Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
ISU mengenai PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) yang disebut berkantor di “warung kelontong” ramai diperbincangkan dan menyebar luas di berbagai platform media. Untuk merespons derasnya pemberitaan tersebut, perusahaan akhirnya menyampaikan klarifikasi resmi pada 17 November 2025.
Berikut adalah rangkaian fakta terbaru yang dirangkum Media Indonesia, berdasarkan berbagai sumber:
Pemberitaan yang menyebutkan bahwa kantor DADA berada di warung kelontong dinyatakan sepenuhnya tidak benar. Perusahaan merasa perlu untuk meluruskan informasi yang telah terlanjur beredar.
“Informasi yang menyebut kantor kami berada di warung kelontong tidak benar dan tidak sesuai fakta," ungkap, Direktur DADA, Bayu Setiawan dilansir dari Instagram.
Menurut perusahaan, narasi yang berkembang tidak hanya keliru, tetapi juga mencederai persepsi publik terhadap kredibilitas mereka sebagai entitas terbuka.
Salah satu sumber kebingungan publik muncul karena Dave Apartment, lokasi yang menjadi sorotan, dianggap sebagai bangunan biasa tanpa kaitan langsung dengan perusahaan. Faktanya, Dave Apartment adalah proyek properti yang dikembangkan oleh DADA sendiri.
“Dave Apartment beserta area komersialnya merupakan proyek pengembangan kami sendiri dan menjadi lokasi resmi kantor perusahaan," kata Bayu.
Dengan demikian, penggunaan area tersebut sebagai kantor bukanlah hal yang aneh, melainkan bagian dari strategi pemanfaatan aset perusahaan.
Isu “warung kelontong” mencuat setelah muncul foto-foto yang menampilkan area sekeliling kantor yang banyak diisi tenant ritel. Namun DADA menjelaskan bahwa kantor mereka berlokasi di ground floor commercial area yang memang dibangun dan dikelola langsung oleh perusahaan.
Area komersial tersebut dihuni berbagai tenant modern, seperti:
Dengan konteks tersebut, istilah “warung kelontong” jelas tidak relevan. Ini adalah zona komersial penuh, bukan kios kecil seperti yang diinformasikan sebagian pemberitaan.
DADA menegaskan bahwa alamat yang digunakan saat ini bukanlah alamat dadakan untuk menanggapi isu viral. Alamat tersebut telah resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu:
Jl. Palakali, Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat, menyatu dengan gedung Dave Apartment.
“Alamat tersebut telah lama digunakan dalam seluruh kegiatan operasional dan administrasi resmi perusahaan," tegas Bayu.
Dengan catatan resmi di BEI, klaim bahwa perusahaan berkantor “di tempat tak jelas” menjadi tidak berdasar.
Menanggapi permintaan regulator, DADA telah menyerahkan foto kondisi terkini kantor, termasuk tampak depan gedung, signage perusahaan, serta area komersial tempat kantor itu berada. Langkah ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam memberikan verifikasi visual.
Dokumentasi tersebut disampaikan untuk memastikan BEI memperoleh gambaran faktual tanpa ruang interpretasi yang keliru dari publik.
DADA juga memastikan bahwa isu viral ini tidak terkait dengan situasi bisnis atau kondisi keuangan perusahaan. Hingga saat ini, perusahaan menyatakan tidak ada kejadian material yang berpotensi memengaruhi kelangsungan usaha maupun harga saham.
“Hingga saat ini Perseroan tidak memiliki informasi atau kejadian material yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha ataupun harga saham perusahaan," tambah dia.
Jika pun di kemudian hari ada hal penting, DADA berkomitmen menyampaikan melalui keterbukaan informasi.
Di luar pelurusan fakta, DADA menilai penting untuk menjunjung tata kelola perusahaan yang baik. Karena itu, mereka memilih merespons isu ini dengan penjelasan lengkap agar tidak menimbulkan kebingungan berkepanjangan.
Dengan demikian, perusahaan berharap publik dapat melihat isu ini secara proporsional berdasarkan fakta yang sebenarnya. (Instagram/Z-10)
PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) memperluas portofolio bisnisnya ke segmen hunian tapak (landed housing) melalui akuisisi 99,9% saham PKSI senilai 174,8 miliar.
Di tengah koreksi IHSG yang gagal bertahan di level 9.000, saham DADA justru mencatatkan lonjakan abnormal hingga 35% didorong sentimen laba.
PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) menegaskan strategi bisnis yang fokus pada penciptaan nilai tambah dan kualitas proyek pasca-raih IMHA.
Pemegang saham pengendali PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA), PT Karya Permata Inovasi Indonesia Tbk (KPII), mengakuisisi 99,9% saham PT Permata Citra Inovasi.
PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) mencatat lonjakan kinerja pada triwulan III 2025 setelah dua periode sebelumnya mengalami tekanan.
Tessa menekankan bahwa pertemuan tersebut dilakukan untuk meminta keterangan BGN terkait laporan tersebut.
Video viral yang menampilkan Gus Miftah, seorang ulama terkenal dan utusan khusus Presiden, yang mengolok-olok seorang pedagang es teh keliling, terus memicu perdebatan
POLDA Polda Metro Jaya mengagendakan proses klarifikasi terhadap Deputi Pencegahan dan Monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Pahala Nainggolan pada Senin, (28/10)
PT Makmur Elok Graha (MEG) secara resmi memberikan klarifikasi terkait insiden yang terjadi di wilayah Goba,Rempang, pada Rabu, 18 September 2024 lalu
Azizah Salsha mengklarifikasinya melalui akun story di instagram resminya, @azizahsalsha_. Dalam keterangannya Azizah Salsha memberitahukan bahwa bahtera rumah tangganya saat ini
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved