Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Es Antartika Mencair, Laut Kehilangan Kemampuan Menyedot Karbon

Intan Safitri
29/3/2026 08:52
Es Antartika Mencair, Laut Kehilangan Kemampuan Menyedot Karbon
Ilustrasi--Es di Antartika mulai mencair(AFP/Mathilde BELLENGER)

TEMUAN terbaru dari studi internasional menunjukkan pencairan es di Antartika Barat tidak hanya menaikkan permukaan laut, tapi juga melemahkan kemampuan Samudra Selatan menyerap karbon dioksida (CO2).

Laut yang Selama Ini Jadi “Penyerap” Karbon Mulai Melemah

Peneliti di Nature Communications, menyebut Samudra Selatan sebagai salah satu penyerap karbon terbesar di Bumi. Laut ini selama puluhan ribu tahun berperan menahan laju pemanasan global dengan menyerap CO2 dari atmosfer.

Namun, studi berbasis analisis inti sedimen laut selama ratusan ribu tahun menunjukkan pola berbeda. 

Saat lapisan es di Antartika Barat mencair, kemampuan laut untuk menyerap karbon justru menurun. Peneliti menyimpulkan, ketika es mencair lebih cepat, laut menyerap karbon lebih sedikit.

Bukan Sekadar Es Mencair, Tapi Efek Berantai

Peneliti menegaskan masalahnya bukan hanya volume air es yang bertambah, tapi kandungan di dalamnya. Lelehan es membawa partikel sedimen yang ternyata miskin zat besi.

Padahal, zat besi berfungsi sebagai nutrisi utama bagi fitoplankton, organisme mikro yang menyerap CO2 melalui fotosintesis. Tanpa cukup zat besi, pertumbuhan fitoplankton terhambat, dan penyerapan karbon ikut turun.

Artinya, asumsi lama bahwa pencairan es bisa meningkatkan penyerapan karbon lewat pemupukan alami tidak sepenuhnya benar.

Perubahan Struktur Laut Ikut Memperparah

Selain faktor biologis, pencairan es juga mengubah struktur fisik laut. Air tawar dari es membuat lapisan permukaan laut menjadi lebih stabil dan sulit bercampur dengan lapisan di bawahnya.

Peneliti menjelaskan, stratifikasi ini menghambat sirkulasi laut, sehingga pertukaran karbon antara laut dan atmosfer menjadi lebih lambat. Dampaknya, karbon lebih banyak tertahan di udara, bukan diserap laut.

Muncul Efek Lingkaran Pemanasan

Studi ini mengungkap adanya efek berantai yang mempercepat krisis iklim. Pemanasan global mempercepat pencairan es. Pencairan es melemahkan penyerapan karbon. Akibatnya, lebih banyak CO2 tertinggal di atmosfer dan mempercepat pemanasan.

Peneliti menyebut kondisi ini sebagai feedback loop yang berbahaya. Semakin cepat es mencair, semakin lemah kemampuan laut menahan karbon, dan pemanasan akan semakin sulit dikendalikan.

Prediksi Iklim Bisa Terlalu Optimistis

Temuan ini juga menantang banyak model iklim saat ini. Beberapa model masih mengasumsikan bahwa laut akan terus menyerap karbon dalam jumlah stabil.

Peneliti mengingatkan, jika kemampuan ini menurun, kenaikan CO2 di masa depan bisa lebih cepat dari perkiraan. Artinya, target pembatasan suhu global bisa semakin sulit dicapai.

Antartika bukan hanya korban perubahan iklim, tapi juga faktor yang bisa mempercepatnya. Ketika es mencair, dampaknya tidak berhenti di kutub, tapi menyebar ke seluruh sistem iklim global. (Nature Communications, Sustainability Directory/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya