Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH gelombang kosmik raksasa ditemukan di galaksi Bima Sakti. Fenomena ini mendorong miliaran bintang sekaligus, menimbulkan pertanyaan baru bagi para astronom.
Penemuan mengejutkan datang dari teleskop ruang angkasa Gaia milik Badan Antariksa Eropa (ESA). Dalam pemetaan posisi dan pergerakan jutaan bintang, ilmuwan mendeteksi adanya sebuah “gelombang” besar yang merambat di piringan galaksi. Gelombang ini memengaruhi bintang yang berada pada jarak 30.000 hingga 65.000 tahun cahaya dari pusat galaksi, hampir dua pertiga dari total diameter Bima Sakti yang membentang sekitar 100.000 tahun cahaya.
Fenomena tersebut diumumkan dalam studi terbaru yang dipublikasikan pada 14 Juli di jurnal Astronomy & Astrophysics. Meski demikian, penyebab gelombang raksasa ini masih menjadi misteri. Dugaan sementara, guncangan ini bisa jadi akibat tabrakan masa lalu antara Bima Sakti dengan galaksi kerdil yang lebih kecil.
Teleskop Gaia, yang telah bekerja hampir 12 tahun sebelum pensiun awal tahun ini, sebelumnya sempat mengungkap piringan Bima Sakti bergetar seperti gasing yang miring. Dengan data terbaru, para ilmuwan berhasil memetakan gelombang kosmik menggunakan pergerakan bintang-bintang muda raksasa serta Cepheid, bintang dengan tingkat kecerahan yang berulang dan dapat diprediksi.
“Karena bintang-bintang muda dan Cepheid bergerak mengikuti gelombang, besar kemungkinan gas di piringan galaksi juga ikut berperan dalam riak kosmik ini,” tulis ESA dalam pernyataannya. “Bintang-bintang muda mungkin menyimpan jejak dari gas tempat mereka terbentuk.”
ESA bahkan mengibaratkan fenomena ini seperti “the Wave” di stadion, ketika penonton berdiri dan duduk bergantian membentuk gelombang yang menyapu tribun.
Menurut peneliti utama, Eloisa Poggio dari Institut Nasional Astrofisika Italia, perilaku ini konsisten dengan pola gelombang yang diharapkan terjadi di piringan galaksi. Menariknya, gelombang raksasa ini mungkin berkaitan dengan Radcliffe Wave, sebuah struktur berbentuk filamen yang lebih kecil, berjarak 500 tahun cahaya dari Matahari, dan membentang sejauh 9.000 tahun cahaya.
“Radcliffe Wave jauh lebih kecil dan berada di bagian piringan galaksi yang berbeda,” jelas Poggio. “Hubungan keduanya masih tanda tanya. Penelitian lebih lanjut sangat diperlukan.”
Penemuan ini membuka bab baru dalam pemahaman manusia mengenai dinamika galaksi. Jika benar ada tabrakan kosmik di masa lalu, gelombang yang masih terasa hingga hari ini menjadi bukti betapa dahsyatnya interaksi antar-galaksi di jagat raya. (Live Science/Z-2)
Berdasarkan model cosmology yang umum, semestinya tidak ada perbedaan di berbagai tempat dan tampak konsisten ke segala arah.
Para astronom menemukan “objek gelap” misterius yang diduga merupakan gumpalan murni materi gelap terkecil yang pernah diamati.
Dengan mengikuti cara galaksi-galaksi tersebut berkumpul selama miliaran tahun, para peneliti memperoleh pemahaman baru tentang bagaimana galaksi terhubung
Astronom telah merilis sebuah potret baru yang diperoleh melalui teleskop Hubble. Gambar tersebut menampilkan sebuah galaksi berkilauan yang dikenal dengan nama NGC 6000
Konsorsium Euclid ESA menciptakan simulasi alam semesta paling rinci, menampilkan 3,4 miliar galaksi dan 4 triliun partikel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved