Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Kota Madrid, Spanyol, mungkin lebih dikenal sebagai surga sepak bola bagi pencinta sepak bola. Kota ini tidak hanya menjadi rumah bagi beberapa klub sepak bola paling bersejarah, tetapi juga menyuguhkan pengalaman unik melalui berbagai pertandingan sepak bola papan atas.
Namun, tahukah anda, kota Madrid juga dikenal dengan kota yang kaya destinasi seni dan budaya. Dalam siaran resmi Madrid Turismo by IFEMA Madrid pada Senin (29/1), ada sederet destinasi seni dan budaya yang patut dikunjungi saat Anda pergi ke Madrid. Termasuk di antaranya Museum El Prado yang telah berusia 200 tahun.
1. Museum El Prado
Jika Anda hanya memiliki kesempatan untuk mengunjungi satu museum di Madrid, pastikan untuk mengunjungi Museum El Prado yang diakui sebagai salah satu museum terbaik di Eropa.
Keistimewaan Museum El Prado terletak pada karya seni paling terkemuka dan terkenal di dunia, seperti "Las Meninas" yang diciptakan oleh Diego Velazquez, selain itu ada pula koleksi yang melibatkan lukisan dan patung karya seniman ternama seperti El Greco, Rubens, dan Goya.
Kemudian, bentuk bangunan yang monumental menjadi daya tarik tersendiri dan cocok sebagai tempat spot foto. Maka, luangkan waktu untuk mengapresiasi keindahan koleksi baik dari dalam maupun luar bangunan museum.
2. Kawasan Lavapies
Destinasi seni dan budaya lain yang perlu dikunjungi saat anda pergi ke Madrid adalah kawasan Lavapies. kawasan ini merupakan lingkungan bersejarah di kota Madrid. Sejumlah bangunan bersejarah terdapat di kawasan Lavapies, termasuk diantaranya Gereja San Cayetano.
Di sana, anda dapat merasakan pengalaman tur berkeliling tanpa pemandu, menjelajahi sejumlah jalanan penuh seni dan mural yang luar biasa. Jangan lewatkan untuk mengabadikan foto di "The Sombrerete Sundial," sebuah karya seni yang menggambarkan seorang wanita menggantung pakaian.
3. El Escorial Monastery
Jika Anda pergi ke Madrid jangan lupa untuk mampir ke situs warisan dunia El Escorial Monastery. Bangunan ini dulunya adalah sebuah bangunan yang pernah menjadi kediaman penguasa monarki Spanyol. Bagunan ini juga merupakan salah satu situs kerajaan di Spanyol dan berfungi sebagai biara, istana kerajaan, museum, dan sekolah.
El Escorial merupakan lokasi wisata yang populer, sering dikunjungi wisatawan harian dari Madrid. Lebih dari 500.000 wisatawan diperkirakan berkunjung ke El Escorial setiap tahunnya.
4. Pertunjukkan Flamenco
Berkunjung ke Kota Madrid tidak hanya memberikan pengalaman seni melalui karya seni dan bangunan yang khas, tetapi juga menawarkan pertunjukan Flamenco yang penuh gairah dan intens.
Adapun, pertunjukkan seni tari ini menawarkan genre ekspresivitas yang memukau para penonton, tanpa menghiraukan dari mana mereka berasal ataupun apakah mereka memahami bahasa tersebut.
Pertunjukkan flamenco dapat disaksikan lewat sederet tablaos (bar flamenco) yang hadir di Madrid, mereka memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk menikmati pertunjukan flamenco setiap malam sambil menikmati hidangan lezat atau minuman. (Rif)
Getafe vs Valencia pada lanjutan Liga Spanyol berakhir dengan kemenangan tipis bagi tim tamu. Valencia sukses mencuri tiga poin usai menaklukkan Getafe 1-0 berkat gol penentu Jose Gaya
Laga Barcelona vs Madrid di final Piala Super Spanyol diprediksi menjadi momen krusial bagi masa depan Xabi Alonso sebagai pelatih Real Madrid.
Pelatih Xabi Alonso hadir di ruang pers Coliseum dan menganalisis kemenangan Real Madrid atas Getafe 1-0 di pekan kesembilan LaLiga.
Real Madrid mengalahkan tuan rumah Getafe 1-0 di Stadion Coliseum melalui gol Mbappe.
Real Madrid mengalahkan tuan rumah Getafe 0-1 di Coliseum setelah mereka barada di posisi puncak klasemen LaLiga.
Real Madrid dihajar Paris Saint-Germain (PSG) dengan skor telak 0-4 pada semifinal Piala Dunia Antarklub 2025.
KEBIJAKAN kenaikan harga tiket masuk Museum Nasional Indonesia mendapat kritikan tajam Sejarawan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR), Edy Budi Santoso.
Ketiga destinasi wisata sejarah tersebut adalah Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Wayang, serta Museum Tekstil.
Selama pengelola museum masih menerima dana dari APBN, masyarakat tidak seharusnya dibebani biaya tinggi untuk mengakses fasilitas negara.
Kenaikan tarif Museum Nasional dari sebelumnya yang sebesar Rp25.000 merupakan langkah krusial untuk memenuhi standar pemeliharaan internasional.
Sebagai lembaga yang dikelola pemerintah, Museum Nasional mengemban tanggung jawab moral untuk mempermudah akses pendidikan bagi warga negara.
Fosil legendaris Homo erectus atau yang dikenal luas sebagai Java Man kini telah resmi dipamerkan untuk publik di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved