Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA paleontolog di Argentina menemukan spesies megaraptor baru yang dinamai Joaquinraptor casali. Fosil dinosaurus predator dari akhir Zaman Kapur ini berusia sekitar 70 juta tahun. Temuan paling mengejutkan: di rahangnya masih terjepit tulang lengan buaya prasejarah, diyakini sebagai santapan terakhirnya.
“Perilaku makan yang terfosilkan seperti ini sangat langka dan patut dirayakan,” ujar Matthew Lamanna, paleontolog Carnegie Museum of Natural History, AS.
Selain rahang dengan sisa mangsa, para peneliti menemukan fosil kaki, rusuk, dan tulang belakang. Berdasarkan perhitungan, panjang tubuh Joaquinraptor lebih dari 7 meter dengan berat lebih dari 1 ton. Dinosaurus ini berburu menggunakan moncong panjang serta lengan bercakar melengkung tajam untuk mencengkeram mangsa.
Hasil penelitian dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications.
Meski kerangkanya tidak sepenuhnya lengkap, Joaquinraptor casali menjadi salah satu temuan megaraptor paling utuh sejauh ini. Kelompok dinosaurus ini hidup di Asia, Australia, dan Amerika Selatan, pertama kali dinamai pada 1998.
Berbeda dengan Velociraptor, megaraptor berukuran jauh lebih besar dan memiliki ciri khas moncong panjang serta cakar raksasa. Para ahli menduga mereka masih berkerabat dengan tyrannosaurus, tetapi berevolusi di wilayah yang tidak dihuni T. rex.
Menurut Lucio Ibiricu dari Instituto Patagónico de Geología y Paleontología, posisi tulang-tulang yang ditemukan berdekatan memperkuat dugaan bahwa buaya tersebut memang mangsa terakhir megaraptor.
Fernando Novas, paleontolog lain, menilai penemuan ini membuktikan megaraptor bertahan hingga akhir era dinosaurus, sesaat sebelum kepunahan massal 66 juta tahun lalu. “Ini potret interaksi ekologi dua predator berbeda,” jelasnya.
Sebulan sebelumnya, tim yang sama juga menemukan fosil buaya baru bernama Kostensuchus atrox dari periode serupa. Spesies ini diyakini termasuk dalam menu makan predator seperti Joaquinraptor casali. (Z-10)
Menurut Matt Lamanna dari Carnegie Museum, penemuan ini bisa mengartikan jika dinosaurus itu memang sedang memakan buaya atau hanya kebetulan.
Para peneliti di Australia menemukan fosil megaraptor terbesar dan tertua yang pernah ditemukan, serta fosil carcharodontosaur pertama di wilayah tersebut.
Ilmuwan temukan situs fosil K2 di Cekungan Hateg, Rumania. Berisi ribuan tulang dinosaurus langka yang terjebak banjir purba 72 juta tahun lalu.
Sepanjang tahun 2025 sejauh ini, telah ditemukan 44 spesies dinosaurus baru hampir satu penemuan setiap pekan.
Peneliti menemukan cangkang telur dinosaurus dapat berfungsi sebagai jam waktu alami untuk menentukan usia fosil dengan presisi tinggi.
Mereka kemudian mengikuti jejak ini ke atas untuk menemukan sumber aslinya yaitu tulang, kerangka, atau seluruh lapisan tulang. Proses ini lambat dan melelahkan, serta sangat bergantung
Peneliti di Alberta, Kanada, menemukan lichen oranye tumbuh di atas tulang fosil dinosaurus.
Sauropoda dikenal sebagai dinosaurus berleher panjang terbesar di Bumi, dengan berat mencapai puluhan ton.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved