Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
NASA melalui Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) tengah menyoroti TRAPPIST-1 e, eksoplanet seukuran Bumi di zona layak huni sistem bintang katai merah TRAPPIST-1. Dari empat sesi pengamatan awal, instrumen inframerah JWST membuka detail atmosfer dan permukaan yang sebelumnya mustahil dijangkau.
Hasil analisis menunjukkan atmosfer primer berbasis hidrogen-helium kemungkinan besar sudah terlepas akibat aktivitas intens bintang induknya. Namun, peluang atmosfer sekunder, mungkin didominasi karbondioksida seperti Venus atau Mars, masih terbuka. Inilah yang menentukan apakah planet ini mampu mempertahankan air di permukaan.
Jika benar ada air cair, TRAPPIST-1 e berpotensi memiliki efek rumah kaca penyeimbang yang menjaga stabilitas atmosfer. Air bisa berupa samudra global atau terbatas di sisi planet yang selalu menghadap bintang akibat kuncian pasang surut (tidal lock).
Peneliti utama Nestor Espinoza (Space Telescope Science Institute) menegaskan, pengamatan lanjutan, 15 kali sesi tambahan, akan membandingkan TRAPPIST-1 e dengan planet b yang diyakini tanpa atmosfer. Strategi ini diharapkan mengurangi gangguan cahaya bintang induknya.
“Luar biasa bisa mempelajari planet seukuran Bumi 40 tahun cahaya dari sini, apakah ia bisa mendukung kehidupan,” ujar Ana Glidden, peneliti di MIT.
Penelitian ini menandai fase baru eksplorasi eksoplanet, sebuah babak di mana kemungkinan dunia asing layak huni kian nyata. (science.nasa.gov/Z-10)
NASA secara resmi telah menepis segala kemungkinan mengenai potensi hantaman asteroid 2024 YR4 terhadap Bulan pada tahun 2032 mendatang.
Teleskop James Webb (JWST) menangkap detail menakjubkan galaksi spiral NGC 5134. Lihat bagaimana debu kosmik dan bintang muda membentuk siklus kehidupan di luar angkasa.
Teleskop James Webb berhasil memetakan atmosfer atas Uranus untuk pertama kalinya. Temukan fakta unik tentang suhu ekstrem dan aurora di planet es raksasa ini.
NASA melalui observatorium Chandra dan teleskop James Webb menemukan protocluster galaksi purba JADES-ID1 yang terbentuk sangat awal, menantang teori pembentukan struktur alam semesta.
Objek yang ditemukan tersebut dikenal sebagai JADES-ID1 yang lokasinya berada dalam JWST Advanced Deep Extragalactic Survey (JADES)
Secara sederhana, protoklaster adalah kelompok galaksi yang masih berada dalam masa pertumbuhan atau bayi. Ini merupakan sebuah wilayah dengan jumlah galaksi muda yang sangat besar
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved