Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
Bermodal gawai, Ibu Catur Guna Yuyun Ang menangkap momen istimewa keceriaan dan aktivitas seru sang anak, Zara Nugroho. Diedit sederhana melalui aplikasi khusus, ibu yang akrab disapa Yuyun itu mengunggahnya ke Youtube, situs berbagi video. Hasilnya, video itu pun ditonton ribuan orang lo sobat.
Ya, kanal Youtube ini tentunya juga pernah ditonton atau menjadi tontonan favorit sobat Medi bukan? Itu lo kanal Youtube Zara Cute, anak perempuan yang banyak mengeksplorasi mainan, membuat kerajinan tangan, hingga aktivitas sehari-harinya.
Tak sedikit lo anak-anak yang terinspirasi dari Zara untuk membuat tayangan Youtube sendiri. Menurutnya, bahasa dan sikap yang disampaikan Zara mudah dicerna dan diingat anak-anak seusianya.
Pada Sabtu (30/3), di Millennia Book Store, Tangerang Selatan, Zara yang memulai ngevlog umur 9 tahun itu, sudah memiliki 1,8 juta subscriber. Ia juga berbagi cara ngevlog ke 35 orang lainnya lo. "Sekarang tidak butuh kamera besar, cukup pakai handphone saja sudah bisa buat video Youtube," kata Ibu Yuyun.
Ibu Yuyun yang pernah bekerja sebagai penyiar di Global TV itu menambahkan, yang terpenting posisi kameranya landscape atau memanjang ke samping seperti bentuk buku gambar. Selain itu, ada banyak kiat yang diberikan Zara dan mamanya, yuk cari lebih jauh! (M-3)
Teknik Mudah
1. Bekerja sama dengan orangtuamu untuk mengendalikan kamera.
2. Bangun mood terlebih dahulu.
3. Posisi kamera harus landscape atau memanjang. Jika berdiri, pinggirannya akan hitam.
4. Pengambilan gambar jangan goyang. Kamu bisa memakai tripod untuk mengakalinya.
5. Jangan terlalu lama ambil gambar, harus di cut to cut minimal 5 detik ambil gambar, lanjut ganti sisi gambar lainnya.
6. Usahakan jangan di-zoom, lebih baik mendekat ke objek.
7. Pakai edit video.
Langkah Buat Video
Sobat Medi harus ingat ya jika membuat video ada tahapan yang harus dilewati. Ini untuk menggiring penonton agar tak kebingungan dengan tayangan yang ditampilkan.
1. Pembukaan
Ini menjadi bagian penting agar penonton bisa merasa disambut. Kalian bisa memulai dengan menyapa penonton, misalnya, 'halo teman-teman' dan 'hai semuanya'. Ibu Yuyun merekomendasikan untuk tidak memanggil dengan 'hai guys', karena videonya bisa ditonton semua orang. "Sebutan guys bisa jadi enggak sopan kalau yang nonton usianya lebih dari kita," kata Ibu Yuyun.
2. Isi atau konten
Sesudah menyapa penonton, kalian bisa langsung masuk pada kontennya, misalnya, membuat kerajinan ataupun memasak bareng ibumu. Jangan lupa memberitahu tahapan yang kamu buat, bicarakan pula apa yang dirasakan kalian saat melakukannya agar penonton bisa ikut merasakan meskipun tidak melakukannya.
3. Penutupan
Jika ada pembukaan tentu harus ada penutupan kan sobat. Kalian bisa menutupnya dengan mengucapkan terima kasih atau promosi untuk melihat video selanjutnya.
Youtuber Cilik Berpenghasilan Tinggi
Menjadi Youtuber kini telah menjadi cita-cita bagi sebagian orang, bukan lagi hanya dokter, polisi, maupun pilot kan. Selain Zara, ada anak-anak yang sudah memiliki kanal Youtube sendiri. Mereka bahkan telah memiliki pendapatan cukup besar lo. Siapa mereka?
1. Azka Nikola Corbuzier
Anak laki-laki dari pesulap Deddy Corbuzier itu telah menjadi Youtuber sejak 8 November 2014. Kini ia memiliki 505.828 subscriber dan berpenghasilan US$11 ribu atau sekitar Rp140 jutaan per bulan.
2. Lifia Niala
Youtuber Lifia Niala termasuk yang populer di Indonesia nih. Jumlah subscriber-nya sudah lebih dari 1,6 jutaan lo. Tayangan yang dibangun kakak-adik itu mencakup kegiatan sehari-harinya, me-review mainan, hingga mencari kucing kesayangannya bernama Toby.
3. Family Fun Pack
Di luar negeri, ada pula kanal Family Fun Pack yang berisi kegiatan keluarga berisi lima kakak-beradik yang lucu dan kompak. Kanal Youtube Family Fun Pack ini pun berhasil meraup pendapatan sebesar Rp11 miliar per bulan.
4. Ryan Toysreview
Youtuber cilik yang satu ini punya pendapatan yang luar biasa gila. Hanya dengan me-review mainan, ia mendapat subscriber sebanyak 19 juta sejak kemunculannya pada 16 Maret 2015. Bahkan, ia mampu meraup pendapatan dari Youtube sebesar Rp35 miliar lo.
SUARA ANAK
Belajar Youtube Gampang Kok
Farras
Kelas 2, SD Pelita Bangsa
Zara itu sudah jadi inspirasiku untuk membuat video Youtube. Dia kreatif dan ceria sehingga videonya bagus-bagus. Aku tak pernah bosen menontonnya.
Nasya Ksatria Putri
Usia 3 tahun
Keluargaku punya Youtube, ibu selalu bikin video mengenai kegiatanku dan kakak. Aku pun awalnya malu tampil di kamera, tapi terus belajar.
Persepsi ini lahir dari cara pandang lama yang mengabaikan prinsip gizi seimbang. Padahal ukuran kesehatan tidak bisa hanya dilihat dari tampilan fisik semata.
Paparan gawai pada fase krusial pertumbuhan (usia 5 hingga 15 tahun) berisiko memicu gangguan tumbuh kembang yang menetap hingga dewasa.
Skrining pendengaran pada anak sejak dini menjadi kunci vital dalam menjaga kualitas hidup dan fungsi komunikasi buah hati.
Fungsi pendengaran memiliki kaitan erat dengan kemampuan bicara anak.
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Kunci utama keberhasilan aturan pembatasan gawai bukan hanya pada larangan, melainkan pada keteladanan orangtua sebagai role model.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved