Headline

Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.

Jepang Temukan Magma Baru di Kikai, Indonesia Diminta Waspada Toba

Intan Safitri
30/3/2026 22:18
Jepang Temukan Magma Baru di Kikai, Indonesia Diminta Waspada Toba
Pulau Lōjima, yang merupakan gunung berapi, terletak di tepi kaldera gunung berapi Kikai-Akahoya yang sangat besar di bawah laut.(Dok. New Scientist)

PENELITIAN terbaru dari tim ilmuwan Jepang mengungkap bahwa Kaldera Kikai belum mati. Studi yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications Earth & Environment menunjukkan adanya reservoir magma besar di bawah dasar laut Kikai, Jepang selatan.

Data seismik memperlihatkan magma baru terus masuk ke dalam sistem lama. Kedalamannya relatif dangkal, sekitar beberapa kilometer di bawah permukaan. Ini jadi indikator kuat bahwa sistem vulkanik tersebut sedang mengalami proses pengisian ulang atau refilling.

Peneliti menegaskan, kondisi ini bukan tanda erupsi dalam waktu dekat, supervolcano bisa aktif kembali meski sudah ribuan tahun tidak meletus. Kikai sendiri terakhir mengalami erupsi besar sekitar 7.300 tahun lalu.

Sinyal Awal, Bukan Alarm Bahaya

Temuan ini langsung menarik karena aktivitas pengisian magma, dianggap sebagai fase awal dalam siklus panjang supervolcano.

Ilmuwan menjelaskan, proses ini bisa berlangsung sangat lama. Bisa ribuan hingga puluhan ribu tahun sebelum benar-benar terjadi erupsi besar. Artinya, situasi ini belum masuk kategori darurat.

Namun, sistem magma besar tidak pernah benar-benar berhenti. Mereka hanya diam sebelum aktif kembali secara perlahan.

Mengapa Indonesia Harus Waspada Toba?

Media sosial Indonesia diramaikan dengan mengaitkan temuan ini dengan kondisi di dalam negeri. Para ahli geologi mengingatkan bahwa sistem magmatik di bawah Danau Toba memiliki kemiripan struktur dengan Kikai. Proses reservoir refilling atau pengisian kembali kantong magma adalah siklus alami yang juga terjadi di Sumatra.

Aktivitas seismik dan deformasi tanah di sekitar Kaldera Toba harus terus dipantau secara ketat. Penemuan di Jepang menjadi bukti empiris bahwa supervolcano yang terlihat tenang di permukaan bisa jadi sangat aktif di bawah permukaan. Jika Kikai terbukti sedang menghimpun kekuatan baru, maka Toba yang memiliki skala letusan jauh lebih besar dalam sejarah memerlukan pengawasan teknologi yang jauh lebih mutakhir.

Supervolcano Tidak Pernah Benar-Benar Diam

Peneliti menekankan bahwa ancaman terbesar dari supervolcano bukanlah erupsi kecil yang rutin, melainkan akumulasi energi dalam diam yang berlangsung selama ratusan hingga ribuan tahun. 

Dengan adanya temuan magma baru di Jepang, pemerintah dan instansi terkait di Indonesia didorong untuk memperkuat mitigasi bencana berbasis data geosains yang aktual. Toba adalah raksasa yang sedang tidur, dan setiap pergerakan magma di bawahnya adalah informasi vital bagi keselamatan jutaan nyawa di masa depan. (Kobe Univesity/Nature/ScienceDaily/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya