Sabtu 27 Februari 2021, 10:52 WIB

Era Digital, Kebutuhan terhadap Fotografi dan Videografi Meningkat

Ghani Nurcahyadi | Teknologi
Era Digital, Kebutuhan terhadap Fotografi dan Videografi Meningkat

Dok. Jakarta Camera
Store Jakarta Camera

 

SEMAKIN eksisnya media sosial membuat kebutuhan terhadap fotografi dan videografi terus meningkat. Hal itu juga mendorong kebutuhan terhadap peralatan pendukung fotografi dan videografi pun meningkat. Peralatan fotografi pun semakin inovatiff yang membuat pegiat fotografi dan videografi semakin kreatif 

"Dunia Fotografi itu unik. Meski terus berevolusi dari analog ke digital, DSLR ke Mirrorless, Potrait ke Video tetap saja para pecintanya seperti candu untuk membeli body dan lensa kamera dan aksesoris lainnya yang bisa dibilang cukup menguras dompet kita. Nyatanya meski terbilang mahal, penjualan kamera dan atributnya tetap diminati oleh penggemarnya," kata Michael Winata Dharma, owner Jakarta Camera dalam keterangan tertulisnya. 

Michael menyebutkan, produk yang paling laku di market selain body kamera dan lensa adalah aksesoris fotografi dan videografi inovatif, seperti brand Procore Dry Cabinet, Fotopro Tripod, Leofoto Tripod, Vanguard Bag, Laowa special lens, Ifootage Slider, Eimage Video Tripod, Lexar Memory Card, Smallrig Camera Cage, Cowin Active Noise Cancel Headphones, Yoobao power bank dan lainnya. 

Ia menambahkan, peluang bisnis fotografi dan videografi di Indonesia masih cukup baik, karena perkembangan pengguna media sosial dan kecepatan internet yang terus meningkat. Banyak orang yang menikmati hasil karya influencer seperti para youtuber sehingga banyak pula orang yang ingin menjadi salah satu dari mereka. 

"Karenanya para pelaku usaha akan beralih ke digital marketing untuk mempromosikan produk mereka. Hal ini membuat mereka membutuhkan perlengkapan yang lengkap serta berkualitas untuk bisa berkarya dengan bebas dan menggunakan kreativitas mereka," ujarnya. 

Baca juga : Speaker Kualitas Suara HD Sasar Penikmat Musik Premium

Meski demikian, dari sisi penjualan peralatan fotografi dan videografi, Michael mengakui ada pergeseran konsumsi ke arah penjualan online, terutama di masa pandemi COVID-19 saat ini. Untungnya, sejak 2014, Jakarta Camera telah mengembangkan lini bisnis daring lewat JakartaCamera.com

Michael menjelaskan, mengembangkan skema bisnis dengan model transaksi dropship sehingga semakin banyak seller yang bisa bergabung menjual produk Jakarta Camera dan mendapat benefitnya. 

"Terutama di masa pandemi ini dengan meningkatnya minat belanja online memperbesar keyakinan atas strategi kami ini. Semua produk kita dengan mudah dapat diakses melalui media sosial Instagram kami di @jakarta_camera dan juga website kami jakartacamera.com selain itu juga kami hadir di beberapa e-commerce," katanya. 

Di sisi lain, Jakarta Camera juga memperluas lini produk dengan memasarkan kamera pengawas (CCTV). Lini produk CCTV kini juga jadi salah satu bisnis andalan Jakarta Camera mengingat makin tingginya kebutuhan akan keamanan. 

"Saat ini penjualan instalasi CCTV juga menjadi andalan lini bisnis Jakarta Camera dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan keamanan dan sudah menjadi standard setiap bangunan untuk memilik CCTV. Tidak lupa dan terpenting kami juga menyediakan jasa servis perbaikan kamera, mengingat jarang tersedia tempat untuk service kamera dengan harga terjangkau dan bergaransi," pungkasnya. (RO/OL-7) 

Baca Juga

Needpix.com

Etiket Berinteraksi di Dunia Maya Perlu untuk Hindari Perselisihan

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 06 Juli 2022, 00:05 WIB
Etiket merupakan tata cara mengatur interaksi individu dalam masyarakat. Etiket dibangun sebagai pedoman masyarakat dalam bertindak untuk...
Picjumbo.com

Masyarakat Perlu Makin Cakap untuk Hadapi Tantangan Keamanan Digital

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 05 Juli 2022, 21:52 WIB
Segala sesuatunya kini begitu mudah terhubung berkat internet, namun di balik itu ada risiko terhadap keamanan...
Unsplash.com/Towfiqu barbhuiya

Kaspersky: 18 Persen Karyawan Tertipu Surel Phishing

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 05 Juli 2022, 15:25 WIB
Diperkirakan, 91 persen dari seluruh serangan siber yang ada dimulai dengan surel phishing dan 32 persen kasus kebocoran data disebabkan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya