Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG astronot yang tengah mengorbit di atas Samudra Hindia melalui Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) berhasil menangkap pemandangan spektakuler. Sebuah "lunar halo" atau halo bulan yang menggantung tepat di atas lengkungan biru Bumi.
Foto tersebut memperlihatkan busur cahaya halus yang seolah terlepas dari permukaan planet, melayang di lapisan tipis tempat atmosfer mulai memudar. Pemandangan langka ini hanya mungkin didapatkan dari titik pandang ISS yang berada di ketinggian sekitar 200 mil laut, jauh di atas fenomena cuaca yang biasa kita lihat dari daratan.
Fenomena ini bukanlah sihir, melainkan murni hasil optik yang dibentuk oleh udara dan es. Halo bulan terbentuk ketika cahaya bulan melewati kristal es mikroskopis yang menggantung di lapisan awan tipis. Cahaya tersebut kemudian mengalami pembiasan atau perubahan arah saat berpindah medium, sehingga menciptakan busur atau cincin cahaya.
Dalam foto tersebut, halo yang tertangkap hanya berupa busur dan tidak melingkar sempurna. Hal ini terjadi karena lapisan es tidak sepenuhnya mengelilingi posisi bulan dari sudut pandang kamera astronot. Orientasi dan geometri kristal es, baik yang berbentuk pelat heksagonal maupun kolom, sangat menentukan bagaimana cahaya tersebut dibelokkan dan memudar.
Dari orbit rendah Bumi, cakrawala tampak bertumpuk dalam lapisan warna yang kontras. Di mana troposfer yang bersinar oranye, stratosfer berwarna putih pucat, dan lapisan atas yang berwarna biru tua.
Halo bulan ini kemungkinan besar terbentuk di mesosfer, wilayah dingin di ketinggian 30 - 54 mil. Di lapisan ini, uap air dapat membeku menjadi kristal es halus saat bertemu dengan debu angkasa. Keberadaan es di ketinggian ini sangat sensitif terhadap perubahan suhu dan gerakan vertikal atmosfer.
"Temuan ini telah mengubah pemahaman kita sebelumnya tentang mengapa awan malam bersinar (polar mesospheric clouds) terbentuk dan bervariasi," ujar Dr. James Russell III, peneliti utama misi AIM NASA di Universitas Hampton.
Meski dalam foto tersebut bulan terlihat hampir penuh, sebenarnya saat itu bulan sedang dalam fase sabit yang membesar (waxing crescent). Efek "bulan penuh" ini disebabkan oleh pengaturan eksposur kamera yang mencerahkan seluruh cakram bulan dan memperkuat pantulan cahaya dari Bumi ke sisi gelap bulan, sebuah fenomena yang dikenal sebagai Earthshine.
Foto-foto dari orbit seperti ini memberikan perspektif manusia yang sering kali terlewatkan sensor otomatis. Setiap bingkai gambar bukan sekadar pemandangan indah, melainkan catatan lapangan dari tepi ruang angkasa yang menghubungkan fisika buku teks dengan realitas langit kita. (Earth/Z-2)
Astronaut Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) mengabadikan fenomena langka lunar halo di atas Samudra Hindia. Cincin cahaya di sekitar Bulan ini terlihat lebih jelas dari orbit Bumi.
Mengutip dari laman Earth.com lebih dari ketinggian 200 mil di atas permukaan laut stasiun luar angkasa ISS berada di atas hampir seluruh sistem cuaca.
Awak Ekspedisi 74 di ISS fokus pada studi CIPHER untuk kesehatan jangka panjang astronaut serta peluncuran CubeSat karya pelajar dari lima negara.
Penasaran bagaimana cara menjadi astronot NASA? Simak syarat ketat, proses seleksi dari 18.000 pelamar, hingga tantangan pelatihan menuju Bulan dan Mars.
NASA memberi lampu hijau misi Axiom Mission 5 ke ISS pada 2027. Misi ini menandai peralihan eksplorasi orbit Bumi ke sektor komersial.
NASA laksanakan evakuasi medis pertama dalam sejarah ISS.
Masalah kesehatan itu terungkap ketika NASA menunda rencana spacewalk yang tadinya akan dilakukan oleh Cardman dan Fincke karena adanya kekhawatiran medis.
NASA tengah mengevaluasi opsi pemulangan dini misi SpaceX Crew-11 dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) akibat kendala kesehatan salah satu astronot.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved