Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBENTUKAN tata surya pada 4,6 miliar tahun yang lalu menghasilkan Galaksi Bima Sakti dan banyak lagi galaksi serta benda langit yang belum teridentifikasi. Salah satu sisa pembentukan adalah asteroid yang terdiri atas material logam dan batuan.
Asteroid adalah benda langit yang ukurannya sangat kecil. Ukurannya yang mungil membuat asteroid sering dinamakan sebagai planet minor atau planetoid. Asteroid dapat ditemukan dalam jumlah yang sangat banyak di antara planet Mars dan Jupiter.
Area tersebut dinamakan sebagai sabuk asteroid. Sabuk asteroid merupakan wilayah yang kaya akan objek-objek kecil yang terbentuk dari material yang gagal menjadi planet akibat gangguan gravitasi dari Jupiter.
Para peneliti memperkirakan terdapat lebih dari 100.000 asteroid di sabuk tersebut. Salah satu asteroid yang cukup dikenal adalah asteroid 29 Amphitrite.
Dalam astronomi, 1 AU setara dengan 149.597.871 kilometer. Dengan demikian, jarak asteroid ini dari Bumi sekitar 206,4 juta kilometer.
Asteroid 29 Amphitrite tidak termasuk ke dalam objek yang berpotensi membahayakan bumi. Sebuah asteroid dikategorikan sebagai objek yang berpotensi berbahaya (Potentially Hazardous Asteroid, PHA) jika memiliki diameter lebih dari 140 meter dan memiliki jarak perlintasan dengan Bumi kurang dari 0,05 AU (7,5 juta kilometer).
Para astronom sepakat asteroid ini tidak berbahaya bagi bumi. Asteroid ini memiliki orbit yang jauh dari bumi sehingga risiko tabrakan dengan bumi sangat kecil. Penelitian lebih lanjut mengenai asteroid akan menambah pengetahuan mengenai sejarah tata surya dan evolusi benda langit. (H-2)
NASA telah membentuk Planetary Defense Coordination Office sejak 2016 untuk memantau objek-objek dekat Bumi (near-Earth objects/NEO).
BLUE Origin bersama NASA kini tengah mengembangkan sebuah misi ambisius yang dirancang untuk melindungi Bumi.
Mineral ini hanya dapat terbentuk akibat tekanan sangat tinggi seperti yang terjadi saat asteroid menghantam Bumi, sehingga menjadi bukti kuat bahwa Silverpit terbentuk akibat tumbukan.
NASA secara resmi telah menepis segala kemungkinan mengenai potensi hantaman asteroid 2024 YR4 terhadap Bulan pada tahun 2032 mendatang.
Asteroid yang diberi kode 2026 EG1 mencapai titik terdekatnya dengan Bumi pada pukul 23:27 EDT (03:27 GMT, 13 Maret).
Eksperimen luar angkasa yang dilakukan oleh NASA melalui misi Double Asteroid Redirection Test (DART) menghasilkan temuan penting.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved