Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PALEONTOLOG menemukan fosil istimewa yang menghubungkan jutaan tahun sejarah evolusi. Fosil itu adalah Xiphodracon goldencapensis, atau “Naga Pedang Golden Cap”. Spesies ichthyosaur baru, reptil laut seukuran lumba-lumba yang hidup sebelum dinosaurus punah. Penemuan ini membuka jendela langka ke dunia laut 190 juta tahun lalu.
Fosil yang ditemukan dekat Golden Cap ini terawetkan dengan sempurna dalam bentuk tiga dimensi. Moncong panjang menyerupai pedang dan lubang mata besar menjadi ciri khas yang mengilhami nama spesies ini.
Diperkirakan panjang Xiphodracon mencapai tiga meter, makhluk ini berburu ikan dan cumi di lautan Jurasic yang remang. Fosil bahkan menunjukkan tanda cedera dan penyakit, serta bekas gigitan predator lain, memberi gambaran kehidupan laut pada masa itu.
Penemuan ini mengisi celah besar dalam evolusi ichthyosaur, khususnya selama periode Pliensbachian awal Jurasic (193–184 juta tahun lalu). Pada masa ini, banyak spesies lama punah sementara spesies baru muncul.
Dr. Dean Lomax dari Universitas Manchester dan Universitas Bristol menyebut Xiphodracon sebagai “jembatan evolusi”. Spesies ini menempati posisi di antara ichthyosaur kuno dan bentuk yang lebih maju.
Profesor Judy Massare, ahli ichthyosaur dari State University of New York di Brockport, menekankan bahwa fosil ini unik. Dikarenakan tidak ada spesies lain dari periode yang sama yang menunjukkan kombinasi fitur seperti ini. “Fosil ini membantu kami memahami kapan perubahan besar terjadi dalam keberagaman ichthyosaur,” ujarnya.
Fosil ini pertama kali ditemukan pada 2001 oleh kolektor fosil Dorset, Chris Moore. Fosil kemudian dipindahkan ke Royal Ontario Museum di Kanada. Tempat para ilmuwan baru mulai menelitinya bertahun-tahun kemudian.
Selain nilai ilmiahnya, fosil ini menceritakan kisah dramatis kehidupan laut masa Jurasic. Tulang-tulang yang rusak, gigi cacat, hingga bekas gigitan predator menunjukkan Xiphodracon hidup dalam lingkungan yang berbahaya.
Bahkan sisa makanannya masih tersisa di sekitar bagian perut. Memberi gambaranlebih jelas tentang detik-detik terakhir makhluk ini sebelum terbenam di dasar laut selama jutaan tahun.
Xiphodracon adalah ichthyosaur pertama dari genus baru yang ditemukan di Jurassic Coast dalam lebih dari satu abad. Fosil ini menjadi spesimen acuan untuk penelitian evolusi ichthyosaur awal. Serta akan segera dipamerkan untuk publik di Royal Ontario Museum, Toronto.
Dr. Lomax menekankan, “Setiap fosil adalah potongan cerita besar tentang adaptasi, kelangsungan hidup, dan perubahan alam. Xiphodracon goldencapensis tidak hanya menambah pemahaman kita tentang masa lalu, tapi juga mengingatkan kita tentang hubungan kita dengan kehidupan yang terus berubah di bumi.” (Science News Today/Z-10)
Tiga rahang, termasuk satu milik anak-anak, gigi, tulang belakang, dan tulang paha ditemukan di sebuah gua yang dikenal sebagai Grotte à Hominidés di Thomas Quarry di Casablanca, Maroko
Jurnal Nature, mengungkap temuan fosil manusia purba berusia sekitar 770 ribu tahun di Grotte à Hominidés, sebuah gua di wilayah barat daya Casablanca, Maroko.
Penemuan ini merupakan buah dari penantian panjang. Pada tahun 2009, para ilmuwan menemukan fosil kaki berusia 3,4 juta tahun dengan struktur jari yang dirancang untuk memanjat pohon.
Fosil legendaris Homo erectus atau yang dikenal luas sebagai Java Man kini telah resmi dipamerkan untuk publik di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.
Indonesia berhasil memulangkan lebih dari 28 ribu koleksi fosil yang sebelumnya dibawa keluar negeri pada masa awal penelitian arkeologi dilakukan.
Meski demikian, struktur pergelangan dan telapak tangannya masih mirip gorila, sehingga genggamannya kuat tetapi belum sepresisi manusia awal seperti Homo habilis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved