Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
LABORATORIUM Kecerdasan Buatan (AI) Open AI menjadi sorotan setelah meluncurkan proyek kripto bernama Worldcoin. Worldcoin adalah platform identifikasi digital yang menggunakan teknologi pemindaian mata (scanning mata) untuk menciptakan jaringan keuangan dan identitas pengguna di seluruh dunia yang berbasis teknologi blockchain.
Worldcoin melakukan verifikasi identitas pengguna dengan metode proof-of-personhood (PoP). Metode ini melibatkan scanning mata menggunakan perangkat bernama The Orb.
Dengan semakin berkembangnya teknologi artificial inteligence (AI), Worldcoin menyediakan cara mudah bagi setiap orang untuk memverifikasi bahwa mereka adalah manusia sungguhan, bukan bot atau algoritma AI.
Baca juga: Studi: AI Menciptakan Peluang dan Risiko untuk Jurnalisme
Kripto Worldcoin telah memberikan banyak kemudahan, tapi beberapa masalah dari kripto ini juga harus diperhatikan, seperti verifikasi identitas dengan The Orb. Worldcoin menggunakan iris mata untuk menangkap dan mengesahkan data biometrik unik individu. Hingga saat ini, sudah ada sejumlah negara menunding cara verifikasi tersebut berisiko menimbulkan masalah kesehatan.
Di tengah-tengah perjuangan pelaksanaan proyek kripto Worldcoin di Kenya, Worldcoin telah dituduh oleh pemerintah Kenya melakukan penipuan data dengan mengatakan proyek itu kelihatan seperti gerombolan yang datang untuk mengumpul data.
Selain kebocoran data pribadi, metode verifikasi identitas dengan scanning mata itu juga memicu kekhawatiran tentang kesehatan. Menteri Kesehatan Kenya, Susan Nakhumicha Wafula mengatakan, teknologi pengimbasan iris berpotensi membawa ratusan ribu rakyat Kenya kepada risiko kesehatan.
Baca juga: Trafik ChatGPT Menurun, Ini Alasannya
Pengawasan Ketat Global
Dengan banyak kekhawatiran, Worldcoin menghadapi pengawasan yang ketat secara global karena badan regulator menyuarakan kekhawatiran terkait penanganan informasi pribadi dan data biometrik perusahaan. Tak hanya dikritik oleh negara-negara berkembang, negara-negara eropa seperti Jerman dan Inggris juga melakukan pemeriksaan terhadap Worldcoin.
"Kami mencatat peluncuran Worldcoin di Inggris dan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut," kata juru bicara Kantor Komisi Informasi Inggris, dikutip dari Yahoo Finance, Jumat (28/7).
Sejak November 2022, Pengawasan Perlindungan Data (BayLDA) Jerman telah memulai penyelidikan terhadap aktivitas Worldcoin.
Pimpinan BayLDA, Michael Will mangatakan bahwa teknologi seperti Worldcoin berpotensi disalahgunakan untuk mengirimkan informasi keuangan dan menimbulkan risiko bagi pengguna Worldcoin.
Sementara itu, popularitas Worldcoin cepat atau lambat akan meningkat di Indonesia. Lembaga dan kementeria terkait seharusnya memperkuat pengawasan dan terus menyempurnakan kebijakan atau sistem pengawasan terhadap Worldcoin.
(Z-9)
MENAG Nasaruddin Umar, berbicara tentang ekotelogi serta peran agama dan kesadaran kemanusiaan di era Artificial Intelligence (AI) pada konferensi internasional yang berlangsung di Mesir.
FILM drama keluarga dengan sentuhan fiksi ilmiah (Sci-fi), Esok Tanpa Ibu segera tayang di bioskop, dibalut dengan pendekatan teknologi Artificial Intelligence (AI)
Pada 2025, jumlah pengguna PLN Mobile melonjak drastis hingga melampaui 50 juta pengunduh dan total transaksi tahunan lebih dari 30 juta transaksi.
Marhaenisme sebagai ideologi organisasi tidak boleh anti-teknologi. Sebaliknya, teknologi harus dikendalikan oleh nilai-nilai ideologis untuk kepentingan rakyat kecil.
Inilah paradoks utama media massa di era AI.
Perusahaan manajemen medis global, Medix, menilai pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi menjadi kunci penting untuk menutup kesenjangan layanan kesehatan di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved