Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
FACEBOOK mengatakan akan mulai meluncurkan pemberitahuan bagi pengguna iPhone secara global tentang bagaimana data mereka digunakan untuk iklan yang dipersonalisasi, dalam upaya memenuhi perubahan kebijakan privasi Apple.
Perubahan kebijakan tersebut, menurut Facebook, akan merugikan bisnis periklanan miliknya.
Facebook, Selasa (2/2), akan memunculkan notifikasi pada layar iPhone yang akan akan meminta pengguna Facebook dan Instagram untuk mengizinkan aplikasi dan situs web mereka digunakan untuk iklan yang dipersonalisasi.
Baca juga: WhatsApp Tambah Autentikasi Biometrik untuk Masuk ke Desktop
Langkah itu disebut pula sebagai bagian untuk "Mendukung bisnis yang mengandalkan iklan untuk menjangkau pelanggan."
Raksasa media sosial tersebut telah melakukan perlawanan publik terhadap rencana Apple yang meminta pengguna iPhone untuk memberi izin terlebih dahulu pada aplikasi yang akan melacak mereka dengan memunculkan notifikasi.
Notifikasi tersebut berbunyi, "Ada pertukaran antara iklan yang dipersonalisasi dan privasi," dan mengatakan bahwa hal itu akan merugikan bisnis kecil yang mengandalkan iklan Facebook."
Apple mengatakan notifikasi pemberitahuan privasi akan mulai muncul di sebagian besar iPhone dalam beberapa bulan ke depan. (Ant/OL-1)
Meta, perusahaan teknologi yang merupakan induk dari Facebook, dilaporkan tengah mempertimbangkan rencana pengurangan sekitar 20% dari total tenaga kerjanya.
FACEBOOK Marketplace meluncurkan fitur Meta AI baru, termasuk fitur yang secara otomatis membalas pesan dari pembeli yang berminat, demikian diumumkan Facebook pada hari Kamis.
Facebook adalah salah satu media sosial terbesar di dunia yang digunakan untuk berkomunikasi, berbagi informasi, dan membangun jaringan pertemanan secara online.
Menurut tangkapan layar yang dibagikan oleh Paluzzi, Meta akan memperingatkan pengguna bahwa jika mereka keluar dari daftar Teman Dekat.
Bingung karena lupa? Berikut panduan lengkap cara melihat kata sandi FB sendiri yang tersimpan di Google Chrome, Android, dan iPhone dengan mudah dan aman.
Saling tuding terkait penyebaran berita palsu disebut menjadi pola yang berulang dalam konflik antara Thailand dan Kamboja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved