Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
ARKEOLOG menghebohkan dunia setelah menemukan harta karun Viking di sebuah ladang di Skotlandia. Yang lebih mengejutkan lagi, analisis mendalam menunjukkan sebagian besar artefak dalam harta karun ini berasal dari Iran, ribuan kilometer jauhnya.
Penemuan ini mengungkap jaringan perdagangan kuno yang jauh lebih luas dari yang pernah dibayangkan sebelumnya, serta memberikan petunjuk baru tentang interaksi antara budaya Viking dan Persia.
Harta karun ini dikenal sebagai Galloway Hoard, kumpulan objek dari zaman Viking terkaya yang pernah ditemukan di Britania Raya atau Irlandia. Penemuan ini terjadi tahun 2014 oleh seorang penggemar deteksi logam di lahan milik Gereja Skotlandia di Balmaghie, Kirkcudbrightshire. Ha
rta karun yang terkubur pada 900 Masehi ini mencakup lebih dari 5 kg perak, emas, dan bahan lainnya, termasuk salib dada Kristen dan bros.
Baca juga : Koin Harta Karun Romawi yang Ditemukan di Italia Bakal Dipamerkan
Salah satu benda paling menonjol dari harta karun ini adalah sebuah wadah perak berpenutup yang asal-usulnya berhasil diidentifikasi sebagai berasal dari Asia Barat, tepatnya dari tambang perak di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Iran.
Wadah ini, yang diukir dengan desain luar biasa termasuk mahkota, altar api, serta citra macan tutul dan harimau, memperlihatkan keterkaitan dengan ikonografi Zoroastrianisme, agama negara Kekaisaran Sasania, yang merupakan kekaisaran Persia terakhir sebelum penaklukan Muslim pada 632 Masehi.
Wadah ini ditemukan dalam kondisi masih terbungkus tekstil kuno yang tetap bertahan, meskipun sangat langka untuk bisa bertahan selama ribuan tahun. Tekstil tersebut sudah sebagian diangkat dan diawetkan, sementara permukaan wadah telah dibersihkan dengan laser untuk menghilangkan korosi hijau yang menutupi sebagian besar perak. Analisis ilmiah lebih lanjut mengungkapkan perak yang digunakan untuk membuat wadah ini berasal dari tambang di wilayah Iran saat ini.
Baca juga : Menjaga Peninggalan Arkeologi Maritim
Dr Martin Goldberg, kurator utama koleksi awal abad pertengahan dan Viking di National Museums Scotland (NMS), mengungkapkan kekagumannya saat pertama kali melihat detail desain pada wadah ini. “Melihat macan-macan itu untuk pertama kalinya adalah hal yang sangat menakjubkan,” ujarnya.
Teknologi canggih seperti pemindaian 3D memungkinkan untuk melihat detail desain, tetapi tetap tidak dapat menyampaikan warna dan respons yang sama seperti ketika melihat objek tersebut secara langsung.
Dr. Jane Kershaw, seorang ahli perak zaman Viking dari Universitas Oxford, menambahkan analisis isotop timbal yang terkandung dalam perak dan niello cocok dengan bijih dari Iran. Bahkan bisa dipastikan niello tersebut berasal dari tambang terkenal Nakhlak di Iran tengah.
"Luar biasa bisa mendapatkan konfirmasi ilmiah untuk asal-usul yang begitu jauh dari objek yang luar biasa ini," jelasnya.
Harta karun Galloway ini nantinya akan dipajang secara jangka panjang di NMS di Edinburgh, dengan sebagian besar juga akan dipajang di Kirkcudbright Galleries. Penemuan ini tidak hanya menambah pengetahuan kita tentang perdagangan dan pertukaran budaya pada zaman Viking, tetapi juga menegaskan betapa luasnya jaringan hubungan yang ada antara berbagai peradaban kuno di masa lalu. (The Guardian/Z-3)
fakta tersebut diperkuat dengan adanya temuan para peneliti terkait banyaknya sampel spesies pohon yang berasal dari Amerika dan Eropa yaitu hemlock dan pinus Jack
Penemuan arkeologi terbaru mengungkap produksi minyak zaitun di Italia dimulai seribu tahun lebih awal dari era Romawi. Bukti ditemukan melalui residu keramik dan polen purba.
Arkeolog temukan bukti teknologi canggih manusia purba di situs Xigou, Tiongkok. Penemuan alat batu berkomposit ini meruntuhkan anggapan lama tentang evolusi di Asia Timur.
Peneliti berhasil mengidentifikasi kuburan massal korban Plak Justinian di Jerash. Bukti DNA mengungkap bagaimana pandemi melumpuhkan kota kuno 1.500 tahun lalu.
Arkeolog mengungkap penyebab kematian remaja purba "Il Principe" di Italia. Bukti mikroskopis menunjukkan ia sempat bertahan hidup 3 hari setelah diserang beruang.
Studi terbaru mengungkap perilaku budaya kompleks Neanderthal yang menata puluhan tengkorak hewan di sebuah gua di Spanyol. Bukan untuk makan, tapi ritual?
Arkeolog temukan makam Zapotec berusia 1.400 tahun di Oaxaca, Meksiko. Dilengkapi mural berwarna dan pahatan burung hantu raksasa yang masih utuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved