Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
IMBAUAN pemerintah untuk membatasi aktivitas di luar rumah selama pandemi virus korona baru (covid-19) perlu dipatuhi. Namun, ada beberapa kondisi masyarakat terpaksa keluar rumah untuk memenuhi kebutuhan pokok.
Handrawan Nadesul, seorang dokter, penyair, dan penulis di Indonesia baru-baru ini membagikan beberapa kiat agar masyarakat aman saat belanja keluar rumah dalam masa kritis seperti saat ini.
Pertama, selalu gunakan masker secara benar. Kedua, selalu perhatikan pegangan troli atau eskalator saat berbelanja di supermarket. Hal itu karena pegangan troli atau eskalator menjadi media penularan paling banyak. “Bahkan, bila memungkinkan gunakanlah kacamata,” kata Handrawan kepada Media Indonesia, kemarin.
Ketiga, hindari memegang uang kertas. Pasalnya, virus korona diyakini mampu bertahan hingga tiga hari pada permukaan uang kertas. Sebab itu, ada baiknya membawa plastik putih bening kalau berbelanja. Jadi, uang kembalian dari kasir atau pedagang masuk lebih dahulu ke plastik tersebut untuk menghindari kontak langsung dengan kulit.
Keempat, sesampai di rumah jangan memasukkan barang belanjaan secara langsung. Ada baiknya menaruh belanjaan terlebih dahulu di luar rumah dan semprot dengan cairan disinfektan.
“Alas kaki jangan sampai masuk ke rumah karena lantai, aspal, dan tanah, terutama di zona merah, ternyata juga dapat mengandung virus. Droplet yang mengandung virus jika tidak menempel pada manusia, otomatis akan jatuh ke tangan. Kulit juga langsung kita cuci jika di daerah terbuka, seperti tangan. Langsung ganti baju pada ruang tertutup sebelum masuk rumah,” jelas dia.
Dilansir dari laman New York Times, dokter Swartzberg bersama pakar keamanan pangan, Jeff Nelken, juga turut membagikan kiat aman berbelanja selama pandemi covid-19. Pertama, selalu membersihkan tangan sebelum dan sesudah belanja. Kedua, hindarilah banyak menyentuh bahan makanan. Ketiga, menjauh dari kerumunan.
“Supermarket memang merupakan salah satu tempat kerumunan orang yang sibuk mencari kebutuhan pokok. Menjaga jarak jadi penting karena penyebaran covid-19 bisa lewat percikan air liur atau droplet,” jelas Swartzberg.
Hindari jam ramai
Julianti, seorang ibu rumah tangga, mengaku pihaknya mulai membatasi berkegiatan di luar ruangan, termasuk berbelanja, sejak ada imbauan menjaga jarak (physical distancing).
“Saya mengandalkan tukang sayur lewat di kompleks saja. Namun, memang tidak sekomplet berbelanja ke tukang sayur pangkalan atau pasar sih,” kata dia.
Untuk itu, Julianti mengaku kerap terpaksa keluar rumah untuk ke pasar bila keadaan darurat. Namun, ada beberapa hal yang ia siapkan sebelum berbelanja ke pasar.
Pertama, menyiapkan catatan belanja. Kedua, pergi berbelanja sendiri. Ketiga menyiapkan bahan makanan yang tidak gampang rusak karena untuk disimpan dalam jangka waktu yang tidak sebentar. Keempat, menghindari belanja di jam ramai.
“Saya lebih baik belanja pagi sekalian deh, pukul 05.30 WIB pedagang di pasar tuh sudah ada, jadi masih kosong juga, belanjaan masih banyak. Kalau siang sedikit sudah agak banyak orang,” kata dia.
Kelima, kata dia lagi, tetap menerapkan physical distancing. Keenam, memakai masker. Ketujuh, membawa cairan pembersih tangan, seperti hand sanitizer. (S-3)
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan potensi influenza A (H3N2) subclade K atau Super Flu menjadi pandemi tergantung dari 3 faktor.
Peneliti simulasi wabah H5N1 pada manusia. Hasilnya, hanya ada jendela waktu sangat sempit untuk mencegah pandemi sebelum penyebaran tak terkendali.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti mengatakan selama tidak ada deklarasi epidemi di daerah maka korban keracunan MBG akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Adanya hewan hidup dan hewan yang baru disembelih di area yang sama meningkatkan paparan cairan tubuh dan feses yang mengandung virus.
Ahli epidemiologi Michael Osterholm memperingatkan dunia agar bersiap menghadapi pandemi mematikan berikutnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved