Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH ledakan gelombang radio superpendek yang semula diduga sebagai Fast Radio Burst (FRB) dari galaksi jauh, ternyata berasal dari satelit tua milik NASA bernama Relay 2. Satelit ini yang sudah tidak aktif sejak 58 tahun lalu.
Ledakan ini pertama kali terdeteksi pada Juni 2024 oleh Australian Square Kilometer Array Pathfinder (ASKAP). Durasi sinyalnya sangat singkat, namun kekuatannya mampu menenggelamkan seluruh sinyal radio lain dari langit.
“Awalnya kami menduga ini FRB dari galaksi jauh. Tapi ternyata hanya berasal dari orbit Bumi,” kata astrofisikawan Adam Deller dari Swinburne University.
Satelit Relay 2 diluncurkan NASA pada 1964 sebagai bagian dari program komunikasi luar angkasa awal. Ia berhenti beroperasi pada 1965 dan benar-benar mati pada 1967. Namun secara mengejutkan, sinyal kuat muncul dari satelit ini saat ASKAP mengarah ke wilayah langit tempat ia berada.
“Walaupun satelit ini bersejarah, tidak ada sistem aktif yang bisa menghasilkan sinyal sependek ini,” jelas Clancy W. James dari Curtin University.
Perbandingannya mencengangkan: Relay 2 berjarak sekitar 4.500 km dari Bumi saat sinyal terdeteksi, sedangkan FRB asli biasanya berasal dari jarak hingga miliaran tahun cahaya.
Meski sinyal ini bukan berasal dari luar angkasa, para ilmuwan masih belum tahu apa yang menyebabkannya. Dua teori utama mencuat:
Electrostatic Discharge (ESD) – semacam "loncatan listrik" akibat penumpukan muatan pada permukaan satelit yang tua.
Tabrakan mikrometeorit – serpihan debu kosmik mini bisa menciptakan kilatan radio saat menabrak satelit dengan kecepatan tinggi.
Namun kedua teori ini punya kelemahan. ESD biasanya berlangsung jauh lebih lama daripada sinyal yang terdeteksi. Sedangkan tabrakan mikrometeorit seperti itu sangat jarang terjadi.
“Walau kami condong ke ESD sebagai penyebabnya, durasi sinyal yang sangat singkat masih menjadi teka-teki besar,” kata James.
Untungnya, para peneliti meyakinkan kasus salah identifikasi ini sangat jarang terjadi. FRB sejati biasanya memiliki karakteristik unik: dispersi sinyal, yaitu penundaan waktu pada frekuensi rendah akibat perjalanan jauh menembus plasma kosmik.
“Ledakan ini tidak menunjukkan efek itu, jadi kami tahu sinyalnya berasal dari jarak dekat,” kata astronom Marcin Glowacki dari University of Edinburgh.
Meski awalnya mengecewakan, penemuan ini justru membuka peluang baru. ASKAP terbukti bisa digunakan untuk memantau kondisi satelit, termasuk potensi kerusakan akibat ESD.
“Selama ini ESD susah dipantau karena tak bisa dilihat langsung dari Bumi. Tapi jika sinyal seperti ini bisa direkam, maka radio teleskop bisa jadi alat deteksi dini yang sangat berguna,” ujar James.
Adam Deller menambahkan, “Kami berharap bisa mendeteksi lebih banyak sinyal seperti ini ke depan, agar bisa memahami mekanismenya dan mencegah kerusakan satelit.”
Penelitian lengkap tim ini telah dipublikasikan di situs pracetak ilmiah arXiv. (Space/Z-2)
Para astronom kini berburu tanda-tanda kehidupan di 6.000 exoplanet. Mulai dari deteksi gas atmosfer hingga misi masa depan NASA, inilah cara kita menjawab apakah Bumi itu unik.
Teleskop James Webb menampilkan detail baru Nebula Helix, memperlihatkan struktur gas, debu, dan akhir kehidupan bintang dengan resolusi inframerah tinggi.
Setelah 27 tahun berkarir dan mencetak berbagai rekor, astronot NASA Suni Williams resmi pensiun. Misi Boeing Starliner menjadi penutup karir ikoniknya.
Program Artemis tidak hanya bertujuan untuk mendaratkan manusia, tetapi juga membangun fondasi kehadiran jangka panjang di Bulan.
Fenomena astronomi langka akan kembali terjadi: Gerhana Matahari Total diprediksi melintasi sejumlah wilayah Eropa hingga kawasan Arktik pada 12 Agustus 2026.
NASA berupaya menghubungi kembali pengorbit Mars MAVEN yang mendadak diam sejak Desember lalu. Peluang pemulihan menipis setelah kegagalan deteksi terbaru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved