Jumat 14 Agustus 2020, 21:51 WIB

Alokasikan Rp 30,5 T untuk Kesetaraan Akses Internet Nasional

mediaindonesia.com | Telecommunication Update
Alokasikan Rp 30,5 T untuk Kesetaraan Akses Internet Nasional

Antara
Sejumlah pelajar SMP N 4 Bawang berada di atas bangunan untuk mendapatkan sinyal jaringan internet gratis di Sigemplong, Batang, Jateng.

PRESIDEN Joko Widodo menyatakan pembangunan Teknologi Komunikasi dan Informasi (ICT) di tahun 2021, dialokasikan sebesar Rp30,5 triliun (termasuk melalui TKDD). Alokasi itu ditargetkan dapat mendorong kesetaraan akses internet di seluruh Indonesia.

"Difokuskan untuk mengakselerasi transformasi digital untuk penyelenggaraan pemerintahan, mewujudkan pelayanan publik yang efisien dan cepat, seperti bidang pendidikan, kesehatan, dan pemerintahan," tutur Presiden saat menyampaikan Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2021 Beserta Nota Keuangannya di Depan Rapat Paripurna DPR RI, di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Provinsi DKI Jakarta, Jumat (14/8). 

Menurut Kepala Negara, alokasi anggaran itu ditujukan untuk mengonsolidasi dan mengoptimasi infrastruktur dan layanan bersama, khususnya untuk masyarakat yang tinggal di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

"Serta mewujudkan inklusi masyarakat di wilayah prioritas pembangunan dan mendorong kesetaraan dengan tambahan akses internet pada sekitar 4.000 desa dan kelurahan di daerah 3T," jelasnya.

Presiden menyampaikan bahwa Pemerintah mengusung tema kebijakan fiskal tahun 2021, yaitu “Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi”.

”Pandemi Covid-19 telah menjadi bencana kesehatan dan kemanusiaan di abad ini yang berimbas pada semua lini kehidupan manusia. Berawal dari masalah kesehatan, dampak pandemi Covid-19 telah meluas ke masalah sosial, masalah ekonomi, bahkan ke sektor keuangan,” tuturnya.

Disampaikan Presiden, program pemulihan ekonomi akan terus dilanjutkan bersamaan dengan reformasi di berbagai bidang. ”Kebijakan relaksasi defisit melebihi 3 persen dari PDB masih diperlukan, dengan tetap menjaga kehati-hatian, kredibilitas, dan kesinambungan fiskal,” ujarnya.

Oleh karena itu, Presiden sampaikan rancangan kebijakan APBN 2021 diarahkan untuk pertama, mempercepat pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19. Kedua, mendorong reformasi struktural untuk meningkatkan produktivitas, inovasi, dan daya saing ekonomi. Ketiga, mempercepat transformasi ekonomi menuju era digital dan keempat, pemanfaatan dan antisipasi perubahan demografi.

Karena akan banyak ketidakpastian, Presiden menyampaikan RAPBN harus mengantisipasi ketidakpastian pemulihan ekonomi dunia, volatilitas harga komoditas, serta perkembangan tatanan sosial ekonomi dan geopolitik, dan efektivitas pemulihan ekonomi nasional, serta kondisi dan stabilitas sektor keuangan.

”Pelaksanaan reformasi fundamental juga harus dilakukan: reformasi pendidikan, reformasi kesehatan, reformasi perlindungan sosial, dan reformasi sistem penganggaran dan perpajakan,” jelas Presiden.

Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa asumsi indikator ekonomi makro yang dipergunakan adalah pertumbuhan ekonomi tahun 2021 diperkirakan akan mencapai 4,5% sampai dengan 5,5% dan tingkat pertumbuhan ekonomi ini diharapkan didukung oleh peningkatan konsumsi domestik serta investasi sebagai motor penggerak utama.

Dalam RAPBN tahun 2021, Presiden sampaikan defisit anggaran direncanakan sekitar 5,5 persen dari PDB atau sebesar Rp971,2 triliun sehingga defisit ini lebih rendah dibandingkan defisit anggaran tahun 2020 sekitar 6,34 persen dari PDB atau sebesar Rp1.039,2 triliun. (OL-09)

Baca Juga

dok/OPPO

OPPO Find Health Memotivasi Masyarakat Hidup Aktif dan Peduli Tenaga Kesehatan

👤Media Indonesia 🕔Kamis 29 Juli 2021, 15:50 WIB
OPPO juga mengajak masyarakat berkontribusi menyediakan rumah singgah bagi tenaga medis yang saat ini tengah fokus menangani...
Ist

Mengorbit 2023, Satria Hadirkan  Wifi Gratis di 150 Ribu Titik

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 16 Oktober 2020, 08:00 WIB
Satria memiliki kapasitas 150 Gbps atau tiga kali lipat dari keseluruhan kapasitas sembilan satelit yang saat ini digunakan...
Ist

Kendati Pandemi, EBITDA Tetap Tumbuh dan Margin Laba Bersih Naik

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 08 Agustus 2020, 16:46 WIB
Kinerja PT Telkom yang sehat juga tercermin dengan meningkatnya arus kas dari kegiatan operasi yang tumbuh 23,4% menjadi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Ramai-Ramai Abai Laporkan Kekayaan

KPK mengungkap kepatuhan para pejabat membuat LHKPN tahun ini bermasalah. Akurasinya juga diduga meragukan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya