Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MEDIA sosial ibarat pedang bermata dua. Selain bermanfaat untuk sarana berbagi informasi maupun untuk aktivitas perdagangan, banyak pengguna yang merasa tertekan akibat terdampak media sosial, seperti pengaruh gaya hidup, perjudian online, sampai menjadi korban kejahatan digital.
Hal itu mengemuka dalam webinar dengan tema “Candu Medsos Hati-Hati Stres Gara-Gara Media Sosial”.
Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Farid Zamroni mengatakan, warganet dikatakan telah cakap bermedia digital apabila dinilai mampu mengetahui, memahami, serta menggunakan perangkat keras dan lunak serta sistem operasi digitalnya.
Selain itu, warganet juga harus mampu mengelola banyaknya informasi yang beredar di internet dan media sosial. Sedikitnya, ada tiga jenis gangguan yang perlu diketahui dan diwaspadai masyarakat yaitu dis-informasi, mis-informasi, serta mal-informasi.
“Media digital adalah portofolio kita yang dapat merekam semua yang dilakukan serta dapat dilihat oleh siapapun. Karena itu, kita harus bijak dalam menggunakan mobile (gawai), bijak sebelum mengunggah dan selalu membangun citra dengan postingan yang inspiratif. Supaya nantinya dapat meningkatkan rekam jejak yang positif,” jelas Farid Zamroni.
Owner Kampoeng Dolanan Nusantara Borobudur sekaligus Pembina Mafindo Magelang, Abbet Nugroho menjelaskan, perkembangan internet dan media sosial yang kian pesat membawa tantangan baru dari segi kebudayaan masyarakat Indonesia. Misalnya, media digital telah menjadi sarana dalam menyampaikan ekspresi tapi justru cenderung kebablasan.
Menurut dia, banyak unggahan warganet di platform media sosial yang tidak sesuai dengan nilai kesopanan dan kesantunan, seperti menampilkan aurat atau ketelanjangan, perselingkuhan, ataupun ekspresi lain yang tidak cocok dengan kepribadian bangsa Indonesia.
Baca juga : Waspada Pencurian Data Pribadi di Media Sosial
“Kebebasan berekspresi di media sosial justru menggambarkan bahwa anak-anak kita berprinsip yang penting viral tapi ia melupakan moral. Sehingga, konten yang diunggahnya lebih sering menampilkan dengan pakaian yang minim dan seksi. Sebagai orang tua, kita harus mampu memberikan edukasi agar anak-anak diarahkan untuk menampilkan konten yang positif dan bermanfaat,” ujar Abbet.
Dosen Program Studi Sosiologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Ahmad Uzair menambahkan, media sosial dan internet memiliki dua mata sisi yang saling berlawanan. Di sisi yang satu, kecanggihan teknologi digital semakin mempermudah urusan manusia mulai dari sektor pendidikan, berbelanja atau ekonomi, hingga layanan komunikasi.
Tapi di sisi lain juga menimbulkan sejumlah persoalan antara lain, pelecehan seksual untuk kalangan remaja, perundungan atau bullying, serta tantangan berdemokrasi. Sejumlah konten negatif yang sering muncul di media sosial misalnya, pelanggaran kesusilaan, perjudian, penghinaan, pemerasan, penyebaran berita bohong, serta penyebaran kebencian.
“Perundungan juga persoalan yang besar di media sosial, karena sebanyak 30% remaja telah mengalami perundungan. Ini menjadi masalah, karena Indonesia ingin menjadi negara maju pada 2045 serta akan mendapatkan bonus demografi. Tapi, kalau sekarang anak-anak muda kita sekarang mengalami perundungan yang berarti berdampak pada depresi dan rasa kerendahan diri, kita tentu menyia-nyiakan bonus demografi sebanyak itu,” jelas Ahmad Uzair.
Dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif.
Kegiatan itu khususnya ditujukan bagi para komunitas di wilayah Kalimantan dan sekitarnya yang tidak hanya bertujuan untuk menciptakan Komunitas Cerdas, tetapi juga membantu mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih unggul dalam memanfaatkan internet secara positif, kritis, dan kreatif di era industri 4.0.
Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama GNLD Siberkreasi juga terus menjalankan program Indonesia Makin Cakap Digital melalui kegiatan-kegiatan literasi digital yang disesuaikan pada kebutuhan masyarakat. (RO/OL-7)
Banyak wilayah di Bali yang membutuhkan akses internet stabil, terutama daerah yang secara geografis terisolasi.
Tanpa dukungan WiFi yang andal, pelaku usaha berisiko menghadapi gangguan operasional yang berujung pada hilangnya peluang penjualan.
Upaya mempercepat pembangunan infrastruktur digital di wilayah Indonesia timur mencapai tonggak baru dengan beroperasinya Community Gateway pertama di Indonesia.
Pemerintah Rusia memblokir Snapchat dan membatasi FaceTime dengan alasan keamanan nasional.
PT Perusahaan Gas Negara (PGN) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Nama domain tingkat tinggi geografis telah menjadi symbol identitas daerah dan sarana memperkuat posisi suatu wilayah di ruang digital.
Awalnya mereka merasa terinspirasi dari postingan teman-temannya, sehingga kemudian ingin ikut pula menginspirasi.
Algoritma Instagram Reels 2025 berubah total! Ketahui 10 update penting yang memengaruhi distribusi konten, strategi viral, dan cara kreator beradaptasi dengan aturan baru.
Polri baru-baru ini mengungkapkan strategi terbaru yang digunakan oleh jaringan terorisme untuk merekrut anak-anak melalui ruang digital.
TikTok mengungkapkan telah menghapus lebih dari 25 juta konten sepanjang semester pertama 2025, termasuk di antaranya 232.000 konten terkait penipuan.
Tidak cukup hanya membuat konten menarik, pelaku bisnis juga harus memahami kapan audiens paling aktif agar jangkauan dan interaksi meningkat.
RAPPER asal Kanada yang beberapa kali mendapat sorotan publik, Lil Tay kini menjadi model platform media sosial OnlyFans.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved