Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Mungkin 15 tahun lalu, untuk berkirim email mayoritas masyarakat dunia masih mengandalkan Yahoo. Kala itu menjadi momentum kelahiran surel milik Google bernama Gmail.
Senior Product Manager Gmail, Tom Holman dalam siaran persnya yang diterima Media Indonesia menceritakan perjalanan Gmail.
"Di tahun 2004, email berbeda sekali dengan sekarang. Ada banyak sekali spam dan tidak ada cara mudah untuk mencari email tertentu atau merapikan email yang ada.
Selain itu, Anda harus menghapus-hapus email agar tidak melebihi batas penyimpanan. Kami mengembangkan Gmail untuk mengatasi masalah-masalah itu dan sekarang Gmail telah bertumbuh menjadi produk yang sehari-hari diandalkan 1,5 miliar orang untuk menuntaskan pekerjaan mereka," jelas Tom.
Baca juga: Siap Saingi Zoom, Google Sajikan Meet di Gmail Android dan iOS
Gmail saat ini diklaim Tom berbeda dibandingkan awal diluncurkan. Saat diluncurkan pertama kali pada 1 April 2004, Gmail memiliki fitur integrasi dengan Google Search dan memiliki kemampuan mengelompokan pesan dalam untaian percakapan sehingga memudahkan dalam membalas dan mencari pesan.
Tidak hanya itu, Gmail versi awal juga memberikan kapastias penyimpanan 1 GB secara cuma-cuma yang menjadi fitur penyimpanan gratis terbesar saat itu.
"Pertengahan dekade 2000-an, spam email merupakan masalah serius. Gmail memblokir spam sebelum sampai ke kotak masuk.
Gmail juga menyediakan cara bagi pengguna untuk melaporkan email yang dicurigai sebagai spam dan membantu email menjadi lebih aman.
Seiring berjalannya waktu, kami telah meningkatkan kemampuan filter spam kami dengan Artificial Intelligence atau AI (kecerdasan buatan). Sekarang, AI membantu kami memblokir hampir 10 juta spam per menit," imbuh Tom.
Perbedaan lain ialah dulu belum ada ponsel pintar. Gmail dibuka menggunakan desktop.
"Anda mungkin sudah menggunakan Smart Compose, fitur berteknologi AI yang membantu Anda menyusun email dengan lebih cepat.
Fitur ini telah membantu menghemat waktu pengetikan lebih dari 1 miliar karakter per minggunya. Kini kami memperbarui fitur Smart Compose sehingga mendukung lebih banyak bahasa (Spanyol, Prancis, Italia, dan Portugis) serta menghadirkannya ke Android dan juga iOS dalam waktu dekat," papar Tom.
Fitur baru yang kedua adalah pengguna bisa memutuskan kapan email sampai di kotak masuk penerima.
Fitur baru tersebut memungkinkan penggunanya menjadwalkan pengiriman email pada tanggal atau waktu yang sesuai.
"Terakhir, Anda bisa melakukan tindakan tanpa keluar dari kotak masuk. Anda bisa menanggapi untaian komentar di Google Docs, melihat-lihat rekomendasi hotel, dan tindakan-tindakan lain, langsung di dalam email. Jadi, Anda tidak perlu membuka tab atau aplikasi baru," pungkas Tom. (M-3)
Baca juga : Ngobrol Bareng John Legend via Google Assistant
http://mediaindonesia.com/read/detail/227466-ngobrol-bareng-john-legend-via-google-assistant
GOOGLE dikabarkan tengah mengembangkan fitur ‘Tap To Edit’ untuk sistem balasan otomatis pada aplikasi pesan instan Google Massages, sebuah fitur yang memungkinkan pengguna mengedit pesan.
Google memperkenalkan Veo 3.1, model AI terbaru yang mampu mengubah gambar menjadi video hingga resolusi 4K, lengkap dengan format vertikal dan dialog.
Sejak akhir 2025 hingga awal 2026, platform milik Google ini merilis dan menguji berbagai fitur menarik.
Gmail berubah total di 2026 dengan AI Gemini. Simak cara baru menulis email di Gmail, fitur Help Me Write, AI Inbox, dan ringkasan email otomatis.
Google menambah rangkaian fitur berbasis Gemini di Gmail, termasuk tab baru “AI Inbox” yang membaca email pengguna lalu menyarankan daftar tugas (to-dos) serta topik penting
Google kembali meluncurkan inovasi berbasis kecerdasan buatan yang semakin mempermudah penggunaannya.
Gmail berubah total di 2026 dengan AI Gemini. Simak cara baru menulis email di Gmail, fitur Help Me Write, AI Inbox, dan ringkasan email otomatis.
Google menambah rangkaian fitur berbasis Gemini di Gmail, termasuk tab baru “AI Inbox” yang membaca email pengguna lalu menyarankan daftar tugas (to-dos) serta topik penting
Gmail memiliki kapasitas penyimpanan besar, keamanan tinggi, tampilan sederhana dan mudah digunakan, serta mendukung banyak akun dalam satu aplikasi.
Banyak pengguna ingin mengganti alamat Gmail tanpa kehilangan data karena alasan profesional, keamanan, atau privasi.
Google menegaskan tidak menggunakan email Gmail untuk melatih Gemini AI. Klaim viral dibantah, dan Malwarebytes mencabut artikelnya setelah terjadi kesalahpahaman.
Gmail merupakan salah satu layanan email paling populer di dunia karena mudah digunakan, aman, dan terintegrasi dengan berbagai layanan Google lainnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved