ekstra untuk mendapatkan perhatian orangtua yang sering kali terbagi.
Remaja lebih mudah tergoda melakukan hal-hal yang menyenangkan atau sedang tren karena sistem limbik mereka lebih dominan
Ada mekanisme psikologis dan neurologis yang sangat kompleks yang membuat manusia modern begitu terobsesi dengan urusan privasi orang lain, seperti netizen yang terobsesi dengan artis.
PEMAHAMAN mendalam mengenai tahapan perkembangan psikologi anak bukan sekadar wawasan tambahan, melainkan fondasi utama dalam pola asuh modern di tahun 2026.
Obesitas bukan sekadar berat badan berlebih, tapi penyakit kronis. Simak penjelasan dr. Vardian Mahardika mengenai risiko PCOS, Alzheimer, hingga sleep apnea.
Studi terbaru mengungkap fenomena "SuperAger", lansia berusia 80-an dengan memori luar biasa yang memiliki sel otak muda lebih banyak daripada orang dewasa normal.
Studi terbaru mengungkap menopause pengaruhi struktur otak, volume materi abu-abu, hingga risiko demensia. Simak dampak psikologis dan peran terapi hormon.
STUDI dari Spanyol melakukan sebuah penelitian untuk mencoba membantu diagnosis penyakit Alzheimer pada usia 50 tahun. Percobaan itu dilakukan dengan melakukan tes darah.
Penelitian terbaru terhadap 125.000 perempuan mengungkap menopause memicu penyusutan volume otak.
Selama bertahun-tahun, hilangnya kromosom Y pada pria lanjut usia dianggap sebagai bagian biasa dari proses menua.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved