Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ERIS merupakan salah satu planet kerdil terbesar di tata surya kita. Ukurannya hampir sama dengan Pluto, namun Eris terletak tiga kali lebih jauh dari Matahari. Dilansir dari website NASA, penemuan Eris memicu perdebatan dalam komunitas ilmiah yang berujung pada keputusan Persatuan Astronomi Internasional (IAU) pada tahun 2006 untuk memperjelas definisi planet. Pluto, Eris, dan objek serupa lainnya kini diklasifikasikan sebagai planet kerdil.
Eris ditemukan pada 5 Januari 2005, berdasarkan data yang diperoleh pada 21 Oktober 2003, selama survei Observatorium Palomar terhadap sistem tata surya luar oleh Mike Brown, seorang profesor astronomi planet di California Institute of Technology; Chad Trujillo dari Observatorium Gemini; dan David Rabinowitz dari Universitas Yale.
Dengan diameter ekuatorial sekitar 2.400 kilometer, Eris memiliki ukuran sekitar 1/5 dari lebar Bumi. Eris, seperti Pluto, sedikit lebih kecil dari Bulan Bumi. Jika Bumi sebesar koin nikel, Eris kira-kira sebesar butir jagung.
Baca juga : Ilmuwan Temukan Bukti Baru Adanya Planet ke-9
Eris terletak pada jarak rata-rata 10 miliar kilometer dari Matahari, yang setara dengan 68 unit astronomi (AU). Satu unit astronomi adalah jarak dari Matahari ke Bumi. Dari jarak ini, sinar matahari memerlukan waktu lebih dari sembilan jam untuk sampai ke permukaan Eris.
Eris memerlukan 557 tahun Bumi untuk menyelesaikan satu orbit mengelilingi Matahari. Bidang orbit Eris terletak jauh di luar bidang planet-planet tata surya dan melampaui Sabuk Kuiper, sebuah zona puing-puing es di luar orbit Neptunus. Saat Eris mengorbit Matahari, ia menyelesaikan satu rotasi setiap 25,9 jam, menjadikan panjang harinya mirip dengan hari Bumi.
Eris memiliki bulan kecil yang bernama Dysnomia. Dysnomia memiliki orbit hampir lingkaran yang berlangsung sekitar 16 hari. Bulan ini dinamai sesuai dengan putri Eris, dewi iblis yang melambangkan kekacauan.
Dysnomia dan bulan-bulan kecil lainnya di sekitar planet dan planet kerdil memungkinkan astronom untuk menghitung massa tubuh induknya. Dysnomia berperan dalam menentukan seberapa mirip Pluto dan Eris satu sama lain.
Planet kerdil Eris merupakan anggota kelompok objek yang mengorbit di zona berbentuk cakram di luar orbit Neptunus, yang dikenal sebagai Sabuk Kuiper. Wilayah jauh ini dipenuhi dengan ribuan dunia es mini, yang terbentuk pada awal sejarah tata surya kita sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu. Tubuh-tubuh es dan batuan ini disebut objek Sabuk Kuiper, objek transneptunian, atau plutoid.
Pemetaan semacam ini dipandang sebagai terobosan signifikan karena memungkinkan para ilmuwan untuk memahami kondisi atmosfer di luar tata surya.
Samudra Europa berpotensi tidak memiliki dinamika geologis yang cukup untuk mendukung kehidupan, khususnya akibat minimnya aktivitas hidrotermal di dasar lautnya.
Para astronom untuk pertama kalinya berhasil mendeteksi ledakan besar yang dilepaskan oleh sebuah bintang di luar tata surya.
Para ilmuwan NASA kembali membuat terobosan besar dalam dunia astronomi.
Hambatan terbesar dalam mewujudkan perjalanan antarbintang ternyata bukan terletak pada kapal, mesin, ataupun bahan bakar.
Lima dekade setelah misi Apollo menapakkan kaki di permukaan Bulan, teka-teki terbesar tentang struktur internal satelit alami Bumi itu akhirnya berhasil dipecahkan.
Jurnal The Astrophysical Journal Letters baru saja mempublikasikan hasil penelitian tim dari Southwest Research Institute (SwRI) yang memanfaatkan Teleskop Antariksa James Webb NASA.
Studi terbaru menunjukkan lapisan luar planet kerdil Ceres, objek terbesar di sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter, kemungkinan terbentuk dari lautan es kotor yang membeku.
Para peneliti di Caltech telah menemukan bukti baru mengenai keberadaan planet kesembilan yang mengikuti orbit yang aneh dan sangat memanjang di bagian luar tata surya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved