Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Hangzhou: Jendela Peradaban Tiongkok yang Memikat Wisatawan Indonesia

Basuki Eka Purnama
07/1/2026 20:31
Hangzhou: Jendela Peradaban Tiongkok yang Memikat Wisatawan Indonesia
Pemandangan Kota Hangzhou(MI/HO)

DIKENAL selama berabad-abad sebagai jendela peradaban Tiongkok yang telah eksis selama lebih dari lima milenium, Hangzhou kini gencar memperkuat daya tariknya bagi wisatawan global, termasuk Indonesia. Ibu kota Provinsi Zhejiang ini menawarkan perpaduan unik antara kehangatan kota modern dan kemegahan situs warisan budaya dunia.

Upaya promosi yang dipimpin oleh Dinas Kebudayaan, Radio, Televisi, dan Pariwisata Hangzhou ini sejalan dengan tren positif pariwisata nasional. Tiongkok secara konsisten menempati posisi lima besar destinasi utama warga Indonesia. 

Data BPS mencatat lebih dari 300.000 wisatawan asal Indonesia berkunjung ke Tiongkok pada Semester I-2025, menyumbang sekitar 5,6% dari total perjalanan luar negeri WNI.

Kedekatan budaya dan pariwisata kedua negara bahkan telah diabadikan melalui penerbitan Prangko Bersama Indonesia-Tiongkok pada Agustus 2025. Prangko edisi khusus dalam rangka 75 tahun hubungan bilateral tersebut menampilkan keindahan Danau Beratan di Bali berdampingan dengan Danau Barat di Hangzhou.

Kekuatan Tiga Situs Warisan Dunia

Pesona utama Hangzhou terpancar dari tiga Situs Warisan Dunia yang masing-masing mewakili tonggak sejarah penting Tiongkok:

  1. Danau Barat (West Lake): Mahakarya estetika klasik yang melambangkan keselarasan manusia dan alam selama lebih dari 1.000 tahun melalui "10 Pemandangan Danau Barat".
  2. Kanal Besar: Jalur air buatan tertua dan terpanjang di dunia yang menjadi saksi kejayaan ekonomi masa lampau dan kini menyatu dengan denyut kota modern.
  3. Situs Arkeologi Kota Liangzhu: Bukti nyata asal-usul peradaban Tiongkok sejak 5.000 tahun lalu dengan sistem pengelolaan air maju dan artefak giok yang indah. Situs ini mengukuhkan Hangzhou dengan julukan "Kota Pertama Tiongkok".

Transformasi Digital dan Hubungan Ekonomi

Selain pariwisata, Hangzhou memperkuat posisinya sebagai pusat belanja internasional melalui kebijakan Tax Refund for Tourists (TRT). Kebijakan ini memungkinkan wisatawan asing mendapatkan pengembalian Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari aktivitas belanja di toko bebas bea.

Hubungan bilateral juga semakin solid di sektor ekonomi digital. Pada ajang Global Digital Trade Expo (GDTE) September 2025, Indonesia hadir sebagai salah satu tamu kehormatan. Wali Kota Hangzhou, Yao Gaoyuan, mengungkapkan pentingnya peran Indonesia dalam kerja sama ini.

“Sebagai tamu kehormatan di ajang GDTE tahun ini, Indonesia memiliki rencana pengadaan barang dan jasa dengan nilai yang mendekati RMB 1 miliar, terutama untuk pembangunan ibu kota baru dan transformasi digital,” ujar Yao Gaoyuan.

Delegasi bisnis Indonesia yang terdiri dari sekitar 100 orang turut hadir secara khusus untuk menjajaki peluang kolaborasi. 

Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam mengakui bahwa Hangzhou telah bertransformasi secara pesat, terutama dalam aspek digitalisasi yang menjadi inspirasi bagi pengembangan kota-kota di Indonesia. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya