Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK orang telah mengalami peretasan akun Whatsapp. Meski Whatsapp telah dilengkapi verifikasi untuk keamanan akun, peretasan memang tetap bisa terjadi, baik karena celah teknis maupun ketidakcermatan pengguna. Dilansir dari halaman resmi Whatsapp, berikut kiat untuk mengamankan akun Anda:
1. Waspada permintaan pengaturan ulang.
Baca juga : 6 Tanda WhatsApp Anda Disadap dari Jauh dan 4 Cara Mengatasinya
Jika Anda menerima email untuk mengatur ulang PIN verifikasi dua langkah atau kode pendaftaran padahal Anda tidak memintanya, jangan mengklik tautan apa pun. Seseorang mungkin sedang berusaha untuk mengakses nomor telepon Anda di WhatsApp. Harus tetap Anda ingat untuk tidak mudah memberikan PIN atau kode pendaftaran.
2. Verifikasi dua langkah.
Baca juga : Penipu File APK Gentayangan di WAG Jelang Pencoblosan Pemilu 2024
Anda juga perlu mengaktifkan verifikasi dua langkah dan masukkan alamat surel untuk mengantisipasi jika Anda lupa PIN. Setel kata sandi pesan suara yang sulit ditebak di telepon untuk mencegah orang lain mengakses pesan suara Anda.
3. Periksa perangkat tertaut secara rutin.
Baca juga : Kapolda Jateng Jadi Korban Sindikat APK, Raup Rp1,5 Miliar dari 48 Orang. Begini Modusnya
Anda bisa memeriksa perangkat yang tertaut dengan akun Anda. Caranya ialah membuka "Setelan". Pilih Perangkat tertaut untuk meninjau semua perangkat yang ditautkan ke akun Anda. Untuk mengeluarkan perangkat tertaut, ketuk nama perangkat dan pilih "Keluar".
4. Jaga privasi ponsel dan nomor kontak.
Setel kode perangkat dan waspadai siapa yang dapat mengakses telepon Anda secara fisik. Orang yang dapat mengakses ponsel Anda bisa saja menggunakan akun WhatsApp Anda tanpa izin. (M-1)
DINAS Rahasia AS tengah menyelidiki gangguan pada eskalator dan teleprompter saat kunjungan Presiden Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump ke Sidang Majelis Umum PBB.
Fitur ini disebut Memory Integrity Enforcement (MIE), dirancang untuk menghentikan bug kerusakan memori, salah satu kerentanan paling umum yang dieksploitasi pengembang spyware
Google bantah kabar peretasan gmail. Perusahaan ini menegaskan sistem keamanan mereka masih tangguh.
Anthropic mengungkap AI Claude disalahgunakan peretas, termasuk Korea Utara, untuk serangan siber, pencurian data, hingga penipuan kerja jarak jauh.
"Berdasarkan hasil penelusuran dan validasi yang telah kami lakukan, kami memastikan bahwa klaim kebocoran data yang dikelola Pemprov Jabar itu tidak benar,"
Maskapai Qantas mengalami serangan siber yang menyasar sistem layanan pelanggan milik pihak ketiga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved