Headline

Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.

Rilis Ulang FireRed & LeafGreen ke Nintendo Switch, Fitur Online Tak Ikut Hadir

Intan Safitri
23/2/2026 12:52
Rilis Ulang FireRed & LeafGreen ke Nintendo Switch, Fitur Online Tak Ikut Hadir
Pokemon FireRed and LeafGreen launch on Nintendo Switch on February 27, 2026(Sundayguardianlife)

KEMBALINYA Pokémon FireRed dan LeafGreen ke Nintendo Switch seharusnya jadi kabar baik bagi penggemar. Dua remake era Game Boy Advance itu resmi diumumkan akan hadir secara digital di eShop sebagai bagian dari perayaan Pokémon Day 2026. Namun euforia itu cepat berubah jadi perdebatan. Alasannya karena tidak ada fitur online.

GamesRadar+ melaporkan versi Switch ini hanya mendukung koneksi lokal. Artinya, pemain tetap bisa bertukar Pokémon dan bertarung, tapi terbatas lewat local wireless. Tidak ada global trade, tidak ada online battle, dan tidak ada integrasi multiplayer berbasis internet seperti yang sudah lazim di seri modern.

Rilis Nostalgia, Fitur Tetap Lawas

Secara teknis, game ini adalah adaptasi langsung dari versi Game Boy Advance. Visual, sistem, hingga mekanik dasarnya tetap setia pada versi 2004. Bagi sebagian orang, ini nilai plus karena mempertahankan pengalaman orisinal. Tapi bagi pemain yang berharap upgrade signifikan, keputusan ini terasa setengah hati.

Menurut laporan Video Games Chronicle, Nintendo memang tidak memasukkan dua judul ini ke dalam katalog Nintendo Switch Online. Sebaliknya, game dijual terpisah dengan harga sekitar US$20 per judul. Skema ini ikut memicu kritik karena dianggap mahal untuk port tanpa peningkatan fitur besar.

Ekspektasi Tinggi di Era Konektivitas

Masalah utamanya bukan sekadar soal harga. Komunitas menilai absennya fitur online terasa janggal di 2026. Saat hampir semua game multiplayer sudah terhubung global, membawa kembali seri klasik tanpa dukungan internet dianggap langkah mundur.

Banyak penggemar berharap Nintendo setidaknya menambahkan sistem matchmaking atau global trading. Terlebih, ekosistem Pokémon saat ini sudah terbiasa dengan konektivitas lintas wilayah dan cloud-based storage. Tanpa itu, pengalaman bermain jadi terasa terisolasi.

Strategi Aman atau Kehilangan Momentum?

Dari sisi bisnis, langkah Nintendo ini bisa dibaca sebagai strategi konservatif. Mereka menjaga autentisitas versi klasik dan menjualnya sebagai produk nostalgia premium. Risiko teknis lebih rendah, biaya pengembangan minim.

Namun di sisi lain, momentum hype bisa berkurang. Generasi baru pemain yang terbiasa dengan fitur online mungkin melihat ini sebagai rilis setengah matang.

Pada akhirnya, FireRed dan LeafGreen tetap punya basis penggemar kuat. Nostalgia Kanto masih relevan. Tapi di tengah standar industri yang terus naik, absennya fitur online jadi catatan yang sulit bagi sebagian penggemar Pokémon. (GameRadar+/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya