Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH sekolah swasta di London, Inggris, David Game College memperkenalkan ruang kelas 'tanpa guru' pertama di negara tersebut. Mereka menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menggantikan peran guru mengajarkan bahasa Inggris, matematika, dan sains. Sedangkan guru akan dilibatkan untuk memastikan kedisiplinan dan memimpin kelas-kelas yang belum bisa dilakukan oleh komputer, seperti pendidikan seni dan seks.
Baca juga : Ngaji.ai, Cara Baru Belajar Mengaji di Era Digital
John Dalton, kepala sekolah tersebut menggambarkan proyek yang dikenal sebagai Program Sabrewing ini sebagai lompatan kuantum dalam dunia pendidikan. Ia bersikeras bahwa hal ini tidak akan membuat para guru kehilangan pekerjaan.
"Peran guru akan berevolusi dan berubah seiring dengan perkembangan teknologi," kata Dalton, dilansir dari Daily Mail, Rabu (14/8).
"Banyak institusi pendidikan yang telah menggunakan AI di dalam kelas sebagai pendukung, namun kami mengambil lompatan besar dengan menggunakannya untuk mengajarkan seluruh kurikulum inti," tambahnya.
Baca juga : Melalui AI, Umat Manusia Siap Membuka Bab Baru dalam Eksistensinya
Dalton mengungkapkan AI akan menjadi seperti tutor pribadi untuk setiap anak dan akan dengan cepat mengidentifikasi dan mengatasi kelemahan dalam pengetahuan mereka.
"Kami benar-benar percaya bahwa siswa akan menguasai pelajaran seperti matematika, kimia dan fisika jauh lebih efektif dan efisien daripada di kelas biasa yang hanya satu guru untuk semua. Program ini akan diluncurkan pada awalnya untuk kelompok uji coba yang terdiri dari 20 siswa yang dipilih secara langsung, termasuk beberapa siswa yang memiliki kebutuhan pendidikan khusus," katanya.
Setiap hari, anak-anak akan masuk ke ruang kelas mereka, membuka laptop, memasang headphone, dan sistem AI akan mulai mengajari mereka.
Mereka dapat mengajukan pertanyaan dan komputer akan menjawab dengan bahasa alami yang mirip dengan manusia. Sistem akan terus menguji murid-murid, menghasilkan data tentang pengetahuan setiap anak. Data ini akan digunakan untuk menyesuaikan pelajaran dan membantu mereka berkembang.
Baca juga : Para Advokat Diminta Beradaptasi dengan AI
"Saya telah mengajar selama 30 tahun dan sangat sulit untuk mengetahui secara pasti mengapa seorang murid tidak dapat menguasai suatu mata pelajaran. Anda dapat menggunakan intuisi profesional Anda, namun intuisi tersebut tidak akan pernah sebaik data yang dapat dihasilkan oleh sistem AI. Model ini memungkinkan siswa untuk unggul melalui perjalanan pendidikan yang dipersonalisasi dan ini mendapatkan dukungan," katanya.
Sementara itu, Chris McGovern, ketua Campaign for Real Education setuju bahwa ada peran AI di dalam kelas. Namun ia mengatakan bahwa menggantikan guru dengan AI adalah hal yang malas.
"Anda tidak akan pernah bisa mengalahkan guru yang hebat karena mereka bisa berinteraksi dengan murid dengan cara yang tidak akan pernah bisa dilakukan oleh mesin," katanya.
Ia mengungkapkan dengan melibatkan AI tidak akan menghasilkan keakraban di ruang kelas karena semua orang menatap layar.
"Hal ini merendahkan martabat pendidikan dan merupakan mosi tidak percaya terhadap profesi guru. Jika kita berakhir dengan mesin yang memegang kendali, itu akan menjadi masa depan yang sangat suram bagi kesehatan mental dan kebahagiaan anak-anak," katanya. (M-4)
Sebagian siswa cenderung terlalu dimanja dan setiap persoalan kecil dilaporkan kepada orang tua, bahkan berujung pada kriminalisasi guru.
KEGELISAHAN guru terhadap kehadiran teknologi di ruang kelas kerap dianggap sebagai gejala baru.
Guru dan mahasiswa dilibatkan dalam pendidikan gizi di sekolah penerima MBG untuk meningkatkan kesadaran nutrisi dan mengoptimalkan konsumsi makanan siswa.
Saat harga tiket masuk ke museum murah saja, faktanya minat publik untuk wisata edukasi masih rendah.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengatakan kementeriannya memberikan bantuan kepada ribuan guru korban bencana Sumatra berupa banjir bandang.
INDONESIA ialah negeri yang tak terpisahkan dari dinamika alamnya.
MENAG Nasaruddin Umar, berbicara tentang ekotelogi serta peran agama dan kesadaran kemanusiaan di era Artificial Intelligence (AI) pada konferensi internasional yang berlangsung di Mesir.
FILM drama keluarga dengan sentuhan fiksi ilmiah (Sci-fi), Esok Tanpa Ibu segera tayang di bioskop, dibalut dengan pendekatan teknologi Artificial Intelligence (AI)
Pada 2025, jumlah pengguna PLN Mobile melonjak drastis hingga melampaui 50 juta pengunduh dan total transaksi tahunan lebih dari 30 juta transaksi.
Marhaenisme sebagai ideologi organisasi tidak boleh anti-teknologi. Sebaliknya, teknologi harus dikendalikan oleh nilai-nilai ideologis untuk kepentingan rakyat kecil.
Inilah paradoks utama media massa di era AI.
Perusahaan manajemen medis global, Medix, menilai pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi menjadi kunci penting untuk menutup kesenjangan layanan kesehatan di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved