Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Produser Zelda: Evolusi Hardware Menghapus Batasan dan Mengubah Cara Gim Dirancang

Muhammad Ghifari A
17/2/2026 10:28
Produser Zelda: Evolusi Hardware Menghapus Batasan dan Mengubah Cara Gim Dirancang
Cuplikan adegan dari gim The Legend of Zelda: Tears of the Kingdom(Dok Games Radar +)

KESUKSESAN The Legend of Zelda: Tears of the Kingdom bukan hanya soal dunia terbuka yang luas atau kreativitas pemain yang tanpa batas. Menurut produser veteran seri Zelda, Eiji Aonuma, gim seperti Tears of the Kingdom bahkan tidak akan mungkin terwujud tanpa dorongan besar dari sisi teknologi khususnya kemampuan hardware Nintendo Switch.

Dalam kutipan yang dimuat di buku terbaru karya Keza MacDonald berjudul Super Nintendo (dan diperoleh Polygon), Aonuma menjelaskan bahwa perkembangan perangkat keras bukan hanya membuat gim terlihat lebih indah secara visual, tetapi juga memberi kebebasan lebih besar bagi pengembang untuk mewujudkan ide-ide yang sebelumnya sulit dilakukan.

“Gagasan untuk menghadirkan pengalaman bermain yang mulus bukan hanya soal menghapus batasan, tetapi juga sangat memengaruhi desain game itu sendiri,” kata Aonuma.

Dungeon Zelda Dulu Ada Karena Hardware Terbatas

Hal menarik lainnya, Aonuma mengungkap bahwa desain khas Zelda di masa lalu, terutama dungeon yang sebenarnya lahir karena keterbatasan teknologi pada zamannya.

Menurutnya, dulu pengembang membutuhkan struktur permainan yang jelas, seperti pintu masuk dan pintu keluar, sehingga konsep dungeon menjadi solusi yang masuk akal.

“Dulu, kita membutuhkan situasi di mana ada pintu masuk dan pintu keluar, dan itulah mengapa kita membutuhkan dungeon,” ujar Aonuma.

Namun kini, teknologi sudah jauh berkembang. Dunia dalam gim bisa dibuat lebih terhubung tanpa harus dipisahkan oleh “ruang-ruang” seperti dungeon tradisional.

“Sekarang semua hal ini dapat terhubung. Kebebasan ini dimungkinkan oleh evolusi perangkat keras, dan itu juga secara positif memengaruhi sisi desain game,” tambahnya.

Tears of the Kingdom Jadi Bukti Kebebasan Desain

Aonuma juga mengatakan bahwa tim Zelda selalu senang melihat bagaimana pemain bereksperimen dengan sistem permainan. Karena itu, mereka ingin menciptakan gim yang benar-benar membuka ruang bagi segala kemungkinan.

“Kami merasa senang ketika melihat bagaimana orang bermain. Kami ingin mewujudkan segala kemungkinan bagi mereka,” ujarnya.

Hal ini terasa jelas di Tears of the Kingdom, terutama sejak rilis pada Mei 2023. 

Saat itu, hampir setiap hari pemain menciptakan berbagai mesin unik, kendaraan aneh, hingga alat tempur yang “menggila” menggunakan sistem crafting dan physics dalam gim.

Keajaiban Teknologi di Switch yang Sudah Tua

Tears of the Kingdom (dan Breath of the Wild sebelumnya) juga dianggap sebagai salah satu pencapaian teknis terbesar di Nintendo Switch generasi pertama, sebuah mesin mobile yang sudah cukup berumur.

Meski sudah hampir tiga tahun sejak peluncurannya, Tears of the Kingdom masih terus mengejutkan banyak pemain dengan cara-cara baru dalam memanfaatkan sistemnya, bahkan dalam situasi yang seolah bisa merusak keseimbangan gim.

Namun, di balik itu semua, banyak pihak menilai kesuksesan tersebut bukan hanya soal kemampuan Switch, melainkan juga bukti kecerdasan dan kreativitas tim pengembang Zelda dalam merancang sistem permainan yang kompleks tetapi tetap stabil. (Games Radar +/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik