Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH "awan peliharaan" aneh menarik perhatian utama dalam foto satelit terbaru di Selandia Baru. Formasi awan yang aneh ini kerap muncul di tempat yang sama berkat pegunungan terdekat dan kadang disalahartikan sebagai UFO.
Awan tipis yang berbentuk lonjong ini dikenal warga setempat sebagai "Taieri Pet." Ini adalah awan lentikular altocumulus berdiri (ASLC) yang memanjang, sering terlihat di antara kota kecil Middlemarch dan Hyde di wilayah Otago, Pulau Selatan Selandia Baru. Meskipun ukurannya bisa sedikit bervariasi, awan ini selalu tampak mirip dan muncul hampir di lokasi yang sama.
Awan ASLC terbentuk ketika gelombang udara melewati penghalang topografi, seperti pegunungan, memaksa uap air mengembun dalam lapisan vertikal, menurut Layanan Cuaca Nasional. Taieri Pet muncul ketika udara lembab melewati Pegunungan Rock and Pillar dan tetap berada di tempatnya serta dibentuk lebih lanjut oleh angin tegak lurus yang bertiup dari utara, sebagaimana dijelaskan NASA Earth Observatory.
"Saat awan terbentuk di puncak gelombang ini, awan tersebut hampir tidak bergerak di langit dan dibentuk oleh angin kencang yang melaluinya," ujar John Law, seorang ahli meteorologi di MetService Selandia Baru kepada Earth Observatory.
Awan lentikular sering berbentuk seperti piring terbang dan dianggap sebagai salah satu penjelasan paling umum untuk penampakan UFO di seluruh dunia, menurut Kantor Meteorologi Inggris.
Saat dilihat dari samping, Taieri Pet sering kali memiliki beberapa lapisan yang sangat jelas yang bertumpuk satu sama lain, seperti "tumpukan besar pancake" atau "tumpukan piring," tulis perwakilan Earth Observatory. Foto-foto masa lalu menunjukkan awan ini bisa setinggi beberapa ratus kaki.
Ketinggian awan lentikular dapat menjadi risiko yang mengejutkan bagi penerbangan. Pesawat bisa mengalami turbulensi berat saat melintasi awan ini, karena adanya arus vertikal yang bergerak naik dan turun di dalam awan. Suhu awan yang sangat rendah juga menyebabkan es terbentuk pada pesawat, menurut Kantor Meteorologi Inggris.
Awan ASLC juga dapat menandakan perubahan kondisi atmosfer dan sering diikuti oleh peningkatan curah hujan, menurut Fox Weather. Namun, data cuaca historis menunjukkan hal ini tidak terjadi dalam kasus ini. (Space/Z-3)
Kakapo, burung beo endemik Selandia Baru yang tak bisa terbang, terancam punah akibat siklus kawin langka dan keragaman genetik rendah. Ini penjelasan ilmiahnya.
Fosil penguin raksasa setinggi 1,6 meter ditemukan di Selandia Baru. Spesies purba ini hidup 66 juta tahun lalu usai punahnya dinosaurus.
Polisi Selandia Baru mengonfirmasi liontin Fabergé bertahtakan berlian yang ditelan seorang pria saat mencuri telah berhasil “dipulihkan secara alami”.
Dengan permintaan global akan wisata alam dan kebugaran sedang tinggi-tingginya, Selandia Baru unggul sebagai destinasi utama untuk Active Escapes.
Hakyung Lee, ibu asal Selandia Baru yang membunuh dua anaknya dan menyembunyikan jenazah mereka dalam koper, divonis penjara seumur hidup.
Upaya evakuasi dua pendaki yang tewas di Aoraki menghadapi tantangan kondisi lingkungan pegunungan Alpen yang menantang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved