Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Ribuan Jejak Kaki Dinosaurus Berusia 210 Juta Tahun Ditemukan di Pegunungan Alpen Italia

Basuki Eka Purnama
17/12/2025 10:18
Ribuan Jejak Kaki Dinosaurus Berusia 210 Juta Tahun Ditemukan di Pegunungan Alpen Italia
Jejak kaki dinosaurus di Italia(Dok Elio Della Ferrera)

SEBUAH penemuan paleontologi spektakuler terungkap di kawasan utara Italia. Ribuan jejak kaki dinosaurus yang diperkirakan berasal dari 210 juta tahun lalu ditemukan di dinding vertikal pegunungan Taman Nasional Stelvio, dekat perbatasan Swiss.

Penemuan ini pertama kali diidentifikasi oleh seorang fotografer bernama Elio Della Ferrera pada September lalu. 

Jejak-jejak tersebut membentang hingga ratusan meter di sebuah dinding gunung di Lembah Fraele. Secara geologis, lokasi yang kini berupa tebing tinggi tersebut dulunya adalah dataran pasang surut (tidal flat) pada Zaman Trias, sebelum akhirnya terangkat menjadi bagian dari rantai pegunungan Alpen.

Ahli paleontologi asal Milan, Cristiano Dal Sasso, menyatakan kekagumannya atas temuan di wilayahnya tersebut. 

"Saya tidak pernah membayangkan akan menemukan penemuan spektakuler seperti ini di wilayah tempat saya tinggal," ujarnya.

Perilaku Sosial dan Pertahanan Diri

Berdasarkan analisis awal, jejak-jejak tersebut diyakini milik kelompok prosauropoda, yaitu dinosaurus herbivora berleher panjang yang memiliki ukuran tubuh hingga 10 meter. 

Jejak kaki yang ditemukan memiliki diameter mencapai 40 sentimeter, lengkap dengan detail bekas jari dan cakar yang jelas.

Menariknya, jejak-jejak ini memberikan gambaran tentang perilaku sosial hewan purba tersebut. Dal Sasso mencatat bahwa jejak kaki tersebut tersusun dalam barisan paralel, yang mengindikasikan bahwa mereka bergerak secara berkelompok atau kawanan.

"Tempat ini dulunya penuh dengan dinosaurus; ini adalah harta karun ilmiah yang sangat besar," kata Dal Sasso. 

Ia menambahkan bahwa kawanan tersebut bergerak dengan harmonis. "Ada juga jejak perilaku yang lebih kompleks, seperti kelompok hewan yang berkumpul membentuk lingkaran, mungkin untuk tujuan pertahanan."

Meskipun prosauropoda umumnya berjalan dengan dua kaki, para peneliti juga menemukan cetakan tangan di depan jejak kaki dalam beberapa bagian. Hal ini menunjukkan bahwa hewan tersebut kemungkinan besar sesekali berhenti dan mengistirahatkan tungkai depan mereka di atas tanah.

Teknologi Drone untuk Penelitian

Mengingat lokasi penemuan berada di area terpencil yang sulit dijangkau melalui jalur darat, Kementerian Kebudayaan Italia menyatakan akan menggunakan teknologi canggih seperti drone dan penginderaan jauh untuk proses penelitian lebih lanjut.

Lokasi penemuan ini juga secara simbolis berdekatan dengan tempat penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin tahun depan. 

Pihak kementerian menyebutkan fenomena ini bak jembatan antara sejarah alam dan peristiwa modern. 

"Seolah-olah sejarah itu sendiri ingin memberikan penghormatan kepada acara olahraga global terbesar, menggabungkan masa lalu dan masa kini dalam sebuah estafet simbolis antara alam dan olahraga," tulis kementerian dalam pernyataan resminya.

Bagi penemunya, Elio Della Ferrera, temuan ini bukan sekadar soal data ilmiah. Ia berharap penemuan ini dapat "memicu refleksi bagi kita semua, menyoroti betapa sedikitnya yang kita ketahui tentang tempat tinggal kita: rumah kita, planet kita." (bbc/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik