Minggu 07 April 2019, 12:05 WIB

Pet Sematary, Remake yang Lebih Mendebarkan

Fathurrozak | Weekend
Pet Sematary, Remake yang Lebih Mendebarkan

IMDB/Pet Sematary
Salah satu adegan film Pet Sematary yang di-remake ulang dari film berjudul serupa produksi 1989.

 

Pet Sematary merupakan film adaptasi novel karya Stephen King. Berkisah tentang keluarga dokter Louis Creed (Jason Clarke), yang pindah ke wilayah perdesaan untuk mengurangi kesibukan. Mereka tinggal di rumah yang punya kebun (hutan) sangat luas di belakangnya.

Film ini punya plot yang agak klise sebagai film horor. Tokoh utama yang penasaran pada kejanggalan, dan selanjutnya kita bisa tahu adegan yang terjadi.

Stephen King memang lekat dengan novel horor mencekamnya yang meneror. Sebut saja, It (2017), atau kita tidak bisa untuk tidak menyebut The Shining (1980), yang disutradarai Stanley Kubrick, dan bisa dikatakan sebagai salah satu jajaran film horor dari adaptasi novel King yang paling meneror dan mencekam. Jack Nicholson dalam film itu tampil prima untuk mencabik bulu kuduk kita.

Benih teror Pet Sematary dimulai ketika Ellie (Jete Laurence), anak Louis, berjalan-jalan ke halaman belakang rumah baru mereka. Ia melihat arakan anak-anak layaknya tengah bermain marching band, memakai topeng, menuju jalan setapak.

Para aktor Pet Sematary sebenarnya tampil meyakinkan. Intrik mengenai kehidupan setelah kematian yang ditanyakan Ellie, sebagai anak-anak yang beranjak besar, menjadi salah satu sisi yang memberikan motivasi karakter yang dimiliki orangtuanya, Louis dan Rachel (Amy Seimetz). Perbedaan pandangan keduanya, misalnya, lebih jelas dan kuat ketimbang film versi lamanya.

Sisi humanis dalam Pet Sematary juga sebenarnya ditaruh dalam porsi tepat, dan natural. Misal, meminjam karakter yang ditunjukkan adik Ellie, Gage. Atau pertemuan Ellie dengan Jud (John Lithgow), tetangganya saat di permakaman hewan. Film ini punya premis bagaimana yang telah meninggal bisa dihidupkan kembali, di tanah suku kuno. Jud, membawa Louis ke tanah itu, ketika Church, kucing Ellie, mati tertabrak truk Orinco yang memang kerap melintas di depan rumah mereka.

BACA JUGAHotel Mumbai, Menghadapi Teror dengan Humanisme

Jud menuntun Louis ke tanah berbatu keramat milik suku kuno itu. Teror datang dari hidupnya kembali Church. Dari kejadian itu, horor mencekam semakin intens. Ditambah, porsi halusinasi yang diderita Rachel terhadap masa kecilnya, yang selalu merasa bersalah pada saudarinya yang menderita sakit tulang belakang. Kematian saudarinya itu terus menghantui Rachel, dan berkembang menjadi tambahan teror Pet Sematary, walau agaknya terlalu mengambil porsi berlebih.

Apa yang menyebalkan dari film ini? Akhir dari film, ketika Louis sekeluarga menyeringai dan seolah membuyarkan nuansa horor yang terbangun.

Pet Sematary tayang reguler di jaringan bioskop Indonesia mulai 5 April. (M-2)

Baca Juga

Dok. JFW 2022

Koleksi Adaptasi Masa Disrupsi di JFW 2022

👤Putri Rosmalia 🕔Senin 29 November 2021, 17:10 WIB
JFW 2022 telah berlangsung 25 - 28 November...
Dok. Sejauh Mata Memandang/ Jakarta Fashion Week/ Tiktok Indonesia

Sejauh Mata Memandang dan Dian Sastrowardoyo Ajak Cintai Bumi lewat Fesyen

👤Putri Rosmalia 🕔Senin 29 November 2021, 16:15 WIB
Koleksi kolaborasi mereka ditampilkan di Jakarta Fashion Week...
Promobot

Perusahaan ini Tawarkan Rp2 Miliar buat Relawan yang Bersedia 'Pinjamkan' Wajahnya untuk Robot

👤Irana 🕔Senin 29 November 2021, 15:59 WIB
Produsen robot Promobot saat ini sedang mencari wajah untuk robot humanoid berikutnya, yang akan digunakan di hotel, pusat perbelanjaan,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya