Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
APLIKASI pesan instan WhatsApp resmi merilis fitur baru berbasis Artificial intelligence (AI) bernama 'Bantuan Penulisan', menjadi alat bantu yang bisa memudahkan pengguna menyempurnakan pesan mereka.
Dikutip dari laman resmi WhatsApp, Fitur ini dapat membantu pengguna memberikan saran penulisan pesan dengan berbagai gaya mulai dari penulisan bergaya profesional, lucu, atau suportif.
"Terkadang Anda tahu apa yang ingin Anda katakan, tetapi hanya butuh sedikit bantuan tentang cara mengatakannya. Itulah sebabnya hari ini kami memperkenalkan Bantuan Penulisan. Ini adalah fitur AI terbaru kami yang didukung oleh Pemrosesan Pribadi yang menjaga pesan Anda tetap sepenuhnya pribadi," tulis WhatsApp dikutip dari laman resminya, Jumat (29/8).
Paling penting, fitur ini didukung oleh pemrosesan pribadi sehingga pesan pengguna terjaga dengan aman dan minim kebocoran. Bantuan Penulisan dibangun memanfaatkan Meta AI untuk menghasilkan respons, dalam pemrosesan itu, baik Meta ataupun WhatsApp tidak dapat membaca pesan pengguna atau isi dari penulisan ulang yang disarankan.
Penggunanya fitur ini pun sangat muda, untuk menggunakan fitur Bantuan Penulisan, mulailah dengan menulis pesan dalam obrolan personal atau grup, lalu ketuk ikon pensil baru yang terletak berbarengan dengan sub menu emoticon. Dan AI akan memberikan rekomendasi penulisan pesan yang lebih baik, lalu kemudian pengguna dapat memilih salah satu, mengeditnya, atau tetap menggunakan kata-kata Anda sendiri.
WhatsApp menekankan bahwa alat-alat ini bersifat opsional. Alat-alat ini dinonaktifkan secara default, dan pengguna yang memutuskan apakah ingin menggunakannya. Bantuan Penulisan mulai tersedia dalam bahasa Inggris di Amerika Serikat dan beberapa negara lain, dengan rencana untuk menambahkan lebih banyak bahasa dan wilayah akhir tahun ini. (H-4)
MENAG Nasaruddin Umar, berbicara tentang ekotelogi serta peran agama dan kesadaran kemanusiaan di era Artificial Intelligence (AI) pada konferensi internasional yang berlangsung di Mesir.
FILM drama keluarga dengan sentuhan fiksi ilmiah (Sci-fi), Esok Tanpa Ibu segera tayang di bioskop, dibalut dengan pendekatan teknologi Artificial Intelligence (AI)
Pada 2025, jumlah pengguna PLN Mobile melonjak drastis hingga melampaui 50 juta pengunduh dan total transaksi tahunan lebih dari 30 juta transaksi.
Marhaenisme sebagai ideologi organisasi tidak boleh anti-teknologi. Sebaliknya, teknologi harus dikendalikan oleh nilai-nilai ideologis untuk kepentingan rakyat kecil.
Inilah paradoks utama media massa di era AI.
Perusahaan manajemen medis global, Medix, menilai pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi menjadi kunci penting untuk menutup kesenjangan layanan kesehatan di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved