Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Gas Beracun Fosfin Ditemukan di Luar Angkasa, Tanda Kehidupan atau Fenomena Alam?

Abi Rama
10/11/2025 21:50
Gas Beracun Fosfin Ditemukan di Luar Angkasa, Tanda Kehidupan atau Fenomena Alam?
Ilustrasi(freepik)

PENEMUAN mengejutkan datang dari luar angkasa. Sebuah tim astronom yang dipimpin oleh Profesor Adam Burgasser dari Universitas California San Diego berhasil menemukan gas beracun fosfin (PH₃) di atmosfer sebuah katai coklat kuno bernama Wolf 1130C.

Hasil temuan ini baru saja diterbitkan di jurnal Science dan menjadi bahan perbincangan hangat di dunia astronomi.

Gas fosfin bukanlah hal asing di Bumi. Senyawa ini biasanya muncul dari pembusukan bahan organik di tempat seperti rawa-rawa dan dikenal sangat beracun serta mudah meledak.

Namun, yang membuat ilmuwan terkejut adalah ditemukannya fosfin di luar angkasa, tepatnya pada katai coklat yang berjarak sekitar 54 tahun cahaya dari Bumi, di rasi bintang Cygnus.

Penemuan ini dilakukan menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST), alat canggih yang mampu mendeteksi cahaya inframerah dari objek-objek redup dan bersuhu rendah.

Menariknya, fosfin justru tidak ditemukan pada katai coklat dan planet gas raksasa lain tempat para peneliti sebelumnya menduga gas ini seharusnya muncul.

Menurut Burgasser, program penelitian mereka yang diberi nama Arcana of the Ancients memang berfokus pada katai coklat tua dengan kandungan logam rendah, sebagai cara untuk memahami proses kimia di atmosfer benda-benda purba di alam semesta. 

“Kami ingin tahu mengapa fosfin bisa muncul di sini, padahal di tempat lain tidak,” jelasnya dikutip dari laman Science Daily. 

Salah satu penjelasan datang dari Sam Beiler, rekan peneliti dari Trinity College Dublin. Ia menjelaskan bahwa atmosfer Wolf 1130C yang minim oksigen memungkinkan fosfor bebas berikatan langsung dengan hidrogen untuk membentuk fosfin. 

“Di lingkungan lain, fosfor biasanya terikat dengan oksigen, tapi di sini kondisinya berbeda,” ujarnya.

Tim juga menduga bahwa unsur fosfor ini bisa jadi berasal dari dalam sistem bintangnya sendiri, terutama dari katai putih Wolf 1130B, bintang padat yang dulunya mengalami reaksi nuklir besar-besaran. Letusan seperti ini bisa melepaskan unsur-unsur berat, termasuk fosfor, ke ruang sekitarnya.

Untuk memastikan teori ini, para ilmuwan berencana melanjutkan pengamatan dengan JWST terhadap katai coklat lain yang miskin logam, guna melihat apakah pola serupa dapat ditemukan.

“Jika kita tahu bagaimana fosfin bisa muncul tanpa adanya makhluk hidup, maka kita bisa lebih yakin kapan gas ini benar-benar menjadi tanda kehidupan di dunia lain," jelas Burgasser.

Sumber: Science Daily.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya