Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Sepanjang mengingat kartun animasi produksi Nickelodeon Dora The Explorer, mungkin akan tampak menyenangkan saat kita menontonnya pada usia balita hingga lima tahun. Hingga kita tumbuh menjadi remaja, Dora menjadi bagian dari guilty pleasure. Mungkin anak-anak dulu menontonnya, hingga ia tumbuh remaja tak mengakui lagi bahwa mereka pernah menikmati karakter bocah perempuan atraktif itu.
Rumah produksi Hollywood ramai-ramai membuat versi live action dari koleksi animasi mereka. Sebut saja Disney yang belakangan berturut-turut merilis The Jungle Book, Maleficent, Aladdin, hingga The Lion King dan masih banyak lagi mengantre setelahnya. Nickelodeon, juga ikut meramaikan lewat Dora and The Lost City of Gold yang rilis bulan ini, setelah sebelumnya membuat live action untuk Spongebob, Arnold, dan teman-teman di dalam laut.
The Lost City of Gold digarap oleh sutradara James Bobin. Skenario ditulis Nicholas Stoller dan Matthew Robinson, sementara pengerjaan film dilakukan studio Paramount.
Bobin memberikan pemaknaan baru dari karakter Dora yang bukan hanya sekadar atraktif, melainkan menjadikan karakter Dora (Isabela Moner) lebih relevan. Bobin bahkan masih memberikan ruang untuk kita mengingat Dora yang sering mengajak penontonnya ikut dalam petualangan yang tengah dilalui. Justru, ini jadi salah satu unsur komikal di The Lost City.
Kisah dimulai ketika Dora dan Diego (Jeffrey Wahlberg) kecil tinggal di hutan bersama orangtua Dora. Namun, Diego harus pindah ke kota, sementara sepupunya tumbuh di hutan. Sedekade mereka kemudian berpisah. Pertemuan keduanya terjadi kembali ketika Dora menyusul Diego ke kota, menjalani kehidupan barunya untuk sekolah, sebab kedua orangtuanya harus melanjutkan penjelajahan.
Momen ini yang dieksplorasi Bobin untuk menyuguhkan Dora yang dulu tampak menyebalkan bagi orang dewasa atau remaja, menjadi karakter yang ternyata punya relevansi pada penonton. Ia yang kikuk dan perlu beradaptasi pada suatu tempat baru, dan mempertanyakan jati dirinya. Dora dan Diego yang dulu kompak sebagai mitra, saat kembali bersatu justru banyak perbedaan kontras di antara keduanya. Suatu yang menunjukkan bahwa Diego sebagai remaja yang tinggal di kota tumbuh dengan cara berbeda yang ditempuh Dora yang sepanjang ia hidup hingga menjadi remaja, berkawan dengan ular Boa atau buaya.
Dalam dialog juga diselipkan beberapa sempalan sarkastik mengenai upaya para enviromentalist yang menggalang dana untuk penyelamatan hutan tanpa tahu kondisi sebenarnya yang terjadi. Juga bagaimana selipan sarkasme terhadap sikap misogini.
Bobin menyuguhkan The Lost City sebagai suatu medium pemaknaan baru Dora yang semula sekadar karakter anak-anak, menjadi remaja yang tengah tumbuh dengan perubahan hidupnya, yang semula di hutan menjelajah di antara rerimbunan pohon harus berteman dengan remaja sebayanya, atau bahkan merasakan ketertarikan pada lawan jenis yang mungkin akan sulit ia alami bila masih hidup di tengah hutan.
Menggabungkan visual live action dengan animasi juga Bobin lakukan secara sadar yang menjadikan film ini selain memberi pemaknaan baru pada karakter, juga terbuka pada semua peluang visual yang mungkin dimasukkan. Bobin tampak sesekali jail dengan eksperimennya.
Dora The Lost City of Gold menjadi film yang bukan hanya berbicara petualangan, melainkan juga perubahan-perubahan dalam hidup yang lazim dialami oleh seorang remaja. The Lost City of Gold membuat remake live action ini menjadi terasa bermakna, bukan sekadar mengeruk duit penonton, dan menjadi tidak sia-sia. (M-2)
DKI Jakarta menyelenggarakan doa bersama lintas agama dan hiburan lainnya termasuk konser.
MEMPERINGATI delapan dekade perjalanan organisasi, Pengurus Pusat Pemuda Katolik melaksanakan kunjungan kasih ke Panti Asuhan Pelayanan Kasih Bakti Mandiri, Sabtu (15/11).
Kolaborasi antara Loket, Indodana, dan TikTok dalam forum ini menegaskan pentingnya sinergi antara data, layanan finansial, dan pemasaran digital.
Tiga perangkat terbarunya yakni Xiaomi Watch S4, Xiaomi OpenWear Stereo Pro, dan Xiaomi Smart Band 10 Glimmer Edition
Kehadiran Pagaehun menjadikan Icon Bali sebagai mal pertama yang menghadirkan konser publik artis K-Pop Korea di Bali.
Lebih dari dua dekade perjalanan memperlihatkan konsistensi Muchtar P Simanjuntak dalam membangun visi besar. Ia tidak pernah berhenti menekankan pentingnya kolaborasi dan keberlanjutan.
Dengan mempertemukan lagi Tom Hanks dan Robin Wright, film Here sukses menampilkan eksperimen sinematik yang out of the box, tetapi sebaliknya dari sisi emosional.
Film ini berkisah tentang teror mengerikan yang terjadi di rumah tua milik kolektor bernama Risang Wisangko.
Kinds of Kindness terdiri atas tiga bagian cerita dibintangi oleh pemeran yang sama. Membawa kembali komedi gelap nan absurd sang sutradara.
Dalam catatan Koalisi Seni, sepanjang 2010-2023 ada 40 kasus pelanggaran kebebasan di sektor film. Terbanyak ketiga dari seluruh sektor kesenian.
Po karakter utama dalam franchise Kung Fu Panda melanjutkan petualangannya dalam Kung Fu Panda 4 yang rilis pada Minggu (3/3/24).
Ia pun merasa senang bisa memerankan karakter perempuan yang berani menyuarakan pendapat dan gagasannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved