Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
TYRANNOSAURUS rex atau T-Rex dikenal sebagai salah satu dinosaurus paling ikonik sepanjang sejarah. Meski telah lama menjadi objek penelitian, para ilmuwan masih terus menemukan fakta baru tentang kehidupan sang raja kadal pemangsa ini, termasuk soal berapa lama waktu yang dibutuhkan T-Rex untuk tumbuh dewasa.
Penelitian terbaru yang dilaporkan oleh Popular Science mengungkap bahwa T-Rex ternyata membutuhkan waktu jauh lebih lama untuk mencapai ukuran tubuh maksimal dibandingkan perkiraan sebelumnya. Jika selama ini dinosaurus karnivora raksasa tersebut diyakini sudah dewasa di usia sekitar 25 tahun, studi baru menyebutkan proses pertumbuhannya bisa berlangsung hingga 40 tahun.
Kesimpulan tersebut diperoleh melalui analisis cincin pertumbuhan tahunan pada tulang kaki fosil T-Rex, mirip dengan cincin usia pada batang pohon. Para peneliti mempelajari 17 spesimen tyrannosaur dari berbagai usia untuk menyusun gambaran pertumbuhan yang lebih akurat.
Dengan menggunakan pendekatan statistik baru, tim peneliti menggabungkan data pertumbuhan dari masing-masing fosil guna memetakan pola tumbuh T-Rex sepanjang hidupnya. Metode ini memungkinkan ilmuwan melihat variasi ukuran tubuh dan kecepatan pertumbuhan secara lebih detail dibandingkan penelitian sebelumnya.
Hasilnya menunjukkan bahwa T-Rex tumbuh secara perlahan dan stabil. Hewan ini baru mencapai bobot maksimal sekitar delapan ton ketika berusia mendekati empat dekade.
Menurut para peneliti, masa pertumbuhan yang panjang memungkinkan T-Rex menjalani berbagai peran ekologis sebelum benar-benar menjadi predator puncak. Saat masih muda, T-Rex kemungkinan berburu mangsa yang lebih kecil dan menempati ceruk ekologi berbeda dari individu dewasa.
Fleksibilitas inilah yang diduga turut membantu T-Rex mendominasi rantai makanan pada akhir Periode Kapur, menjadikannya salah satu predator paling sukses sebelum kepunahan dinosaurus non-unggas sekitar 66 juta tahun lalu.
Menariknya, studi ini juga menyoroti kemungkinan bahwa tidak semua fosil yang selama ini diklasifikasikan sebagai T-Rex benar-benar berasal dari spesies tersebut. Beberapa spesimen kecil yang sebelumnya dianggap sebagai T-Rex muda diduga milik kerabat yang lebih kecil, yakni Nanotyrannus.
Dua fosil terkenal bernama Jane dan Petey disebut memiliki pola pertumbuhan yang tidak selaras secara statistik, sehingga memunculkan dugaan bahwa keduanya mungkin berasal dari spesies berbeda. Meski masih menuai perdebatan di kalangan ilmuwan, temuan ini membuka peluang baru dalam memahami keragaman tyrannosaur.
Sumber: Popular Science.
Tyrannosaurus rex (T-Rex) dikenal sebagai predator puncak paling menakutkan di era dinosaurus. Rahangnya yang luar biasa kuat membuatnya seolah tak terkalahkan.
Kini, sebuah penelitian baru yang dipublikasikan di jurnal Nature memberikan jawaban bahwa Nanotyrannus adalah spesies tersendiri, bukan T. rex muda.
Penelitian terbaru ungkap asal kemampuan dinosaurus berjalan dengan dua kaki. Evolusi ekor kuat jadi kunci bipedalisme sejak era proto-dinosaurus.
Para ilmuwan yang menemukan spesies ini mengibaratkan penemuannya seperti memenangkan undian karena spesies baru yang dikenal sebagai Chenanisaurus barbaricus ini sangat langka.
Tidak semua dinosaurus raksasa mengandalkan kekuatan penuh saat berburu. Beberapa lebih memilih presisi dan teknik dibanding brutalitas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved