Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
TRANSFORMASI digital yang masif dilakukan saat ini membutuhkan pusat data yang mumpuni. Menjawab kebutuhan itu, perusahaan penyedia solusi layanan internet, PT Mitra Akses Globalindo (Magnet) menjalin kemitraan dengan perusahaan data center, Princeton Digital Group (PDG).
Kerja sama tersebut dikukuhkan lewat MoU yang ditandatangani oleh Managing Director PDG Stephanus Tumbelaka dan Direktur PT Mitra Akses Globalindo Muhammad Johana Mashari di Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (27/9).
Kesepakatan kerja sama antara MAGNET dan PDG ini menghadirkan alternatif layanan one stop solution data center yang lengkap dengan connectivity pelaku bisnis dan juga untuk industri yang semakin membutuhkan layanan “always on”
Johana mengatakan, dengan adanya kerja sama itu, maka dunia usaha dan industri akan dimudahkan dalam mendapatkan layanan data center serta Konektivitas yang dapat diandalkan yang dapat meningkatkan ketersediaan dan cakupan layanan untuk pelanggan.
"Kami senang sekali dapat menjalin kerja sama dengan PDG yang merupakan perusahaan data center terkemuka. Kami pun terbuka untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan pihak yang memiliki kompetensi di bidang Data Center, Cloud dan turunannya. Sehingga Kami bisa ikut berperan serta dalam program pemerintah untuk mendorong perkembangan dan akselerasi digitalisasi dunia industri," kata Johana.
Saat ini MAGNET memiliki layanan data center yang cukup lengkap, mencakup seluruh kebutuhan pelanggan dari layanan colocation, rack, cage, connectivity (internet, VPN, local loop, dark fiber, SDWAN), internet security, backup, DRC hingga managed service. Semua layanan tersebut bisa dilayani melalui satu pintu (One Stop Service), yaitu MAGNET.
Baca juga : Produk Teknologi Encobus Indonesia Curi Perhatian ITS World Congress di LA
Stephanus Tumbelaka mengatakan, konektivitas merupakan faktor yang esensial dalam berlangsungnya layanan, terutama dalam transformasi digital.
"Lewat kerja sama ini akan terwujud kerja sama yang strategis bersama PT Mitra Akses Globalindo (MAGNET) yang juga memiliki satu visi, yaitu untuk berkembang secara berkelanjutan dalam mendukung kebutuhan ekonomi digital di Indonesia," ujarnya.
Terjalinnya kerja sama ini tidak lepas dari dukungan serta kontribusi dari perusahaan Cloud Provider, PT Bangun Abadi Teknologi Indonesia (BATI). Kedua perusahaan ini bersinergi dalam mengembangkan layanan Cloud Enterprise untuk dunia usaha dan industri.
Kerja sama antara MAGNET dan PDG ini juga bertujuan untuk menambah partner data center dan network carrier, sehingga pelanggan mendapatkan waktu akses yang lebih cepat dan jalur back up ke server data center mereka.
Dengan kerja sama itu, maka pelanggan dapat membeli layanan melalui akses MAGNET. Tidak berhenti di layanan data center saja, ke depannya MAGNET juga ingin menghadirkan CDN (Content Delivery Network) dan layanan konten-konten populer seperti YouTube, Facebook, dan lainnya di seluruh data center yang bekerja sama dengan MAGNET/ (RO/OL-7)
RISE with SAP memungkinkan Win&Co Group untuk melakukan analisis profitabilitas yang lebih merinci mulai tingkat produksi hingga penjualan.
Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan pers harus menjaga kepercayaan publik di tengah disinformasi dan AI. Kolaborasi media, pemerintah, dan platform digital jadi kunci ruang informasi sehat.
Puncak HPN 2026 di Banten menegaskan pentingnya peran pers sebagai penjaga kualitas informasi di era digital dan AI.
PT Bank Syariah Nasional (BSN) meluncurkan Bale Syariah by BSN untuk mendorong transaksi digital, menargetkan pertumbuhan pengguna dua kali lipa
Perkembangan teknologi, kemudahan akses informasi, serta pesatnya pertumbuhan platform e-commerce dan media sosial telah mengubah cara konsumen dalam memilih produk.
Industri CRM ke depan akan makin insight-driven, bahkan sudah banyak yang mengklaim AI-enabled/AI-native CRM.
Di tengah ekspansi ekonomi digital yang kian cepat, industri financial technology (fintech) Indonesia memasuki fase baru: dari mengejar pertumbuhan.
Meski potensi ekonomi digital besar, Indonesia masih menghadapi tantangan serius pada aspek literasi.
Peran AI sebagai intelligent trust, bukan pengganti tanggung jawab manusia, melainkan alat untuk memperkuat transparansi, keadilan distribusi, dan pengambilan keputusan beretika.
Bank Indonesia melakukan reformasi pengaturan industri sistem pembayaran, salah satunya Transaksi, Interkoneksi, Kompetensi, Manajemen Risiko, dan Infrastruktur Teknologi Informasi.
Shopee 10 tahun dorong UMKM, brand lokal, dan kreator tumbuh digital
Menko Airlangga menegaskan bahwa sektor digital kini berkedudukan sebagai mesin ketiga (third engine) pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved