Senin 18 April 2022, 17:29 WIB

Mengenal Teknologi Blockchain yang Lahirkan Koin Kripto dan NFT 

Miskah Syifa Putri | Teknologi
Mengenal Teknologi Blockchain yang Lahirkan Koin Kripto dan NFT 

Freepik.com
Ilustrasi Blockchain

 

TEKNOLOGI Blockchain semakin populer di Indonesia belakangan ini. Blockchain adalah teknologi yang digunakan sebagai sistem penyimpanan atau bank data secara digital yang terhubung dengan kriptografi. Penggunaannya tidak terlepas dari Bitcoin dan Cryptocurrency lainnya. 

Block yang memiliki arti kelompok dan chain yang artinya rantai. Pengertian dari penamaan teknologi ini mencerminkan bagaimana cara kerja blockchain. Dimana, teknologi tersebut memanfaatkan resource komputer untuk menciptakan blok-blok yang terhubung (chain). 

Blok-blok yang saling terhubung nantinya digunakan untuk mengeksekusi sebuah transaksi. Teknologi ini memang cukup menarik karena sifatnya yang tidak terpusat. Blockchain mampu berjalan sendiri menggunakan algoritma komputer tanpa ada sistem tertentu yang mengaturnya. 

Sedangkan cryptocurrency merupakan sistem mata uang digital yang diamankan menggunakan kriptografi. Sehingga, mata uang tersebut tidak dapat dipalsukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. 

Aset-aset kripto ini menggunakan teknologi yang disebut dengan blockchain. Jadi, blockchain merupakan database yang tidak bisa diganti atau diubah. Intinya, blockchain merupakan teknologi yang digunakan untuk menyimpan data digital yang terhubung dengan kriptografi. 

Keduanya ini memang berbeda, namun sama-sama berkaitan. Di mana kripto sebagai mata uang digital dan blockchain sebagai teknologinya serta penyimpanan data digital yang berkaitan dengan transaksi cryptocurrency. 

Berikut adalah beberapa karakteristik blockchain yang perlu anda ketahui: 

1.Memiliki Hash Kriptografi 

Saat blok diterbitkan dalam jaringan maka secara otomatis tersegal secara kriptografis, artinya rantai blok yang sudah dibuat tersebut tidak dapat dihapus, diubah, maupun diduplikasi. Hal ini menjadikan sistem penyimpanan blockchain memiliki ketahanan dan kepercayaan yang tinggi. 

2.Bersifat Digital 

Sebagai suatu teknologi, karakteristik yang satu ini mutlak terdapat pada blockchain. Seluruh informasi termasuk catatan transaksi yang terjadi pada blockchain akan tersimpan secara digital. Dengan demikian, pengarsipan dokumen secara tradisional dan manual sudah tidak lagi dibutuhkan. 

3.Berbasis Konsesus 

Seluruh pihak harus memberikan konsensusnya lebih dulu untuk dapat melalukan penghapusan transaksi. Namun, di keadaan tertentu, aturan konsensus ini bisa saja diubah untuk penyesuaian. 

4.Jaringan Bersifat P2P 

Blockchain tidak membutuhkan otoritas kepercayaan eksternal atau internal karena data yang terdapat pada jaringan ini dapat didistribusikan ke seluruh pengguna. Masing-masing pengguna memiliki salinan transaksi dan blok hash-nya sendiri. Mata rantai dalam blockchain tersebut yang menyebarkan informasi dari setiap transaksi baru ke seluruh jaringan. 

BAca juga : Lima Perusahaan Komitmen Beli Teknologi Penghapus Karbon

Penjelasan mudahnya, blockchain dimulai ketika sebuah blok menyimpan data baru. Sistemnya terdiri dari dua buah jenis record, yaki transaksi dan blok. Yang unik dari teknologi ini adalah setiap blok akan berisi hash kriptografi sehingga membentuk jaringan. 

Fungsi dari hash kriptografi adalah untuk mengambil data-data dari blok asal dan mengubahnya menjadi compact string. String digunakan sebagai alarm pendeteksi apabila ditemukan potensi sabotase. 

Sifatnya yang terdesentralisasi membuat teknologi ini tidak memiliki satupun otoritas dengan kendali penuh, melainkan terpecah ke setiap komputer yang sudah diinstal perangkat lunak atau software khusus. 

Ada yang disebut dengan para penambang bitcoin, orang-orang yang menyiapkan komputer khusus guna melakukan perhitungan matematis untuk membuka celah blok baru di blockchain. Mereka akan menghitung nilai hash baru berdasarkan kombinasi hash kriptografi sebelumnya. 

Nantinya, ketika terdapat transaksi antara toko online yang menyediakan Wallet Bitcoin dengan pembeli, transaksi tersebut akan dikirim kepada para penambang atau miners bitcoin. 

Dengan begitu, blok baru akan tercipta dan digunakan untuk menyimpan bitcoin dalam transaksi tersebut. (OL-7)

Baca Juga

Dok.Ist

Fotile Indonesia Perkenalkan Konsep Dapur Bahagia

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Mei 2022, 20:15 WIB
Fotile telah banyak berinvestasi dalam praktik penelitian dan pengembangan peralatan dapur terkemuka di dunia selama 25...
Ist/Kemenkominfo

Kemenkominfo Gandeng Aruna Sosialisasi Adopsi Teknologi Digital Bersama Nelayan

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Mei 2022, 13:48 WIB
Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung upaya Kemenkominfo dalam mengedukasi masyarakat akan teknologi digital khususnya bagi nelayan...
AFP

Penelitian Terbaru Ungkap Sejumlah Tantangan Edge Computing

👤Budi Ernanto 🕔Jumat 27 Mei 2022, 12:15 WIB
Ada strategi-strategi yang dapat diadopsi oleh para profesional di bidang TI dan pengambil keputusan untuk future-proofing kemampuan edge...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya