Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH penelitian terbaru menunjukkan struktur simpul kosmik mungkin benar-benar terbentuk pada masa-masa awal alam semesta. Riset ini mengungkap dua simetri kuat dalam fisika partikel dapat menghasilkan “cosmic knots” yang stabil setelah Big Bang, sebelum akhirnya hancur melalui proses tunneling kuantum dan menciptakan neutrino tangan-kanan berat yang berperan dalam ketidakseimbangan materi–antimateri.
Dalam studi yang diterbitkan di Physical Review Letters, tim fisikawan Jepang menunjukkan struktur simpul ini dapat muncul secara alami dalam model fisika yang juga mengatasi beberapa misteri besar kosmologi. Misteri berupa asal muasal massa neutrino, kandidat materi gelap, hingga persoalan strong CP pada neutron.
"Studi ini membahas salah satu misteri paling mendasar dalam fisika: mengapa alam semesta kita terbuat dari materi dan bukan antimateri," kata Muneto Nitta, profesor di Universitas Hiroshima.
"Pertanyaan ini penting karena menyentuh langsung mengapa bintang, galaksi, dan diri kita sendiri ada."
Menurut teori Big Bang, alam semesta seharusnya mulai dengan jumlah materi dan antimateri yang sama. Namun setelah keduanya saling memusnahkan, tersisa sedikit kelebihan materi, satu partikel dari setiap miliaran pasangan. Mekanisme yang menyebabkan ketimpangan kecil namun penting ini masih belum dapat dijelaskan sepenuhnya oleh Standard Model.
Nitta bersama Minoru Eto dan Yu Hamada menggabungkan dua simetri, Baryon minus Lepton (B-L) dan Peccei-Quinn (PQ), untuk memodelkan pembentukan simpul kosmik stabil. Simetri PQ terkait partikel aksion yang menjadi kandidat materi gelap, sementara simetri B-L menjelaskan keberadaan neutrino bermassa.
Perpaduan dua simetri ini memungkinkan terbentuknya dua jenis cacat kosmik:
Keduanya dapat “mengunci” satu sama lain dan membentuk simpul yang bertahan lama, dikenal sebagai knot soliton.
"Tak seorang pun pernah mempelajari kedua simetri ini secara bersamaan," ujar Nitta. "Menggabungkan keduanya menghasilkan simpul yang stabil."
Simpul kosmik ini menurun energinya lebih lambat dibanding radiasi, sehingga sempat mendominasi energi alam semesta muda. Namun keberadaan mereka tidak permanen. Ketika simpul-simpul ini runtuh melalui tunneling kuantum, mereka menghasilkan neutrino tangan-kanan berat yang kemudian meluruh sedikit lebih banyak ke materi dibanding antimateri.
“Pada dasarnya, keruntuhan ini menghasilkan banyak partikel, termasuk neutrino tangan kanan,” kata Hamada. Ia menambahkan bahwa partikel itulah yang memulai ketidakseimbangan materi.
Model ini memperkirakan suhu pemanasan ulang pasca-runtuhnya simpul sebesar 100 GeV, kondisi yang tepat untuk menghasilkan asimetri materi. Selain itu, proses ini diyakini mempengaruhi spektrum gelombang gravitasi. Observatorium masa depan seperti LISA, Cosmic Explorer, dan DECIGO berpeluang menguji prediksi ini. (Science Daily/Z-2)
Gugusan galaksi dikelilingi oleh kabut gas panas yang disebut intracluster medium, atau medium antargugus. Gas ini sering disebut sebagai atmosfer gugusan galaksi.
Teleskop James Webb menangkap cahaya supernova tertua yang pernah terdeteksi, berasal dari 13 miliar tahun lalu.
Sinyal gelombang gravitasi langka dari LIGO-Virgo memicu dugaan adanya lubang hitam primordial yang terbentuk saat Big Bang. Namun, ilmuwan menilai peluang alarm palsu masih besar.
Studi terbaru menggunakan JWST mengungkap galaksi pertama di alam semesta bukanlah sistem yang rapi, melainkan kumpulan gas dan bintang yang kacau.
JWST berhasil memotret awan gas Sagittarius B2. Temuan ini mengungkap keindahan sekaligus misteri mengapa pembentukan bintang di jantung Bima Sakti.
Januari lalu, ITF mengakhiri kesepakatan dengan Kosmos, yang sebelumnya dikontrak selama 25 tahun untuk menggelar Piala Davis sejak 2019 seharga US$3 miliar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved