Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGI sebagian orang mungkin terbangun di pagi hari adalah hal yang sulit dan kerap mengandalkan alarm untuk dapat terjaga. Fenomena transisi tidur menuju terjaga yang tiba-tiba itu biasanya ditandai dengan perasaan pening yang mengarah pada periode grogi atau yang biasa disebut sleep inersia.
Namun jangan asal memilih bunyi alarm, karena penelitian baru-baru ini menyebut bahwa bunyi alarm di pagi hari memiliki pengaruh terhadap tingkat kewaspadaan seseorang setelah terbangun.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLOS One itu menyebut bahwa menggunakan bunyi-bunyian melodis seperti dalam musik sebagai alarm membuat tingkat kewaspadaan seseorang menjadi lebih tinggi, ketimbang menggunakan alarm konvensional yang berbunyi ‘bip bip’.
Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Institut Teknologi Royal Melbourne (RMIT) itu mempelajari dampak dari berbagai jenis bunyi alarm dan bagaimana bunyi dapat membantu menghilangkan perasaan grogi ketika bangun tidur. Tujuan dari penelitian itu adalah untuk memahami bagaimana penggunaan suara atau musik sebagai alarm bangun tidur dalam memerangi sleep inertia atau kondisi pusing dan lelah ketika bangun.
Penelitian itu melibatkan 50 orang dewasa sebagai partisipan percobaan yang dirancang khusus untuk dilakukan di rumah. Para subjek diminta untuk merekam jenis suara atau bunyi yang mereka gunakan sebagai alarm bangun tidur, kemudian menilai tingkat kewaspadaan mereka dengan menjawab pertanyaan spesifik yang terkait dengan sleep inersia.
Hasilnya menunjukkan bahwa orang-orang yang menggunakan musik sebagai alarm memiliki tingkat kewaspadaan yang lebih tinggi, dibandingkan mereka yang memilih suara ‘bip bip’ yang keras sebagai alarm mereka. Para peneliti juga menemukan bahwa terbangun dengan alarm yang buruk bahkan dapat menurunkan kinerja kerja hingga empat jam lamanya setelah terbangun.
“Anda akan berasumsi bahwa alarm ‘bip bip’ yang mengejutkan akan meningkatkan kewaspadaan, namun data kami mengungkapkan bahwa alarm melodi kiranya merupakan elemen kunci,” terang pemimpin penelitian, Stuart McFarlane dilansir Thestar.com.
“Jika Anda tidak bangun dengan benar, kinerja pekerjaan Anda dapat menurun hingga empat jam, dan itu telah dikaitkan dengan kecelakaan besar. Ini sangat penting bagi orang yang mungkin bekerja dalam situasi berbahaya tak lama setelah bangun tidur, seperti petugas pemadam kebakaran atau pilot, juga bagi siapa saja yang harus waspada dengan cepat seperti seseorang yang mengemudi ke rumah sakit dalam keadaan darurat," sambung McFarlane.
Rekan penulis penelitian Adrian Dyer menyebut bahwa bunyi ‘bip bip’ yang keras boleh jadi mengacaukan atau membingungkan aktivitas otak ketika terbangun. Sementara, sambungnya, bunyi yang lebih melodis seperti lagu The Beach Boys - Good Vibration atau The Cure - Close to Me dapat membantu kita beralih ke keadaan terjaga dengan cara yang lebih efektif. (M-1)
Studi terbaru mengungkap teknik "meta-cognitive doubt". Meragukan pikiran negatif ternyata lebih efektif untuk kembali berkomitmen pada tujuan jangka panjang.
Korps Relawan Bencana di bawah Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi), melaksanakan rangkaian Psychosocial Support Program bagi anak-anak yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Poso.
Dialah Saparinah Sadli, perempuan berusia 99 tahun yang menjadi saksi hidup perjalanan panjang ilmu psikologi dan gerakan perempuan di Indonesia.
Talentlytica bersama Unit Usaha Akademik Unpad akan menggelar Workshop Pauli Reimagined pada 4 Oktober mendatang di Bandung, Jawa Barat
Penggunaan pacar AI di platform seperti Character.AI makin populer, tetapi pakar memperingatkan risikonya.
Cinta bukan hanya soal perasaan, tapi juga ilmiah. Pelajari efek hormon ini saat jatuh cinta dan patah hati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved