Jumat 06 Januari 2023, 16:40 WIB

BRIN Luncurkan Satelit Nano Karya Anak Bangsa ke Orbit

Faustinus Nua | Teknologi
BRIN Luncurkan Satelit Nano Karya Anak Bangsa ke Orbit

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Ilmuwan muda Tim Surya Satellite-1 Muhammad Zulfa Dhiyaulhaq (kiri), Setra Yoman Prahyang (tengah), dan Suhandinata (kanan)

 

BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa resmi meluncurkan satelit nano pertama karya anak bangsa Surya Satellite-1 (SS-1) ke orbit LEO (Low Earth Orbit) pada Jumat (6/1).

Sebelumnya, satelit tersebut berhasil diluncurkan menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ ISS) dengan menggunakan roket SpaceX CRS-26 pada 27 November 2022, dari NASA Kennedy Space Center, Florida dan kali ini kembali dilepaskan dari ISS menuju orbit LEO dengan modul deployer (Modul JSSOD) milik Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA).

"Pelepasan SS-1 menuju orbit ini, membuat satelit tersebut akan beroperasi di ketinggian 400-420 km di atas permukaan bumi dengan sudut inklinasi 51,7 derajat," ujar Kepala OR Penerbangan dan Antariksa BRIN, Robertus Heru Triharjanto dalam acara peluncuran secara hybrid, Jumat (6/1).

Dijelaskannya, peluncuran satelit nano pertama di Indonesia menjadi titik awal yang menunjukkan bahwa ilmuwan muda dan anak bangsa telah berhasil menorehkan sejarah besar dalam pencapaian industri antariksa nasional. Pasalnya, peluncuran satelit nano relatif baru di Indonesia, lantaran mayoritas yang beroperasi dan dipakai saat ini adalah satelit mikro.

"SS-1 sendiri merupakan satelit nano atau cubesat yang berukuran 10 x 10 x 11.35 cm dengan berat 1 hingga 1,3 kg, lebih kecil dari satelit mikro atau tubesat yang biasanya memiliki berat 50-70 kg," imbuhnya.

Heru mengatakan bahwa peluncuran dan pelepasan SS-1 menuju orbit akan memberikan suntikan motivasi terhadap pentingnya penguasaan teknologi satelit untuk Indonesia. Selain itu, SS-1 juga memiliki gagasan yang penting yaitu untuk membangun kapabilitas generasi muda Indonesia dalam penguasaan teknologi satelit.

Proyek SS-1 sendiri diinisiasi oleh engineer muda Indonesia dari Surya University bekerja sama dengan Organisasi Radio Amatir Indonesia (ORARI) sejak Maret 2016. Pada 2017, SS-1 memulai pengerjaan dan pelatihan pembuatan nano satelit dengan supervisi dari para periset di Pusat Teknologi Satelit.

“BRIN akan selalu mendukung pengembangan satelit yang dikembangkan oleh universitas maupun startup Indonesia dengan keahlian yang telah dimiliki, dalam skema dukungan riset, serta fasilitas pengujian dan integrasi satelit yang disiapkan oleh BRIN,” kata Heru.

Dikatakannya, BRIN turut memberi dukungan penuh terhadap proyek pengembangan satelit nano yang diprakarsai oleh Surya University tersebut. Dukungan itu berupa bimbingan ahli satelit dimulai dari tahap desain, manufaktur, perangkaian, hingga pengujian satelit.(OL-4)

Baca Juga

Ilustrasi

Mengenal Penetration Testing, Salah Satu Metode Menangkal Serangan Siber

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Februari 2023, 12:13 WIB
Pentest (penetration testing) menjadi sebuah metode yang sangat efektif dalam mengevaluasi keamanan sistem. Hal ini dikarenakan metode ini...
Dok. Kemenkominfo

Status Literasi Digital Masyarakat Indonesia Meningkat di 2022, Tapi Tetap di Kategori Sedang

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Februari 2023, 11:48 WIB
Status Literasi Digital Indonesia pada tahun 2022 mengalami kenaikan menjadi 3,54 dibandingkan dengan tahun 2021 yaitu...
dok.Ist

Infrastruktur TIK dan Sistem ERP Kelola Limbah Lebih Baik

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 31 Januari 2023, 21:36 WIB
INFRASTRUKTUR Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terintegrasi dan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) pengolahan limbah oleh PT...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya